Tuesday, April 30, 2019

Wawancara "El País" dengan Ngugi Wa Thiong’o

Foto: https://www.nepad.org

Ngugi Wa Thiong’o adalah singa sastra Afrika, seorang sastrawan (novelis) besar dari Kenya dan calon penerima Nobel Sastra (yang sudah dicalonkan beberapa kali). Saya senang membaca tentang dia dan juga perjuangannya, terutama tentang kesungguhannya untuk melestarikan bahasa-bahasa asli Afrika. Asyik sekali bisa membaca wawancaranya dalam bahasa Spanyol, berjudul "Ngugi Wa Thiong’o: “Yo quiero competir con Cervantes”". 🌺

"Cien años de soledad" dalam bahasa Esperanto

Foto: https://www.amazon.com

Tak dapat dipungkiri bahwa sudah ada sederet panjang karya sastra dunia yang diterjemahkan ke bahasa Esperanto, bahasa "ajaib" yang dirancang sendiri oleh L.L. Zamenhof (1859–1917) dan diperkenalkan kepada dunia pada tahun 1887 di Polandia. Salah satu dari karya-karya itu adalah Cent jaroj da soleco (2015) yang merupakan terjemahan Fernando de Diego dari Cien años de soledad (Spanyol, Seratus Tahun Kesunyian; versi Indonesianya sudah beredar di Indonesia), karya Gabriel García Márquez (1927–2014), novelis kenamaan Meksiko dan pemenang Nobel Sastra 1982. Di samping karya-karya terjemahan, sudah banyak karya asli berbahasa Esperanto yang menjangkau para pembaca di lima benua. Bila tertarik, belajarlah bahasa Esperanto dan jadilah Esperantis. "Venu! Venu lerni Esperanton!" 🌺

Tekan tombol "Enter", muncul kata "Author"


Terima kasih banyak, Dr. Google! Sekarang, begitu nama saya ditulis di kotak pencarian dan tombol "Enter" ditekan, langsung muncul kata "Author" (Penulis, Pengarang). Semoga ini menjadi motivasi kuat bagi saya untuk semakin giat berkarya dan berbagi. Tampaknya hal ini terjadi karena promosi yang lumayan luas (oleh penerbit dan agen) di berbagai situs mancanegara untuk buku saya "Tetum, A Language For Everyone-Tetun, Lian Ida Ba Ema Hotu-Hotu" (New York: Mondial, Agustus 2016). Salam mesra bahasa dan sastra! 🌺 (Yogyakarta, 15 April 2019)

Tentang kata "pacar"

Foto: https://en.wikipedia.org

Sebenarnya, sejak zaman dahulu, kata "pacar" sudah terdapat dalam kosakata Melayu, tetapi hanya merupakan nama tanaman, yang dalam bahasa Latin disebut "Lawsonia inermis". Nama lainnya adalah "inai". Bila ditilik, kata "pacar" yang berarti "kekasih" belum populer sederet tahun silam. 🌺

Ternyata Omar Sharif adalah seorang poliglot

Foto: Cuplikan dari film "Doctor Zhivago"
Sebagai penggemar film, saya telah menonton beberapa film yang diperankan dengan apik oleh Omar Sharif (April 1932–Juli 2015; nama lahir: Michel Dimitri Chalhoub, berasal dari Mesir), baik sebagai pemeran utama maupun pemeran pendukung. Film-filmnya yang telah ditonton adalah (1) Doctor Zhivago (2) The Tamarind Seed (3) Monsieur Ibrahim, (4) Hidalgo, dan (5) Lawrence of Arabia. Ternyata Omar Sharif adalah seorang poliglot, yang fasih berbicara bahasa Arab (bahasa ibu), Inggris, Prancis, Spanyol, dan Italia. Baca profil lengkap Omar Sharif di sini. Salam, 🌺

Sunday, March 31, 2019

LA POÉSIE ET MOI*

Image: http://doctorofcontent.com

Par: Yohanes Manhitu

La poésie me saisit la main
et m’embrasse avec tendresse
comme un joli voilier qui avance
et accueille le vent avec chaleur divin.

Le rideau de mots m’enveloppe
lorsque l’air froid règne la nuit
comme un roi sans clémence
dans son royaume de vent.

La poésie me saisit la main
et me conduit à une savane
où sont perchés les papillons
et s’amusent les criquets jaunes.

La rosée au matin lave mon courage,
les sternes se précipitent dans mes bras
et les feuilles de palmier se balancent
quand la poésie est sur mon passage.

Yogyakarta, le 6 septembre 2004
------------------------------------------
*) Ce poème original se trouve à la page 97 dans "A Walk at Night-Une promenade de nuit", mon recueil de poèmes en anglais (65 poèmes) et en français (45 poèmes) (Anvers: Eldonejo Libera, décembre 2017).

Sunday, March 10, 2019

Nama Saya Tercatat di Situs "Enciclopedia de la literatura en México"

Wow! Ternyata nama saya telah tercatat di situs Enciclopedia de la literatura en México (Ensiklopedia sastra di Meksiko) karena puisi Indonesia-Spanyol saya "Persahabatan Puitis-Amistad Poética" yang tercantum dalam buku Arca de los afectos : escritores y artistas en homenaje al poeta Alfredo Pérez Alencart por su cincuenta Aniversario (lihat dlm. 105) yang diterbitkan oleh Editorial Verbum di Madrid, Spanyol, pada tahun 2012. Sastra adalah perekat kemanusiaan. ✍️

Logo: http://www.elem.mx

Thursday, February 28, 2019

Lihatlah Manusia!


Foto: https://www.huffingtonpost.ca

Oleh: Yohanes Manhitu

Lihatlah sang manusia!
Lihatlah perempuan ini!
Ia yang tak lagi berbentuk,
didera telaga air mata duka.
Tubuhnya dihujani air mendidih,
kemolekannya disapu setrika aktif.

Ia hanya bungkam seribu satu bahasa,
nantikan sabda sang dipertuan agung
yang kembalikan bentuk raga utuh,
yang pulihkan kemolekan lenyap,
yang teteskan minyak cendana
dari buli-buli keadilan negeri.

Yogyakarta, Juli 2004

Bila Fajar Tak Merekah

Foto: https://pxhere.com

Oleh: Yohanes Manhitu

Wajah-wajah yang penuh harap
pandang langkahmu dengan doa
ketika kau angin negeri tuntun
ke arah jalan ‘tuk menuai mimpi.

Sejuta impian padati benak polos
yang intim dengan alam mulus
yang tak ajarkan ngarai redup,
tak tebarkan aroma penyesat.

Waktu ‘kan harus tetap berlalu.
Tapi mengapa engkau pun ikut,
pergi ke arah hadirnya malam?
Tak berdayakah bila diperdaya?

Langit dusun tak akan lagi cerah,
hari-hari ‘kan berlalu tanpa berkah,
wajah pertiwi ‘kan tampak memerah,
bila fajar sang srikandi tak merekah.

Yogyakarta, Juni 2004

Thursday, January 31, 2019

Ungkapan Latin "Nemo dat quod non habet" dalam Enam Bahasa Lain


Nemo dat quod non habet. (Lingua Latina)
Nobody gives what (s)he doesn't have. (English)
Ka tít fa es lê a-nfe sâ lê in ka nmuï. (Dawan/Metô)
Neniu donas ion, kiun oni ne havas. (Lingvo Esperanto)
La iha ema ida be fó saida ne'ebé nia la soi. (Tetun Ofisiál)
Sonde ada orang yang kasi apa yang dia son punya. (Kupang)
Tak seorang pun memberikan apa yang tak dimiliknya. (Indonesia)

Imago/Image/Gambar: "Cewek Kapal Api" (via www.google.com)

Sekilas Pandang tentang Kata Dawan "Namkák"


Tabik! Beberapa hari ini, kata Dawan namkák (tanda pada "a" kedua berarti diberi tekanan) menjadi tenar di media sosial, terutama Facebook, kerena berita di media massa yang berbasis di Kupang, NTT. Silakan cek sendiri mengapa begitu. Di sini, saya, sebagai salah satu pengguna aktif bahasa Dawan, cuma menyoroti arti dan posisi kata kerja itu menurut subjek. Catatan: Kata kerja dan kata sifat bahasa Dawan berubah menurut subjek (au, ho, in, hit, dll.), tetapi tidak berubah menurut waktu dan modus (bandingkan dengan bahasa Latin, Prancis, Spanyol, dll.).

Namkák adalah kata kerja untuk orang ketiga tunggal (ia, dia) dan berarti (ia) membuka mulut, (ia) ternganga, (ia) tercengang, (ia) kagum, (ia) keheranan, (ia) kurang awas/cerdik, atau (ia) berbicara (dengan suara keras). Dan orang yang (sering) namkák disebut amkakat. Untuk benda, terutama pintu dan jendela, namkák berarti terbuka lebar. Dengan demikian, namkák bisa bermakna positif atau negatif. Perhatikan contoh-contoh berikut:

1. In namkák he dokter naloitan in nisin. = Ia membuka mulut supaya dokter memperbaiki giginya. (bermakna positif)
2. Atoni nae namkák tala in bijae* namneuk. = Orang itu kurang awas sehingga sapinya hilang. (bermakna negatif)

* Sebagian varian dialektalnya: bie, bia, bijael, dan birae.

Berikut adalah posisi "namkák" dalam perubahan kata kerja menurut subjek:

Au umkák. = Saya membuka mulut/ternganga.
Ho mumkák. = Engkau/kamu membuka mulut/ternganga.
In namkák. = Dia membuka mulut/ternganga.
Hit tamkák. = Kita/Anda membuka mulut/ternganga.
Hai mimkák. = Kami membuka mulut/ternganga.
Hi/hei mimkák. = Kamu/kalian membuka mulut/ternganga.
Sin namkakan. = Mereka membuka mulut/ternganga.

Semoga penjelasan ini bermanfaat. Salam bahasa dan sastra!

(Tegalyoso, Yogyakarta, 29 Januari 2019)

Gambar: http://manado.tribunnews.com