Sunday, October 28, 2018

Selamat Hari Sumpah Pemuda dan Dirgahayu Bahasa Indonesia! Hari ini, bahasa Indonesia berusia 90 tahun. Semoga selalu berjaya.

Foto Peserta Kongres Pemuda II: www.google.com
 
Menurut catatan sejarah, pada Kongres Pemuda Kedua yang diadakan di Batavia (Jakarta, 27-28 Oktober 1928), ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres itu, kepada Soegondo, dengan berbisik, Mr. Moehammad Yamin (1903–1962) menyodorkan secarik kertas tulisannya yang isinya kemudian disetujui oleh para anggota kongres. Bunyi tiga keputusan kongres itu---yang ditulis dengan menggunakan ejaan van Ophuysen (1901–1947)---sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda di Jakarta adalah

Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea: 
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: 
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Satu hal yang menarik adalah ketika menyodorkan secarik kertas tulisannya itu, Mr. Moehammad Yamin berbisik dalam bahasa Belanda, katanya "Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie." Terjemahan Indonesia kalimat itu adalah "Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini". Tampaknya bahasa Belanda berperanan penting dalam kongres tersebut. Namun, pada akhirnya ia digantikan oleh bahasa Indonesia.

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa kongres itu (dibuktikan dengan butir ketiga) menjamin keberadaan bahasa-bahasa Nusantara. Sebagai orang Indonesia, kita tetap menggunakan bahasa-bahasa daerah kita sambil menjunjung bahasa persatuan (hasil Sumpah Pemuda): bahasa Indonesia.

Sumber informasi dan kutipan: https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda

Wednesday, October 10, 2018

Disertasi di Mancanegara yang Mengutip "Kamus Indonesia-Tetun, Tetun-Indonesia" (Juli 2007)


Sekadar info kebahasaan: Telah ada tiga disertasi di universitas-universitas mancanegara yang mengutip Kamus Indonesia-Tetun, Tetun-Indonesia (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Edisi I: Juli 2007). Profil singkat penyusun kamus dicantumkan di dua dari tiga disertasi ini. Masing-masing adalah (judul-nama penulis-universitas-tahun):
  1.  SOUTHEAST ASIA IN THE ANCIENT INDIAN OCEAN WORLD oleh Tom Hoogervorst, LINACRE COLLEGE, UNIVERSITY OF OXFORD, Inggris, 2011 
  2. ATTITUDES TOWARD TETUN DILI, A LANGUAGE OF EAST TIMOR oleh Melody Ann Ross, UNIVERSITY OF HAWAI‘I, Amerika Serikat, 2017 
  3. TETUN IN TIMOR-LESTE: THE ROLE OF LANGUAGE CONTACT IN ITS DEVELOPMENT oleh Zuzana Greksáková, FACULDADE DE LETRAS DA UNIVERSIDADE DE COIMBRA, Portugal, 2018
Setiap karya tulus hadir bukan untuk kesia-siaan. 
Salam basastra!

Sira-nia klamar loke dalan

Retratu: www.google.com

Liafuan sira mosu ona iha neon
bele iha loron, bele iha kalan.
Poezia sai sira-nia isin-lolon.
Sira-nia klamar loke dalan.


Autór: Yohanes Manhitu
Yogyakarta, 10-9-2018

Profil Singkat dan Foto Saya di Buletin "Usona Esperantisto" (Maret-April 2011)

Foto: esperanto-usa.org

Hmmm... Senang menemukan info di internet bahwa pada tahun 2011, "Usona Esperantisto" (buletin dua bulanan Esperanto di Amerika Serikat, edisi Maret-April; lihat hlm. 20), sama seperti majalah "The Esperanto Association of Britain" (majalah Perhimpunan Esperanto di Inggris), memuat profil singkat dan foto saya. Di terbitan itu, terdapat informasi ringkas namun jelas dalam bahasa Esperanto tentang kumpulan puisi perdana (160 puisi asli) saya dalam bahasa Esperanto, "Sub la vasta ĉielo" (Candelo, New South Wales, Australia: Mondeto, 2010). Semoga buku baru dalam bahasa ini lekas menyusul. Salam basastra! 🙏

Profil Singkat dan Foto Saya di Terbitan "The Esperanto Association of Britain" (2011)

Foto: https://esperanto.org.uk

Hmmm... Ternyata pada tahun 2011, ada profil singkat dan foto saya di terbitan "The Esperanto Association of Britain". Di situ, terdapat informasi ringkas dalam bahasa Esperanto tentang kumpulan puisi perdana (160 puisi asli) saya dalam bahasa Esperanto, "Sub la vasta ĉielo" (Candelo, New South Wales, Australia: Mondeto, 2010), yang kini tersedia dan dapat dibaca di katalog Perpustakaan Nasional Australia (https://catalogue.nla.gov.au/Record/5148889) dan tempat lain. Semoga buku baru dalam bahasa ini lekas menyusul. Salam basastra! 🙏