Sunday, May 7, 2017

Saya tak pernah menyangka

Foto: Herminio M. Lelan

Sekadar kisah. Saya tak pernah menyangka bahwa hingga hari ini, saya tetap akrab dan berurusan aktif dengan bahasa Tetun (dasar bahasa Tetun Resmi), yang pertama kali saya kenal semasa bocah SD di pedalaman Enklave Oekusi-Ambeno (di Timor-Leste) puluhan tahun silam. Inilah bahasa Timor yang saya gunakan secara aktif di samping bahasa Dawan walaupun tinggal di Jawa. Di tempat nostalgis itu, untuk pertama kalinya saya mengenal bahasa Portugis, terutama lewat buku-buku Portugis tebal yang bergambar indah, milik orang tua teman yang sering dibawa ke sekolah, dan juga obrolan kaum terdidik di daerah itu. Terasa asyik dan menyenangkan menyimak omongan mereka walau saya tak mengerti bahasanya. Di kampung itu juga, saya menjadi bocah yang akrab dengan bunyi-bunyi bahasa Dawan, Tetun, Indonesia, dan Portugis; itu jauh sebelum bersentuhan dengan bahasa Inggris. Kata-kata Latin (seperti Gloria in excelsis Deo dll.) hanya terdengar ketika menghadiri misa besar. Salam,

Friday, May 5, 2017

Feliz Dia Internacional da Língua Portuguesa!


Feliz Dia Internacional da Língua Portuguesa!
Selamat Hari Internasional Bahasa Portugis!
Happy International Day of the Portuguese Language!
Bonne journée internationale de la langue portugaise!
¡Feliz Día Internacional de la Lengua Portuguesa!
Feliĉan Internacian Tagon de la Portugala Lingvo!
Loron Internasionál Kmanek Lia-portugés nian!
Tabê neu Uab Portugis In Neno Internasional!

Yogyakarta, Indonésia, 5 de maio de 2017

Imagem: O primeiro Dicionário Português-Indonésio, Indonésio-Português (Jacarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 14 de dezembro de 2015)

Selalu Ada Jalan Keluar

Foto: www.google.com

"Bandel" dan tidak cepat berpatah arang dalam dunia tulis-menulis itu sangat penting. Apabila naskahmu ternyata ditolak oleh penerbit, sebaiknya naskah itu dibaca kembali, buatlah perbaikan (kalau perlu), dan tawarkan lagi ke penerbit lain. Seperti manusia, tidak semua naskah punya nasib yang sama. Ada yang begitu cepat diterima dan diurus hingga terbit, ada pula yang ditolak berulang kali sebelum terbit. Ini soal waktu saja. Selalu ada jalan keluar. Salam mesra,

Wednesday, May 3, 2017

Kutipan dalam Disertasi Melody Ann Ross dari The University of Hawai'i, Amerika Serikat



Baru sempat baca. Ternyata beberapa bagian dari Pendahuluan Kamus Indonesia-Tetun, Tetun-Indonesia (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Edisi I, Juli 2007; Edisi II, April 2015) karya saya dikutip secara lengkap dengan terjemahan Inggris (pada hlm. 74) dalam disertasi Melody Ann Ross dari The University of Hawai'i, Amerika Serikat. Disertasi tersebut berjudul: ATTITUDES TOWARD TETUN DILI, A CREOLE LANGUAGE OF EAST TIMOR (2017). Bisa dibaca di sini. Kiranya kamus tersebut bermanfaat seluas-luasnya. Salam budaya!

Tuesday, May 2, 2017

AKU SEORANG SARJANA: Selamat Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2017)!

Gambar: https://www.pinterest.com

Tabik! Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun ini, saya bagikan puisi saya yang sudah sering saya bacakan sendiri pada syukuran wisuda sarjana (kalau diundang dan sempat datang). Semoga bermanfaat, terutama untuk peringatan historis ini. Selamat Hari Pendidikan Nasional!
-----------------------------------------------------

AKU SEORANG SARJANA

Karya: Yohanes Manhitu

bagi berjuta sarjana di tanah air

Sarjana, sebuah kata yang harus kuakui indah.

Ia pembius seribu jenis kemalasan mematikan
untuk jadikan bantal buku-buku tebal bergengsi.
Ia ukir sejuta kata bahagia di batin ayah bundaku.
Butir bening menetes dari sepasang mata kekasih.

Sarjana, teratai taman realitas yang patut mekar,
bukan daun kering dari rahim kemarau panjang.
Jangan pernah engkau enggan disebut sarjana!
Karena di tanganmu kukuhlah lentera zaman
untuk bawa terang pada dunia yang suram.

Sarjana, bukan visa ‘tuk menghuni firdaus,
bukan gelar bangsawan dari leluhur luhur,
bukan pula bendera pahlawan sok terkenal.
Itu kata indah dari syair kubangan keringat,
itu tetesan madu dari pipa saraf berdenyut.

Kupang, Timor Barat, 23 Januari 2004

Sunday, April 30, 2017

Riwayat Kata "Minggu" dan "minggu"

Foto: www.google.com

Kata pun punya riwayat. Kata "Minggu" dan "minggu" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Portugis "domingo" (dia de domingo) yang bermetamorfosis dari nama Latin "diēs Dominicus" (hari Tuhan). Dalam bahasa Dawan dialek Noemuti (Timor Barat), masih kita temukan kata serapan Portugis "rumingku". (Maklum, pada masa silam, Noemuti adalah daerah kantong Portugis, seperti wilayah Oekusi-Ambeno [di Timor-Leste]). Dan dalam bahasa Tetun Nasional, kita kenal nama hari "loron-domingu". Selamat hari Minggu dan salam mesra!

Pemimpin Gereja Katolik Ritus Timur dan Bahasa Prancis: Menurut "Pengintipan" Sambil Lalu

Foto Patriark Ibrahim Isaac Sidrak: YouTube
Menurut "pengintipan" sambil lalu saya di YouTube, tampaknya para pemimpin Gereja Katolik Ritus Timur, walaupun bisa berbahasa Inggris dan bahasa asing lain, lebih sering diwawancarai media asing dalam bahasa Prancis. Mereka sangat fasih berbahasa Eropa ini. Dua di antaranya adalah Patriark Bechara Boutros al-Rahi (Pemimpin Gereja Katolik Maronit, di Lebanon) dan Patriark Ibrahim Isaac Sidrak (Pemimpin Gereja Katolik Koptik, di Mesir). Umumnya mereka adalah poliglot yang sukses dan sangat inspiratif. Patut diteladani.

Monday, April 3, 2017

PUJANGGA WADOWICE (untuk 12 tahun wafatnya sastrawan termasyhur Karol Wojtyła)


Foto: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Kemarin, tepat 12 tahun wafatnya sastrawan termasyhur Karol Wojtyła (mendiang Sri Paus Yohanes Paulus II, kini bergelar Santo) dari Polandia. Untuk mengenang beliau, saya membagikan---di blog ini dan Facebook---puisi dwibahasa yang saya tulis di Jakarta, beberapa tahun silam, ketika beliau masih hidup. Salam sastra!
--------------------------------------------------

PUJANGGA WADOWICE

Oleh: Yohanes Manhitu

Namanya Karol Jozef.
Usianya lewat sewindu.
Asalnya dari negeri Polska.
Alamatnya Bukit Vatikan.
Jabatannya "servus servorum".
Ia tulis syair-syair bertuah.

Kemarin sore, ia kulihat,
di layar kaca tanpa iklan.
Kemarin, ia pecah roti tipis
dan tuang anggur Sang Domba.
Sejuta insan rindukan suaranya.
Tak sedikit yang cibir ke arahnya.
Semoga benci berbalik cinta.

Suaranya bisa selembut sutra,
namun bisa pula sekeras baja.
Kakinya tapak lima benua.
Bibirnya ucap berganda tutur.
Takhta rasul tetap ia pelihara.
Salib Almasih ia panggul.

Pujangga Wadowice itu
obor batin dari kota abadi,
nahkoda bukit pusara suci,
wakil nyata Sang Guru Agung.
Roh Kudus menaunginya;
doaku menyertainya selalu.

Jatiwaringin-Jakarta Timur
21 April 2003
----------------------------

POET OF WADOWICE

By: Yohanes Manhitu

His name is Karol Jozef.
He is more than eighty years old.
Polska is his native land.
The Vatican Hill is where he resides.
'Servus servorum' is his office.
He writes verses of honor.

Yesterday afternoon, I saw him,
on the screen without advertisement.
Yesterday, he broke the thin bread
and poured the wine of the Lamb of God.
A million men are longing for his voice.
Many turn up their noses at him.
May hatred turn into love.

His voice can be as soft as silk,
but can also be as hard as steel.
He has trod many continents.
His lips say in many tongues.
The see of the apostles he keeps,
The cross of Christ he carries.

The poet of Wadowice
is a torch of heart from the eternal city,
captain of the hill of holy sepulcher,
visible vicar of the Great Master.
The Holy Spirit is upon him;
my prayers are always with him.

Jakarta - Easter, 2003

Sunday, April 2, 2017

ES LA HORA


Imagen: www.google.com

Por: Yohanes Manhitu

¡Dime si me amas!
Si no, ¡no me ames!
¡Dime si me quieres!
Si no, ¡no me quieras!

Mujer, es la hora.
La luna te espera
Mujer, soy amigo.
¿Por qué tienes miedo?

Si hoy no me dices nada,
mañana estarás abatida.
Porque mañana es otro día,
suplicarte será una ausencia.

Yogyakarta, febrero de 2005

Saturday, April 1, 2017

PODUL AȘTEPTAT, de Yohanes Manhitu

Gambar: Cuplikan dari film "Midnight in Paris".

Asyik! Satu lagi puisi asli Spanyol saya (berjudul: EL PUENTE ESPERADO) diterjemahkan ke bahasa Rumania oleh penyair beken Rumania Elena Liliana Popescu. Sejauh ini, sudah lima puisi Spanyol saya yang diterjemahkannya. Dua di antaranya terbit di edisi Januari-Maret 2016 majalah sastra Rumania Lumină Lină di New York, Amerika Serikat. Terima kasih. Salam sastra!
------------------------------------------

PODUL AȘTEPTAT

de Yohanes Manhitu

Două insule au nevoie de un pod
Care să le lege prin pură prietenie,
Două inimi așteaptă un pod
Care să le ducă la unitatea iubirii.

Acum, podul este un vis grandios
Care vine din două corpuri triste.
Podul va fi un miracol al lui Dumnezeu
Pentru două inimi distanțate.

În seara asta încă scriu poezii
Pentru a duce gândurile mele curate
În realitate, departe de visele mele.
Dar podul așteptat este un vis.

Samosir, Indonesia, mai 2003

Traducere de Elena Popescu
----------------------------------

EL PUENTE ESPERADO*

Por: Yohanes Manhitu

Dos islas necesitan un puente
Que las conecte en pura amistad,
Dos corazones esperan un puente
Que los lleve a la unidad del amor.

Ahora el puente es un gran sueño
Que viene de dos cuerpos tristes.
El puente será un milagro de Dios
Para dos corazones desconectados.

Esta noche todavía escribo poemas
Para llevar mis puros pensamientos
A la realidad, lejos de mis sueños.
Pero el puente esperado es un sueño.

Samosir, Indonesia, mayo de 2003

---------------------------------------
*) Puisi Spanyol ini terbit di antologi bersama LOS POETAS Y DIOS (León, Spanyol: Excma. Diputación Provincial de León, 2007).

Friday, March 31, 2017

CAHAYA YANG LEMBUT*


Gambar: www.google.com

Oleh: Elena Liliana Popescu

Nyalakan lilin di tengah kamar
yang menantikan cahaya tipisnya.
Balut jiwamu dengan busana tersederhana,
untuk dengan pantas menyambut tutur lembutnya.

Dan biarkan sinarnya yang termurni menerobos
ke setiap sudut untuk meneranginya.
Teruslah berjaga agar tiada yang tersembunyi
ketika ia mengenal jiwamu yang asing.

Yogyakarta, 4 September 2015
------------------------------------

Versi asli (berbahasa Rumania):

LUMINĂ LINĂ

de Elena Liliana Popescu

Aprinde candela-n lăuntrica odaie
ce-aşteaptă prefirata ei lumină.
Îmbracă-ţi sufletu-n cele mai simple straie
să-ntâmpini potrivit rostirea-i lină.

Şi lasă raza-i preacurată să pătrundă
în fiece ungher, străluminându-l.
Veghează ne-ntrerupt, nimic s-ascundă,
necunoscutul suflet cunoscându-l.

----------------------------------
*) Puisi ini dan 21 puisi terjemahan Indonesia saya---yang dibuat berdasarkan versi Spanyol, Prancis, Portugis, dan Inggris---terbit dalam "DACĂ AI ȘTI" (Andai Kautahu), antologi puisi multibahasa (29 bahasa dunia) yang diterbikan oleh Editura Pelerin di Bukares, Rumania, pada tahun 2015. Ke-22 puisi dalam 29 bahasa tersebut diterjemahkan dari karya-karya penyair Rumania, Elena Liliana Popescu (http://www.elena-liliana-popescu.ro/en/about.htm).

Ad modum avis volantis

Gambar: www.google.com

Ad modum avis volantis
(Latin, Seperti cara burung terbang).

Mungkin orang tidak selalu terbang.
Tetapi membiarkan imajinasi diam
dan ide-ide tak sempat direkam
membuat hidup tak seimbang.

(Sekadar renungan ringan)

Ingat mata pelajaran "Bumi dan Antariksa" di SMA

Gambar: www.google.com

Asyik kalau berada di pantai dan memandang rembulan dan bintang-bintang di langit luas sana. Bicara tentang langit luas, sampai hari ini, saya masih ingat mata pelajaran "Bumi dan Antariksa" di SMA dulu, di Enklave Oekusi-Ambeno (kini di Timor-Leste). Oleh guru kami, Bpk. Petrus Tahu, guru yang ramah dan berselera humor bagus (semoga beliau masih sehat), mata pelajaran ini dijuluki "Kelas Mengkhayal". Setiap kali, yang dibicarakan adalah planet-planet, rasi bintang, sejarah teleskop, asteroid, dll. Sekalipun dijuluki "Kelas Mengkhayal", saya suka mata pelajaran ini, di samping bahasa, sejarah, musik, dan geografi. Gambaran baru lebih jelas ketika saya coba membuat daftar lengkap planet dan rasi bintang untuk dua kamus dwibahasa saya yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, yakni Kamus Indonesia-Tetun, Tetun-Indonesia (Juli 2007) dan Kamus Portugis-Indonesia, Portugis-Indonesia (Desember 2015). (Berbah, Yogyakarta, 24 Maret 2017)

Puisi adalah dialog peradaban

 
Gambar: www.google.com

Beberapa tahun silam, ketika melayari internet, saya terkejut karena menemui situs http://www.poetaspoemas.com/yohanes-manhitu yang memuat puisi-puisi asli saya dalam bahasa Spanyol (puisi-puisi yang saya tulis langsung dalam bahasa Spanyol, bukan terjemahan) bersama-sama dengan karya-karya berbagai penyair dari negara-negara Hispanofon (dunia berbahasa Spanyol). Beberapa di antaranya sudah pernah terbit dalam antologi-antologi bersama di Spanyol dan ada juga yang sudah diterjemahkan penyair lain ke bahasa asing lain, misalnya bahasa Rumania. Puisi adalah dialog peradaban. Nikmatilah proses kreatif kita masing-masing dan teruslah kita berkarya! Salam sastra,

Wednesday, March 8, 2017

Selamat Hari Perempuan Internasional 2017!


Foto: www.google.com (Hawa bercanda dengan angin)

Selamat Hari Perempuan Internasional 2017! 
Semoga sosok perempuan di kolong langit ini semakin dihargai dan berprestasi. Salam mesra!
---------------------------------------------

Jangan kita lupa bahwa seorang ibu adalah perempuan,
dan dari rahimnya, tiba setiap kehidupan di dunia.
Jadi, setiap kekerasan terhadap perempuan
adalah khianat terhadap kerahiman ibu.


--Yohanes Manhitu, dari puisi "Pentas Kegetiran" (2016)

Friday, February 24, 2017

Selamat Jalan, Sastrawan Gerson Poyk!

Foto: http://www.depoknews.id

Gerson Poyk, sastrawan legendaris Indonesia dari Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah kembali ke alam mahasastrawi (24 Februari 2017 pada umur 85 tahun). Selamat jalan, Sastrawan Legendaris! Kiranya arwahmu memperoleh istirahat dan damai surgawi. Jasa besarmu sebagai perintis sastra (di) NTT akan tetap dikenang dan karyamu akan terus dibaca. Salam sastra,

Tuesday, February 21, 2017

Sekadar Renungan Pada Hari Bahasa Ibu 2017

Gambar: www.google.com

Kalau bahasa-bahasa daerah kita tidak dihidupi dan dibina, terutama pada masa kini, mumpung masih bisa, jangan marah ya kalau suatu saat nanti, atau bahkan sedang terjadi, bahasa-bahasa itu diurus dengan penuh perhatian oleh para "liyan" (orang lain, boleh jadi dari bangsa lain) dan merekalah yang akan menjadi guru bahasa-bahasa kita bagi anak cucu kita sendiri, sekalipun itu mungkin sebuah versi gado-gado. Dan kita hanya bisa mengamininya. (Dusun Maredan, Berbah, Yogyakarta, 21 Februari 2017)

Saturday, February 18, 2017

Menulis dan Memelihara Blog dalam Bahasa Daerah

Gambar: www.google.com

Harus diakui bahwa tak selalu mudah untuk terus menulis dalam bahasa daerah dan bisa memelihara sebuah blog dalam bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Dawan (Uab Meto). Rasanya lebih mudah menulis dalam bahasa Indonesia, bahkan bahasa asing. Tetapi apa pun kesulitannya, perlu ada sesuatu yang dilakukan sebagai bentuk nyata sebuah kepedulian. Puji Tuhan! Blog bahasa dan sastra Dawan "Uab Metô (Dawan): Pah Timor In Molok Amonit Es"---yang saya transfer pada tanggal 14 Desember 2007 dari situs saya sebelumnya ke blogspot.com---masih bertahan hingga saat ini. Syukur, ternyata blog ini dan pendahulunya (sebuah situs gratis) bermanfaat dan dikutip bagi penulisan makalah, skripsi, tesis dan juga disertasi. Salam bahasa dan sastra!

Wednesday, February 15, 2017

Pastor Butros I. Nimeh, Pengajar Bahasa Aram

Foto: https://www.youtube.com/watch?v=UWTPoHvLnWQ

Akan sangat menyenangkan apabila bisa berjumpa dan bercakap-cakap tentang bahasa Aram (Arāmāyā) dengan Pastor Butros I. Nimeh, pengajar bahasa Aram dari Gereja Ortodoks Siria. Sayangnya beliau tinggal nun jauh di Betlehem, tempat kelahiran Sang Guru, Yesus Kristus. Untung saja bukan di Solo atau Semarang. ...hahaha

Tentang Definisi Kata dan Sintaksis Sebuah Bahasa

Foto: www.google.com

Sedih juga sih kalau dipikirkan betul. Sejumlah bangsa sudah dan sedang aktif menghasilkan buah-buah pikiran yang bisa menggerakkan peradaban dunia modern dengan bahasa-bahasa mereka, sedangkan beberapa bangsa lain masih sibuk dengan definisi kata dan analisis wacana "ringan" dalam bahasa-bahasa mereka. Tentang definisi kata dan sintaksis sebuah bahasa, saya masih ingat kalimat Prancis Ce qui n'est pas clair n'est pas français (Apa yang tidak jelas itu bukan bahasa Prancis.) yang dikemukakan Antoine de Rivarol, seorang penulis Prancis dari zaman Revolusi. Baik untuk direnungkan kalau sempat. (Yogyakarta, 14 Februari 2017)

Monday, February 13, 2017

Wawancara Khusus tentang Sejarah dan Identitas Gereja Katolik Maronit dengan Patriark Bechara Boutros al-Rahi di Bukares, Rumania


Wawancara yang menarik dalam bahasa Prancis (dengan teks dalam bahasa Rumania; karena wawancara diadakan di Bukares, 2013) tentang sejarah dan identitas Gereja Katolik Maronit. Patriark Bechara Boutros al-Rahi (memimpin sejak 2011) menjelaskannya secara singkat, padat, dan jelas. Dalam dunia sastra, kita kenal penyair Khalil Gibran yang adalah seorang anggota Gereja Katolik Maronit, yang mengakar kuat di Lebanon. Dari sudut pandang rumpun bahasa (dalam kaitannya dengan wawancara ini), bahasa Prancis dan bahasa Rumania adalah dua dari lima bahasa turunan Latin yang terbesar. Salam,

Saturday, February 11, 2017

Kumasih Percaya pada Sastra

Foto: www.google.com

Sejauh ini kumasih percaya---berkat pengalaman pribadi---bahwa sastra adalah teman setia, yang tak pernah meninggalkanku walau kuberada di titik terendah dalam hidup ini. Tidak setiap tangan akan terulur begitu saja kepadamu ketika kauberada di bibir tebing dan berusaha menemukan keseimbangan. Sastra menolongku agar lebih bisa mencintai SABDA, yang terkadang rasanya terlampau dalam untuk dicerna benak insaniku nan belum matang ini.

Sastra "Modern" dalam Bahasa-Bahasa Nusantara: Harapan yang Kiranya Terwujud

Foto: www.google.com

Saya masih dan selalu berharap agar suatu saat nanti (tidak terlalu lama lagi), bermunculan karya sastra "modern" dalam bahasa-bahasa kecil di Nusantara, terutama di NTT dan Papua. Perlu ada sosok-sosok (muda) penuh semangat yang bangkit untuk mewujudkan impian ini demi pelestarian dan kelestarian bahasa-bahasa kecil ini. Mumpung belum terlambat untuk beraksi. Salam,

Sunday, February 5, 2017

Telah Terbit Antologi Puisi Multibahasa "Tras La Niebla" di Salamanca, Spanyol

Foto: http://salamancartvaldia.es

Kabar gembira! Telah terbit di Kota Salamanka (Salamanca), Spanyol, antologi puisi multibahasa "Tras La Niebla" (judul puisi Spanyol yang diterjemahkan ke 53 bahasa)---karya penyair Spanyol Alfredo Pérez Alencart---yang mencakup terjemahan-terjemahan saya ke bahasa Indonesia, Dawan (Uab Meto), Tetun Resmi/Nasional, dan Melayu Kupang. Antologi ini diterbitkan oleh penerbit Trilce Ediciones pada akhir bulan lalu (Januari 2017). Terjemahan Indonesia, Dawan, Tetun Resmi/Nasional, dan Melayu Kupang itu masing-masing berjudul "Di Balik Kabut" (hlm. 89), "Neu Nipu Aonbian" (hlm. 113), "Iha Abuabu Kotuk" (hlm. 39)), dan "Di Kabut Pung Balakang" (hlm. 71). Ini untuk pertama kalinya tiga bahasa Austronesia lain---selain bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia---dicantumkan dalam sebuah antologi puisi multibahasa yang terbit di Salamanca, Spanyol, dan diakses luas oleh para penikmat puisi di jagat Hispanofon (dunia penutur bahasa Spanyol). Semoga bahasa dan sastra kita lestari. Salam sastra,
----------------------------------------------------------------

TRAS LA NIEBLA

Por: Alfredo Pérez Alencart*

Oculta tras la niebla
tus palabras
heridas.

Y quita
de su pedestal
esas palabras
que hieren.

Acércate ahora
a la tierra más
iluminada,

al camino
por el que nunca
te has perdido.
---------------

DI BALIK KABUT

Oleh: Alfredo Pérez Alencart

Sembunyikan di balik kabut,
kata-katamu yang
terluka.

Dan singkirkan
dari alas mereka,
kata-kata yang
melukai itu.

Mendekatlah kini
kepada daerah
yang tercerah,

kepada jalan,
di mana kau tak
pernah tersesat.

Traducción al indonesio: Yohanes Manhitu
-------------------------------------------------

NEU NIPU AONBIAN

Atuis: Alfredo Pérez Alencart

Mûkolô neu nipu aonbian,
ho hanfuafin lê
napapan.

Ma mait main
nâko sin sukit,
hanfuafin lê
napapab.

Mhaumák nai
meu bale lê
meûsínleüf,

meu lalan
lê mutuinet
ka msek mít fa.

Traducción al dawan: Yohanes Manhitu
----------------------------------------------

IHA ABUABU KOTUK

Autór: Alfredo Pérez Alencart

Subar took iha abuabu kotuk,
ó-nia liafuan sira be
hetan kanek.

No hasees took
hosi sira-nia hun,
liafuan sira be
hakanek.

Hakbesik ona
ba rai-rohan be
naroman liuhotu,

ba dalan,
tuir ne’ebé
ó nunka lakon.

Traducción al tetun oficial: Yohanes Manhitu
----------------------------------------------------

DI KABUT PUNG BALAKANG

Penulis: Alfredo Pérez Alencart

Sambunyi di kabut pung balakang,
lu-pung kata dong
yang dapa luka tu.

Ais sorong pi jao
dari dong-pung alas,
itu kata dong
yang bekin luka.

Deka su
deng itu tampa
yang paling taráng,

deng itu jalan,
yang iko situ lu
son parná kasasar.

Traducción al malayo de Kupang: Yohanes Manhitu

---------------------------------------------------------
*) Alfredo Pérez Alencart adalah seorang penyair dan penulis esai berbahasa Spanyol kelahiran Peru (1962), kini pengajar pada Universidad de Salamanca. Karya-karyanya yang segudang sudah begitu luas tersebar sebagai karya asli dan terjemahan. Perkenalan kami terjadi pada tahun 2007 ketika saya diundang untuk berpartisipasi dalam antologi "LOS POETAS Y DIOS", setelah beberapa puisi asli saya dalam bahasa Spanyol terbit di sebuah situs puisi yang berbasis di Amerika Latin.