Wednesday, September 9, 2020

LAGU TETUN, TONNY PEREIRA, DAN ANGELINA

Secara pribadi, saya merasa berutang budi kepada pada penyanyi dalam bahasa Tetun Dili (Tetun Portu, Tetun Prasa), terutama Tonny Pereira. Masa kecil saya tak lepas dari lagu-lagu Tetun, yang tentu saja berdampak positif bagi saya hingga kini. Walaupun tinggal jauh dari Timor, saya berkomitmen untuk tetap bisa berbahasa Tetun (di samping bahasa Dawan) dengan baik, terutama sebagai orang Timor yang (mesti) punya tanggung jawab budaya.

Disadari ataupun tidak, para penyanyi (dan tentu para komponis juga) banyak berjasa dalam pelestarian dan kelestarian bahasa. Orang Jawa tentu sangat kehilangan penyanyi hebat yang bernama Didi Kempot. Dan orang Tetun yang sadar budaya pasti kehilangan penyanyi Manek Babulu (penyanyi dari Malaka, Timor Barat). Kita pun tahu bahwa sederet panjang lagu kebangsaan dalam bahasa Indonesia yang digubah oleh para komponis hebat kita di masa perjuangan dahulu menegaskan posisi dan peranan bahasa Indonesia.

Kembali ke lagu Tetun dan Tonny Pereira. Salah satu lagu Tetun yang masih bisa saya nyanyikan dengan iringan gitar adalah Angelina. Lagu yang dilantukan dengan apik oleh Tonny Pereira ini adalah gubahan Anito Matos, seorang komponis dan penyanyi kawakan dari Timor-Leste. Lagu ini sungguh akrab di telinga banyak orang pada masa kecil saya, sebagai bocah penghirup udara segar di pedalaman Timor. Semoga para musisi sehat dan penuh semangat. Karya mereka perlu terus mewarnai hari-hari hidup kita.

Foto: Cuplikan dari lagu Angelina di album Tonny Pereira

TIGA PUISI TERJEMAHAN SAYA (DARI BAHASA SPANYOL KE BAHASA INDONESIA) BARU SAJA TERBIT DI SALAMANCA, SPANYOL

Tabik! Sesudah menyelesaikan terjemahan puisi ALTERACIÓN CLIMÁTICA karya Dennis Ávila (penyair Honduras yang memenangi "Premio Internacional de Poesía 'Pilar Fernández Labrador'", penghargaan puisi bergengsi di dunia Hispanik) ke bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi, dan Melayu Kupang, saya diundang lagi untuk menerjemahkan tiga puisi Spanyol karya penyair Afredo Pérez Alencart ke bahasa Indonesia, masing-masing berjudul KAMP PENGUNGSI (hlm. 32), SEMOGA ITU TAK PERNAH TERJADI PADAMU (hlm. 50), dan PENGHINAAN KEMISKINAN (hlm. 68). Terjemahan-terjemahan saya, bersama-sama dengan terjemahan-terjemahan ke bahasa-bahasa lain di dunia, telah terbit dalam bulan ini di sebuah antologi puisi multibahasa yang berjudul TRÍPTICO DE LA INDIGNACIÓN (Salamanca, Spanyol: Trilce Ediciones, September 2020). Salam mesra sastra,

Foto sampul depan: Kiriman dari Spanyol

Wednesday, September 2, 2020

Profil Saya, Penerjemah, di Marstranslation.com

Gambar: https://wpml.org

Profil saya sebagai penerjemah profesional yang bekerja sama dengan Mars Translation, terutama untuk pasangan bahasa Inggris-Tetun, dapat dilihat di sini. Mars Translation berkantor pusat di Guangdong, Republik Rakyat China.

Puisi "Malsatego" Karya Saya (Berbahasa Esperanto) Dibacakan oleh Aaron Vsigte di YouTube


Malsatego

De: Yohanes Manhitu

La folioj de la arboj
tuj fariĝas purpuraj
dum la tagoj tiel longaj
sen nutraĵo, sen trinkaĵoj.

Grano de rizo estas oro,
panero fariĝas perlo,
viando restas revo
kiam venas malsatego.

Almozistoj en la strato
povas rakonti historon
pri la stomako sen rizo
kiu atendas kontentigon.

Se vi volas scii la veron
pri havado de nenio en la mano,
vi ne intervjuu la riĉulon
ĉar troviĝas ĉio en lia domo.

Jogjakarto, Indonezio, 13/IV/2007
------------------------------------------
Catatan: Puisi ini berasal dari http://ymanhitu-poemoj.blogspot.com/2007/04/malsatego.html.