Monday, November 17, 2014

Kaya akan kemiskinan


Ada orang yang kelihatan sangat miskin, tetapi sebenarnya kaya: kaya akan kemiskinan. Apakah kemiskinan harus disikapi sebagai kekayaan? Saya belum tahu dan tidak berharap saya miskin--cukup sampai taraf bersahaja. Apakah ini tidak lebih baik daripada kelihatan kaya raya, tetapi sebenarnya amat miskin, karena seluruh kekayaannya dari korupsi? Maaf, saya tidak sedang menghakimi, cuma berpikir tentang isu kaya-miskin. Yang pasti, orang-orang yang kaya secara jujur itu diberkati Sang Mahakaya. (Yohanes Manhitu, Yogyakarta, 13 November 2014)

No comments: