Monday, January 3, 2022

TOMAN HO RAI-UDAN

Imajen: maxpixel.net

Ema sei tenke toman ho rai-udan
no tahu be baibain ona iha dalan.
Karik ita sente buat ruma todan,
maibé hosi kalix reál, ita tolan.

(Autór: Yohanes Manhitu;
Yogyakarta, 13/11/2016)

PANTUN MELAYU KUPANG (04)

Foto: fineartamerica.com

Taku nyamuk, pake kulambu.
Nyamuk gigit son kanál pangkat.
Orang pintar babagi ilmu
Biar idop ponu deng berkat.

Penulis: Yohanes Manhitu

PANTUN MELAYU KUPANG (03)

Foto: www.pinterest.com

Potong sapi, pi jual isi.
Orang béli, antar deng motor.
Karmana pante bisa barisi
Kalo orang pi kasi kotor?

Penulis: Yohanes Manhitu

Friday, December 31, 2021

Daftar Penyair Asing yang Karyanya Telah Saya Terjemahkan ke Bahasa Indonesia

Ilustrasi: resources.elitetranslations.asia

HINGGA saat ini (Januari 2022), selain karya-karya sendiri, saya telah menerjemahkan ke bahasa Indonesia—sebagian besar langsung dari versi asli—paling sedikit satu karya dari penyair-penyair asing berikut ini (menurut abjad, nama negara asal terdapat dalam kurung):

1. Alfredo García Valdez (Meksiko),
2. Alfredo Pérez Alencart (Spanyol),
3. Aníbal Núñez (Spanyol),
4. Arthur Rimbaud (Prancis),
5. Charles Baudelaire (Prancis),
6. Claudio Rodríguez Fer (Spanyol),
7. Dennis Ávila Vargas (Honduras),
8. Elena Liliana Popescu (Rumania),
9. Emily Dickinson (Amerika Serikat),
10. Fernando Pessoa (Portugal),
11. Fray Luis de León (Spanyol),
12. Gabriela Mistral (Cile),
13. Ingrid Valencia (Meksiko),
14. José Pulido Navas (Spanyol),
15. Juan Cameron (Cile),
16. Juan Carlos Olivas (Kosta Rika),
17. Karol Józef Wojtyła* (Polandia),
18. Lilliam Moro (Kuba),
19. Luis Borja (El Salvador),
20. Luís Vaz de Camões (Portugal),
21. Margarito Cuéllar (Meksiko),
22. María Sanz (Spanyol),
23. Octavio Paz (Meksiko),
24. Pablo Neruda (Cile),
25. Paul Verlaine (Prancis),
26. Paura Rodríguez Leytón (Bolivia),
27. Rabindranath Tagore (India),
28. Ramón Hernández-Larrea (Kuba),
29. San Juan de la Cruz** (Spanyol), dan
30. William Auld*** (Inggris).

Karya sejumlah penyair ini telah saya terjemahkan sendiri ke empat bahasa (Indonesia, Dawan, Tetun Resmi, dan Melayu Kupang) sekaligus dan terbit dalam antologi-antologi puisi mancanegara. Semoga daftar ini bisa lebih panjang di masa mendatang dan menjadi bukti nyata bagi suburnya karya peradaban insani. Salam bahasa dan sastra!
----------------------------------------------------------------
* Nama kecil Santo Yohanes Paulus II (Saint John Paul II)
** San Juan de la Cruz = Santo Yohanes dari Salib
*** Pujangga terkemuka di dunia Esperanto

PANTUN MELAYU KUPANG (02)

Tulis puisi di meja makan.
Daging se’i bekin be lapar.
Ide muncul, parlú gerakan.
Kalo sonde, bisa talempar.

(Oleh: Yohanes Manhitu)

PANTUN MELAYU KUPANG (01)

Foto: www.pxhere.com

Mandi di kali, aer barisi.
Aer pung dalam sampe di paha.
Katóng idop ni kompetisi.
Mau lolos, musti usaha.

(Oleh: Yohanes Manhitu)

Buku "LIRIK SANTALUM" Sudah Tiba di Timor-Leste

Foto: facebook.com

Kabar gembira! Akhirnya, buku saya, LIRIK SANTALUM: Kumpulan Puisi Dawan dan Tetun dengan Terjemahan Indonesia (Yogyakarta: Diandra Kreatif, Mei 2019), sampai juga di tangan Bung Cancio Ximenes, jurnalis dan cerpenis Timor-Leste yang tinggal di Farol, Dili, ibu kota Timor-Leste. Obrigadu barak tebes atas bantuan Bung Jenuvem Eurito, penulis dan penyair dari Timor-Leste.


Buku ini terbit secara perdana dalam edisi terbatas (akan dicetak ulang sesuai dengan permintaan). Yang berminat untuk membeli buku ini boleh langsung mengontak saya melalui kotak pesan (inbox) Facebook untuk memesan. Harga buku belum mencakup ongkos kirim.

CATATAN: Puisi-puisi asli dalam kumpulan ini, baik yang berbahasa Dawan (56 puisi) maupun Tetun Nasional Timor-Leste (56 puisi), sudah pernah diperkenalkan kepada publik pembaca melalui situs puisi, blog, Facebook, dan surat kabar. Sebagian terbesar puisi Dawan ini telah saya terjemahkan sendiri ke bahasa Esperanto dan terbit dalam kumpulan puisi Dawan-Esperanto Feotnai Mapules–Princino Laŭdata (Antwerpen, Belgia: Eldonejo Libera, 31 Desember 2016). Dan hampir seluruh puisi Tetun ini telah muncul di Jornál Semanál Matadalan—sebuah mingguan berbahasa Tetun yang pernah terbit di Dili. Salam sastra buat siapa saja yang mengapresiasi karya-karya saya. 🌺

Thursday, December 9, 2021

Luís Cardoso, Pemenang "Prémio Oceanos"

Foto: https://edu.glogster.com


SELAMAT kepada novelis Timor-Leste Luís Cardoso atas Penghargaan Oceanos yang diterimanya. Ini sebuah kabar gembira. 🎯
------------------------------------------------
CATATAN: Luís Cardoso (lahir 8 Desember 1958 di Cailaco), penulis novel O plantador de abóboras (bahasa Portugis, Sang Penanam Labu), adalah putra Timor pertama (penulis pertama dari Timor-Leste) yang berhasil memenangi Prémio Oceanos (Penghargaan Oceanos), sebuah penghargaan sastra bergengsi untuk negara-negara berbahasa Portugis. Beritanya (berbahasa Portugis) dapat dibaca di https://observador.pt.

Tuesday, November 30, 2021

NEHI TENGA DENG PAK DOKTERANDUS

Foto: https://www.merriam-webster.com

NYONG MA'U: Om, be mau tanya sadiki dolu. Om pung ana yang nama Nehi tu sakarang ada di mana? Su lama son katumu.
OM PE'U: Nehi ko? Di Kupang. Dia ada sakola ko mau jadi dokter.
NYONG PE'U: Awiii, pung hebat lai! Harap nanti dia jadi dokter batúl-batúl é. Na, di Kupang, dia tenga di kos ko tenga deng sapa?
OM PE'U: Dia tenga deng Pak Dokterandus di Oesapa.
NYONG MA'U: Yang banár tu dokterandus ko doktorandus?
OM PE'U: Sama sa to, Ma'u? Lu jang mulai baputar lai.
NYONG MA'U: Itu doktorandus pung nama sapa é?
OM PE'U: Tadi be su bilang to. Dia-pung nama tu Dokterandus. Andia, orang dong biasa pange dia "Pak Dokterandus". Bagitu!
NYONG MA'U: (Su diam ko garu-garu kapala sa.)

(Ungaran, Jawa Tengah, 23 November 2021)

SETAN ADA TENDES BETA

Foto: https://interestingengineering.com

OM PE'U: Ma'u, tadi malam lu tidor karmana ko batarea ukur kuat?
NYONG MA'U: Awiii, tadi malam tu setan tendes beta tarús na.
OM PE'U: Hmmm... Setan tendes lu? Ko lu bekin apa sang dia?
NYONG MA'U: Sonde tau lai, Om. Be su barapa kali kaná tendes.
OM PE'U: Lu pikir babae dolu, Ma'u. Te jang sampe lu su bekin tasala apa sang dia. Ato lu-pung mantan pacar tu yang kirim setan?
NYONG MA'U: Son mungkin é! Dia tu guru sakola Minggu.

(Ungaran, Jawa Tengah, 22 November 2021)

AER SU DI BATANG LEHER, BARU LU KANGARANGA

OM PE'U: Su mau ujian, baru lu dudu ko muku balajar. Lia aer su di batang leher, baru lu kangaranga. Ko itu hari lu sibuk bekin apa?
NYONG MA'U: Sibuk deng latihan bela diri, Om. Mau nae sabuk.
OM PE'U: Mau iko bela diri ko bela negara, son bole lupa lu-pung masa depan. Ma'u, jang-jangan lu ni su son ada masa depan.
NYONG MA'U: Awiii, Om, beta ni bukan pemuda madesu.
OM PE'U: "Madesu"? Apa tu? Lu ni mulai baputar su é.
NYONG MA'U: "Madesu" tu masa depan suram, Om.
OM PE'U: Jang sampe lu bagitu é. Nanti son laku.

(Ungaran, Jawa Tengah, 15 November 2021)

Candi-Candi yang Pernah Saya Kunjungi

Inilah candi-candi (di Jawa) yang pernah saya kunjungi:

1. Candi Borobudur (Jawa Tengah)
2. Candi Gedong Songo (Jawa Tengah)
3. Candi Kalasan (Yogyakarta)
4. Candi Mendut (Jawa Tengah)
5. Candi Prambanan (Yogyakarta)
6. Candi Ratu Boko (Yogyakarta)
7. Candi Sewu (Yogyakarta)
8. Candi Singosari (Jawa Timur)

Yang lain akan menyusul pada waktu yang tepat. Ada candi yang sudah saya kunjungi beberapa kali dalam kurun waktu tertentu. Mari kita mengenal dan menghargai peradaban bangsa besar ini!
------------------------------------------

Foto: Yohanes Manhitu (Minggu, 21 November 2021)
Lokasi: Candi I di Percandian Gedong Songo

Sunday, November 21, 2021

Berkunjung Lagi ke Candi Gedong Songo

Foto: Maria Auresti Kefie

Setelah 21 tahun, akhirnya hari ini saya bisa berkunjung lagi ke Candi Gedong Songo. Kunjungan pertama saya pada bulan Oktober 2000, belum lama setelah saya mulai tinggal di Yogyakarta. Ketika itu, saya datang bersama-sama dengan sekelompok besar pemuda Katolik dari Ngadinegaran. Dalam rombongan peziarah itu, hanya saya yang tidak (bisa) berbahasa Jawa. Padahal, sepanjang perjalanan Yogyakarta-Gua Kerep-Gedong Songo dengan bus panjang, para penumpang asyik bercakap-cakap dalam bahasa Jawa. Itu salah satu motivasi untuk belajar bahasa Jawa. Dan sampai kini, masih belajar bahasa ini.

Waktu: Minggu, 21 November 2021
Lokasi: Candi I Gedong Songo
----------------------------------------------
INFORMASI DARI WIKIPEDIA: Candi Gedong Songo adalah nama sebuah kompleks bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, tepatnya di lereng Gunung Ungaran. Di kompleks candi ini, terdapat sembilan buah candi. Candi ini ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804 dan merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).

Sunday, October 31, 2021

SEORANG USKUP DAN POLIGLOT TIMOR TELAH PERGI MENINGGALKAN KITA SEMUA

Foto: https://kupang.tribunnews.com

Saya turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Mgr. Basílio do Nascimento (14 Juni 1950–30 Oktober 2021). Beristirahatlah dalam damai, Ambispu Basílio. Amu akan tetap hidup dalam kenangan.

----------------------------
CATATAN: Mgr. Basílio do Nascimento (1950–2021) adalah seorang uskup Katolik Roma yang berasal dari Timor-Leste dan merupakan uskup pertama Keuskupan Baucau (Dioecesis Baucanus). Menurut sumber-sumber siber, ia berbahasa Tetun, Bunak, Kemak, Mambae, Portugis, Spanyol, Prancis, Italia, Inggris, dan Indonesia. Ia seorang poliglot hebat.