Tuesday, June 13, 2017

Sebait Sajak Penyambut Malam

Gambar: https://pictures.4ever.eu

Bila kau telah kutetapkan sebagai dermaga,
tak peduli apakah berlapis emas atau tembaga,
asalkan di sana rasa rinduku sirna bagai dahaga.
Pada kuatmu, kusandarkan harapan penghuni raga. 


(Yohanes Manhitu; Berbah, Yogyakarta, 13 Juni 2017)

LORON-TINAN KMANEK ba Jornál Semanál Matadalan ne'ebé ohin halo tinan dahaat!

Imajen: https://thumbs.dreamstime.com

Ho laran-haksolok no laran-moos, ha'u hato'o LORON-TINAN KMANEK ba Jornál Semanál Matadalan ne'ebé ohin halo tinan dahaat! Ha'u rasik espera katak jornál ida-ne'e sei sai matadalan nafatin ba sani-na'in lia-tetun rihun ba rihun iha Timór-Leste no mós fatin seluk. Obrigadu barak tanba hosi tinan 2013, Jornál Matadalan fó fatin luan nafatin ba ha'u-nia knaar literáriu tetun sira. Parabéns no susesu boot ba Matadalan no ninia ekipa tomak! Na'i fó-bensa.

Berita di Rubrik "Cultura" Harian Spanyol "El Norte de Castilla" (Senin, 12 Juni 2017)

Gambar: Cuplikan PDF versi cetak "El Norte de Castilla" (hlm. 37)

Kaget saja. Walaupun terjemahan Indonesia, Tetun Resmi, Dawan dan Melayu Kupang untuk puisi karya Aníbal Núñez belum saya kirim ke Spanyol, telah terbit berita tentang itu di harian Spanyol "El Norte de Castilla", yang didirikan pada tahun 1854. Berita itu muncul di rubrik "Cultura" (Budaya) pada hari Senin, 12 Juni 2017, dengan judul «La poesía de Aníbal Núñez trasciende rencillas localismos». Orang-orang itu sangat serius dengan puisi. ...hahaha
 
Catatan: Aníbal Núñez San Francisco (1944-1987) adalah seorang penyair produktif, pelukis, pengukir, dan penerjemah dari Salamanka, Spanyol.

Tuesday, June 6, 2017

Hari Ulang Tahun Ke-116 Putra Sang Fajar Soekarno (Bung Karno)


Foto: www.google.com
Tabik! Hari ini adalah hari ulang tahun ke-116 Putra Sang Fajar Soekarno (Bung Karno), yang lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Selamat ulang tahun, Bung Karno! Kiranya Bung tetap menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia di hadirat Sang Khalik. Puisi berikut ini untuk mewarnai hari ultah Sang Proklamator.
----------------------------------------------------

SEBUAH PENANTIAN SUCI*

Karya: Yohanes Manhitu

Kini kutahu, kunantikan seorang penyelamat negeri,
yang singkirkan duka dan taburkan benih veritas.
Sesepuh negeri dan sahabat karib sang dunia,
yang selalu ajarkan, cintai dan tulis kebajikan,
yang pelihara persahabatan juga kebijaksanaan,
yang hantarkan negeri kepada hidup penuh madu.

Kulihat seekor garuda datang dari gerbang luas nan baru
bawa malaikat yang ‘kan tebus dunia dengan kebenaran.
Ia yang berucap, “Bila rindu selamat, sucikan jiwamu!”
Kuyakin, kini sang negeri tak lagi cucurkan air mata.
Yang cinta pada negeri, cinta dirinya juga firdaus;
dan yang coreng durja negeri, mengukir maut.

Kupang, Timor Barat, 15 Maret 2003
--------------------------------------
*) Puisi ini hasil "keheningan" saya menjelang pemilu. Sebagai warga negara, saya selalu mengharapkan pemimpin terbaik bagi Bumi Pancasila ini.

Penerjemahan Adalah Kerja Peradaban

Gambar: www.google.com

Tabik! Sebenarnya duduk santai dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca saja puisi para penyair asing atau penyair dunia itu adalah sesuatu yang menyenangkan, tetapi itu cukup jarang saya lakukan. Saya justru lebih menikmati pembacaan dan penerjemahan karya-karya itu sekaligus dengan iringan musik klasik dengan instrumen apa saja. Dengan penerjemahan, tidak sebatas pembacaan, kita bisa bertolak lebih dalam ke relung sebuah karya.

Sejauh ini, saya telah menerjemahkan ke bahasa Indonesia (dan ada juga ke bahasa Dawan, Tetun Resmi, dan Malayu Kupang)—sebagian besar langsung dari versi asli—paling sedikit satu karya dari penyair-penyair berikut ini: Alfredo García Valdez (Meksiko), Alfredo Pérez Alencart (Spanyol), Arthur Rimbaud (Prancis), Charles Baudelaire (Prancis), Claudio Rodríguez Fer (Spanyol), Elena Liliana Popescu (Rumania), Emily Dickinson (AS), Fernando Pessoa (Portugal), Fray Luis de León (Spanyol), Gabriela Mistral (Cile), Ingrid Valencia (Meksiko), José Pulido Navas (Spanyol), Juan Cameron (Cile), Karol Józef Wojtyła (Polandia), Luís Vaz de Camões (Portugal), Octavio Paz (Meksiko), Pablo Neruda (Cile), Paul Verlaine (Prancis), Rabindranath Tagore (India), Ramón Hernández-Larrea (Kuba), dan William Auld (Inggris).

Terjemahan Indonesia karya-karya Alfredo Pérez Alencart, Claudio Rodríguez Fer, Elena Liliana Popescu, Fray Luis de León, Ingrid Valencia, José Pulido Navas, Juan Cameron, dan Ramón Hernández-Larrea telah diterbitkan dalam sejumlah antologi puisi multibahasa di mancanegara. Terjemahan lainnya belum diterbitkan, tetapi sebagian besar tersedia di internet (di blog, situs web, dll.).

Semoga daftar di atas terus bertambah. Setiap undangan untuk menerjemahkan dan ikut serta dalam antologi multibahasa di berbagai negara adalah berkat dan kesempatan untuk lebih banyak belajar. Penerjemahan adalah kerja peradaban yang usianya hampir sama dengan usia manusia di bumi. Salam sastra!

Profil dan Daftar Karya Saya di Katalog "Originala Literaturo Esperanta"

Gambar: www.google.com

Syukurlah! Sejak 2011, profil dan karya(-karya) saya dalam bahasa Esperanto bisa diakses dengan mudah di katalog "online" bernama "Originala Literaturo Esperanta" (Karya sastra asli berbahasa Esperanto sejak tahun 1898 hingga kini) di http://esperanto.net/literaturo/autor/manhitu.html yang dirancang oleh Sten Johansson, dengan keterangan berikut dalam bahasa Esperanto: "En la jena ttt-ejo troviĝas listoj de aŭtoroj, originalaj romanoj, noveloj/rakontoj, dramoj kaj poemaroj verkitaj originale en Esperanto kaj aperintaj de 1898 ĝis nun, ligitaj al dokumentoj kun pliaj informoj pri aŭtoroj kaj verkoj, inkluzive kelkajn centojn da recenzoj. La tuto formas ampleksan kaj kreskantan datenaron." Salam mesra,