Monday, September 4, 2017

PADA SAAT DITEMUKAN*


Gambar: https://favim.com
Oleh: Elena Liliana Popescu

Pantai meraja dalam kemerdekaan samudra.
Kegelapan yang menyeluruh mengandung cahaya.
Di atas daratan kukuh, rasa takutlah gelombang
yang menyisakan dunia masa depan di alurnya.


Segalanya tampak sia-sia bila kaucari keabadian.
Dalam keputusasaan bisu ini, kesunyian adalah kata.
Bahkan ketidakbahagiaan mengandung kebahagiaan
ketika, dengan bersahaja, kautinggalkan dunia ini.


Suatu ilusi redup menyembunyikan kebenaran,
yang hanya tersingkap di saat pemisahan,
apa yang hari ini fana belaka dan apa
yang menjadi baka saat ditemukan.


Terjemahan Indonesia: Yohanes Manhitu
(Dari versi Spanyol, Prancis, dan Inggris)
---------------------------------------

Versi asli (berbahasa Rumania):

ÎN CLIPA REGĂSIRII

De: Elena Liliana Popescu


În libertatea mării constrângerea e malul.
Deplinul întuneric lumina o conţine.
Pe ţărmul neclintirii neliniştea e valul
şi din ce-a fost el lasă doar lumea care vine.


Nimic îţi pare totul când cauţi nemurirea.
În muta disperare tăcerea e cuvântul.
Nefericirea însăşi cuprinde fericirea
când, plin de umilinţă, tu părăseşti pământul.


Iluzia, supusă, ascunde adevărul
doar pentru a-l cunoaşte în clipa despărţirii
Acela care astăzi înseamnă trecătorul
şi care este veşnic în clipa regăsirii...


----------
*) Puisi ini, bersama-sama dengan 21 terjemahan saya ke bahasa Indonesia, terbit di antologi puisi multibahasa "DACĂ AI ȘTI" (ANDAI KAUTAHU) yang memuat terjemahan dalam 29 bahasa. Buku yang memuat 22 puisi terjemahan saya ke bahasa Indonesia (pada hlm. 215-224) ini terbit di Bukares, Rumania, dan telah diluncurkan di kota tersebut pada tanggal 20 November 2015. Saya sedang menerjemahkan puisi ini ke bahasa Dawan, Tetun Resmi (Timor-Leste), dan Melayu Kupang untuk terbit dalam antologi multibahasa lain di Rumania.

Ó feto dadeer

Imajen: www.google.com

Dadeer ida ó mai lori ai-funan
ho oin-midar hanesan fulan.
Ha'u haksolok haree dalan.
Ó feto dadeer, la'ós kalan.

Autór: Yohanes Manhitu
Yogyakarta, 29/08/2017

Undangan untuk menerjemahkan puisi "În clipa regăsirii" karya Elena Liliana Popescu ke bahasa Dawan, Tetun Resmi/Nasional dan Melayu Kupang

Foto: www.agentiadecarte.ro

Tabik! Saya baru sempat baca surel (e-mail) menjelang pagi tadi. Eh! Ternyata ada permintaan dari Rumania, dari penyair termasyhur Elena Liliana Popescu, untuk menerjemahkan puisinya "În clipa regăsirii" ke bahasa Dawan, Tetun Resmi/Nasional dan Melayu Kupang. Puisi tersebut sudah pernah saya terjemahkan ke bahasa Indonesia (dengan judul "Pada saat ditemukan") dan terbit di antologi puisi multibahasa "DACĂ AI ȘTI" (ANDAI KAUTAHU) yang memuat terjemahan dalam 29 bahasa. Buku puisi yang memuat 22 puisi terjemahan saya ke bahasa Indonesia (pada hlm. 215-224) ini terbit di Bukares, Rumania, dan telah diluncurkan di kota tersebut pada tanggal 20 November 2015. Banyak hal menarik yang saya pelajari dari penerjemahan 22 puisi kontemplatif itu melalui sumber-sumber Spanyol, Prancis, Portugis, dan Inggris yang telah diterjemahkan dari puisi-puisi berbahasa Rumania.

Dialog puisi kami telah berlangsung beberapa tahun dalam bahasa Spanyol dan Elena Liliana Popescu sendiri telah menerjemahkan beberapa puisi asli saya--- dalam bahasa Spanyol dan Inggris---ke bahasa Rumania, bahasa turunan Latin terbesar di Eropa Timur. Dua puisi Spanyol saya yang diterjemahkannya sudah terbit di edisi Januari-Maret 2016 majalah sastra berbahasa Rumania "Lumină Lină" (Inggris: Gracious Light) yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Saya orang Timor dan orang Indonesia

Foto: Jepretan saya sendiri

Setiap kali diundang untuk ambil bagian dalam buku antologi puisi antarbangsa di mancanegara, baik dengan puisi asli maupun terjemahan, satu hal penting yang tetap saya ingat adalah saya ini orang Timor dan orang Indonesia. Kita boleh asyik berbaur di mana pun, tetapi jangan sampai larut dan lenyap. (Tegalyoso, Yogyakarta, 2 September 2017)

Undangan untuk menerjemahkan puisi-puisi Lilliam Moro dan Paura Rodríguez Leytón

Foto: www.google.com

Dua hari lalu, tiba undangan dari Salamanka, Spanyol, untuk menerjemahkan puisi-puisi dua penyair perempuan pemenang "IV Premio Internacional de Poesía Pilar Fernández Labrador". Saya akan menerjemahkan karya-karya penyair Lilliam Moro (dari Kuba, untuk puisi berjudul EN MEMORIA DE ELLOS) dan Paura Rodríguez Leytón (dari Bolivia, untuk puisi berjudul PENSANDO EN WILDE) ke bahasa Indonesia. Terjemahan-terjemahan ini akan terbit dalam dua buku antologi multibahasa di Salamanka, Spanyol, bulan ini (September 2017). Kiranya dialog sastra antarbangsa lewat puisi ini akan berlanjut.

Selamat jalan, Marjorie Boulton (7 Mei 1924 – 30 Agustus 2017)! Beristirahatlah dalam damai!

Marjorie Boulton (1999). Foto: Philip Brewer

Turut berdukacita atas meninggalnya Marjorie Boulton (7 Mei 1924 – 30 Agustus 2017), seorang penyair perempuan Inggris yang termasyhur di dunia sastra Esperanto. Puisi-puisi kami pernah terbit bersama di "Vesperto" (Edisi ke-227, April 2011), sebuah buletin sastra berbahasa Esperanto di Kaposvár, Hungaria. Sebuah kehilangan bagi dunia sastra Esperanto! Salam sastra!

Pesan menarik tentang antisemitisme dari Paul L. Maier dalam novel sejarah "Pontius Pilatus"

Gambar: www.google.com

Satu pesan menarik tentang antisemitisme dari Paul L. Maier, sejarawan dan penulis novel sejarah "Pontius Pilatus" (Terjemahan Indonesia; Malang: Dioma Publishing, cetakan pertama: September 2009). "Sesungguhnya sikap anti-Yahudi karena peristiwa Jumat Agung adalah tidak masuk akal seperti sikap membenci orang Italia karena Nero dulu melemparkan orang-orang Kristen ke mulut singa."

Thursday, August 31, 2017

Semoga sastrawan Hamsad Rangkuti lekas sembuh

Foto: Dokumen pribadi saya

Semoga sastrawan Indonesia Hamsad Rangkuti diberkati Tuhan dan sembuh dari sakitnya agar bisa berkarya kembali. Senang bisa bertemu dengan Pak Hamsad di Yogyakarta pada acara peluncuran kumpulan cerpen "Lukisan Perkawinan" karyanya beberapa tahun silam dan sempat ngobrol sebentar. Buku kumpulan cerpen dengan kisah-kisah segar tersebut sudah saya baca tuntas dan masih tersusun dengan rapi di rak buku saya. Hamsad Rangkuti adalah cerpenis hebat yang dimiliki (sastra) Indonesia. Salam sastra! ✍️ (Tegalyoso, Yogyakarta, Agustus 2017)

Tidak sedikit kata bahasa Latin dan Prancis telah diserap oleh bahasa Inggris

Gambar: www.google.com

Dengan melihat bahasa Tetun Resmi (Timor-Leste) menyerap begitu banyak kata dari bahasa Portugis (kini bahasa resmi kedua di Timor-Leste), mungkin orang akan berpikir ini bisa menenggelamkan bahasa Tetun Resmi. Tetapi bila orang sempat belajar (sejarah) bahasa Inggris, Latin dan Prancis, ia tentu tahu bahwa tidak sedikit kata bahasa Latin dan Prancis telah diserap oleh bahasa Inggris, bahasa rumpun Germania yang paling populer pada masa kini. (Tegalyoso, Yogyakarta, 23 Agustus 2017)

Adakah (kampanye) literasi tanpa buku?

Gambar: www.google.com

Terkadang mungkin orang lupa. Entah! Cara paling nyata dan berguna untuk menunjukkan apresiasi seseorang--sebagai pencinta ilmu--kepada penulis adalah membeli buku, bukan sekadar meminta. Setiap penulis telah beramal dengan menulis. Dengan membeli buku, orang turut mendukung tradisi literasi yang kuat dan berkelanjutan. Adakah (kampanye) literasi tanpa buku? (Tegalyoso, Yogyakarta, 19 Agustus 2017)

"Feotnai Mapules—Princino Laŭdata" di Pekan Buku Berbahasa Esperanto

Foto: Dikirim dari Belgia oleh Penerbit

Pada bulan Juni lalu, sebuah pekan buku berbahasa Esperanto diadakan di Belgia. Buku kumpulan puisi dwibahasa Dawan-Esperanto saya "Feotnai Mapules—Princino Laŭdata" (Indonesia: Putri Terpuji atau Putri Pujaan) ikut dipajang di sana dengan buku-buku lain dari berbagai negara. Buku 250 halaman yang memuat 100 puisi asli dalam bahasa Dawan dan 100 puisi terjemahan dalam bahasa Esperanto ini diterbitkan di Antwerpen, Belgia, oleh Eldonejo Libera pada tanggal 31 Desember 2016. Buku ini bisa dipesan di https://www.amazon[.]com. Maaf, saya tidak punya stok buku ini untuk dijual di Indonesia. Salam sastra,

18 Agustus 1945, 72 Tahun Silam


Gambar: www.google.com

Hari ini, 72 tahun silam (18 Agustus 1945), bahasa Indonesia secara resmi ditetapkan sebagai bahasa negara. Pada Bab XV Pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Hal itu terjadi setelah bahasa Indonesia---yang sebelumnya bernama bahasa Melayu---dinyatakan secara bersama sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sebagai warga Indonesia dan pengguna serta pencinta bahasa yang amat mengagumkan ini, mari kita melakukan apa yang kita bisa untuk terus memantapkan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara di tengah dunia ini seraya turut mengambil bagian aktif dalam memelihara bahasa-bahasa daerah kita sebagai pembentuk mosaik kebudayaan Indonesia, dan tak lupa menjalin persahabatan global melalui berbagai bahasa insani. Dirgahayu bahasa negara RI! Salam! (Yogyakarta, 18 Agustus 2017)

Saturday, August 19, 2017

Lima puisi Tetun di "Jornál Semanál MATADALAN"(Edisi 171, 26 Juni-4 Juli 2017)

Foto: Cancio Ximenes, di Dili

Sekadar informasi sastra. Telah terbit di "Jornál Semanál MATADALAN" (Edisi 171, 26 Juni-4 Juli 2017) lima puisi Tetun Resmi/Nasional saya yang masing-masing berjudul LORAIK IDA IHA LIFAU (Suatu sore di Lifau), ITA HASORU MALU TAN (Kita berjumpa lagi), DOMIN LOOS (Cinta sejati), Ó IHA-NE’EBÉ? (Di manakah kauberada?), dan HAHÚ HOSI NA’I NIA LORON (Berawal dari hari Tuhan). "Jornál Semanál MATADALAN" adalah mingguan berbahasa Tetun yang terbit di Dili, ibu kota Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL). Karya-karya saya (puisi dan cerpen) terbit secara berkala di mingguan Tetun ini sejak Oktober 2013. Terima kasih banyak atas perhatian dan kerja sama Cancio Ximenes selama ini. Kumprimentus hosi Yogyakarta, Indonézia!

SÂMÂNȚA VIITORULUI, De: Yohanes Manhitu

Image: sg-dae.kxcdn.com

I am glad to know that my English poem "SEED OF THE FUTURE" (Yogyakarta, 3 November 2003) has recently been translated into Romanian by the famous Romanian poet and mathematician Elena Liliana Popescu, who has previously translated some of my Spanish poems into Romanian and published two of them in "Lumină Lină" (No.1, 2016), a Romanian literary magazine in New York, USA. I myself have translated some of her works into Indonesian dan Dawan. It has been a great literary exchange. Mulţumesc, dear poet Elena Popescu​!
----------------------------------------------------------

SÂMÂNȚA VIITORULUI

De Yohanes Manhitu

O sămânță, am plantat-o mână în mână
cu floarea sufletului meu cântător.
Mă rog să crească și să hrănească vieţi
înfometate şi însetate pentru totdeauna.

Sămânța, am plantat-o cu sudoare
și oboseală sub ploaie și soare.
Dispreţul și refuzul, pe care lumea mi le oferă,
dialogurile și zâmbetele sunt armele mele grele.

Acum încep să văd că sămânţa creşte bine
într-un vas de rugăciuni neliniștite și mari eforturi,
udate cu răbdare totală și încredere pură.
Doar visele de-a lungul vieții îi sunt îngrășăminte.

Va veni timpul să recoltați cu bucurie,
boabele grâului de îndelungă răbdare.
Dansurile, poemele și cântecele vor fi amuzante.
Binecuvântările Celui Atotputernic vor veni.

De data aceasta, oboseala nu va mai domni,
plânsul se va transforma în râsul victoriei,
buzunarele vor fi pline cu aur și diamante,
inimile și sufletele vor fi pline de bucurie.

Yogyakarta, 3 noiembrie 2003

Traducere de Elena Liliana Popescu
București, 12 august 2017
--------------------------

SEED OF THE FUTURE

By: Yohanes Manhitu

A seed, I have planted hand in hand
with the flower of my singing soul.
I pray it will grow and feed hungry
and thirsty lives forever and ever.

The seed, I have planted with sweat
and fatigue under the rain and the sun.
Scorn and refusal, the world grants me,
talks and smiles are my heavy weapons.

Now I begin to see the seed growing well
in a pot of restless prayers and hard efforts,
watered with total patience and pure trust.
Lifelong dreams are its only fertilizers.

The time will come to harvest with joy,
the grains of the wheat of long patience.
Dances, poems, and songs will be amusing.
The blessings of the Almighty will come.

This time, fatigue will reign no longer,
weeping will turn into laughter of victory,
pockets will be full of gold and diamonds,
hearts and souls will be full of exultation.

Yogyakarta, 3 November 2003

Monday, July 31, 2017

Eni Winarti dan Kamus Portugis-Indonesia, Indonesia-Portugis di Jakarta

Foto: Dari dinding Facebook Eni Winarti
 
Tabik! Akhirnya Dik Eni Winarti yang pernah menghubungi saya dari Hongkong untuk membeli "Kamus Portugis-Indonesia, Indonesia-Portugis" (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 14 Desember 2015) telah memperoleh kamus itu di sebuah toko buku Gramedia di Jakarta ketika sedang berlibur di Tanah Air. Terima kasih ya, Dik Eni. Semoga kamus tersebut bermanfaat sebesar-besarnya. Selamat belajar dan salam sukses ya!

Mantan Patriark Gereja Katolik Yunani Melkit


Foto: https://unipio.org
Gregorius III Laham (nama kecil: Lutfy Laham; lahir 15 Desember 1933 di Darayya, Suriah), mantan pemimpin (patriark) Gereja Katolik Yunani Melkit (29 November 2000 – 6 Mei 2017). Ia berbicara bahasa Arab, Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Yunani, Italia dan Latin. Informasi selengkapnya terdapat di Wikipedia. ✍️

Biasanya saya menjawab seadanya saja

Foto: Album Facebook Unû Ruben Paineon

"Saya sering mendapat pertanyaan tentang bagaimana harus menulis, memulai dari mana, menulis tentang apa dan sebagainya. Biasanya saya menjawab seadanya saja berdasarkan pengalaman saya. Saya mengatakan ‘menjawab seadanya saja’, karena memang tak mungkin saya harus menjelaskan tentang niat, motivasi, visi dan misi dan sebagainya. Itu sebuah diskusi yang panjang. Saya juga tidak harus menjelaskan tentang hal-hal mendasar lainnya seperti situasi seperti mood-tidak mood; ada rokok-tidak ada rokok; kenyang atau lapar; jatuh cinta atau putus cinta dan lain sebagainya."  ---Ruben Paineon, novelis Indonesia dari Timor Barat, NTT (Kutipan dari blog pribadinya). Karya-karyanya adalah novel "Unu" (2009) dan "Benang Merah" (2015).

Jangan mendahului tikungan tajam

Foto: Yanto Punk; Grup BiinmaffoNews@Yahoo.Com

Perhatikan tulisan di foto ini. Jika kurang cermat, tulisan itu bisa dikira terdiri atas dua kalimat, yaitu "Jangan mendahului tikungan tajam" (Ada orang yang lagi berpacu dengan tikungan tajam) dan "Valentino Rossi pernah jatuh disini".😂 Pengguna bahasa Indonesia yang cermat tahu kesalahan gramatika dan ejaan tulisan di foto ini serta koreksinya. Selamat ngopi!

Belajar hingga dapat menggunakan banyak bahasa itu mungkin ....

Gambar: www.google.com

Tânoinâ talantea hit nabè’i tpaek uabe namfau nane nabè’ kalu tmuî motivasi mâtanê ma tmeup tamép, tpaek lalan atomas. (Uab Metô/Dawan)
---------
Belajar hingga dapat menggunakan banyak bahasa itu mungkin jika kita mempunyai motivasi yang kuat dan berusaha keras dengan menggunakan cara yang tepat. (Bahasa Indonesia)
---------
Aprende to’o ita bele uza lian barak, ne’e bele se ita soi motivasaun be forte no halo esforzu be maka’as, ho uza métodu be loos. (Tetun Nasionál)
---------
To learn until we are capable of using a lot of languages is possible if we have strong motivation and make hard efforts by using appropriate methods. (English)
---------
Apprendre jusqu’on est capable d’utiliser beaucoup de langues est possible si on a de motivation forte, fait beaucoup d’efforts en utilisant des méthodes appropriés. (Français)
---------
Aprender hasta que seamos capaces de usar muchos idiomas es posible si tenemos motivo fuerte y hacemos muchos esfuerzos utilizando métodos apropiados. (Español)
---------
Lerni ĝis ni kapablas uzi multajn lingvojn estas ebla se ni havas fortan motivadon, faras multajn penojn, uzante taŭgajn metodojn. (Esperanto​)

Tanggapan positif dari para pembaca "dunia luar"

Gambar: www.google.com

Senang ketika melihat tanggapan positif dari para pembaca "dunia luar" bagi puisi-puisi yang saya tulis langsung (bukan terjemahan!) dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Portugis, dan Esperanto. Ini adalah bahasa-bahasa asing yang sering saya pakai untuk menulis puisi selain bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi, dan Melayu Kupang. Ya, masih perlu lebih banyak belajar untuk menulis lebih baik. Tulislah (puisi) dalam bahasa apa pun, termasuk bahasa daerah. Yang terpenting adalah pesan yang disampaikan lewat karya yang dihasilkan. Nikmati saja proses berkarya dan berbagi. Salam sastra!

Di mana Anda bisa membeli buku kumpulan puisi Dawan-Esperanto "Feotnai Mapules—Princino Laŭdata" (Belgia: Eldonejo Libera, 2016)


Sekadar informasi. Sudah beberapa kali saya ditanya teman-teman peminat puisi berbahasa Dawan apakah saya punya stok buku kumpulan puisi Dawan-Esperanto "Feotnai Mapules—Princino Laŭdata" (Antwerpen, Belgia: Eldonejo Libera, Desember 2016) untuk dijual di Indonesia. Berhubung saya tidak punya stok, saya selalu menganjurkan agar mereka membelinya dari situs penjualan ini. Terima kasih sebelumnya atas perhatian dan apreasi yang diberikan. Salam sastra!

Friday, June 30, 2017

PENJELASAN ATAS KEKALAHAN

Gambar: www.google.com

Karya: Aníbal Núñez

Ia telah duduk di hadapan garis musuh
di sebuah kursi goyang, dan menghindari
tembakan-tembakan, tersenyum: peluru pertama
membuat perempuan itu terluka parah.
Ia bakal terus bergoyang hingga semuanya kehabisan amunisi. 


Terjemahan Indonesia: Yohanes Manhitu 

Berbah, Yogyakarta, 29 Juni 2017

Tuesday, June 13, 2017

Sebait Sajak Penyambut Malam

Gambar: https://pictures.4ever.eu

Bila kau telah kutetapkan sebagai dermaga,
tak peduli apakah berlapis emas atau tembaga,
asalkan di sana rasa rinduku sirna bagai dahaga.
Pada kuatmu, kusandarkan harapan penghuni raga. 


(Yohanes Manhitu; Berbah, Yogyakarta, 13 Juni 2017)

LORON-TINAN KMANEK ba Jornál Semanál Matadalan ne'ebé ohin halo tinan dahaat!

Imajen: https://thumbs.dreamstime.com

Ho laran-haksolok no laran-moos, ha'u hato'o LORON-TINAN KMANEK ba Jornál Semanál Matadalan ne'ebé ohin halo tinan dahaat! Ha'u rasik espera katak jornál ida-ne'e sei sai matadalan nafatin ba sani-na'in lia-tetun rihun ba rihun iha Timór-Leste no mós fatin seluk. Obrigadu barak tanba hosi tinan 2013, Jornál Matadalan fó fatin luan nafatin ba ha'u-nia knaar literáriu tetun sira. Parabéns no susesu boot ba Matadalan no ninia ekipa tomak! Na'i fó-bensa.

Berita di Rubrik "Cultura" Harian Spanyol "El Norte de Castilla" (Senin, 12 Juni 2017)

Gambar: Cuplikan PDF versi cetak "El Norte de Castilla" (hlm. 37)

Kaget saja. Walaupun terjemahan Indonesia, Tetun Resmi, Dawan dan Melayu Kupang untuk puisi karya Aníbal Núñez belum saya kirim ke Spanyol, telah terbit berita tentang itu di harian Spanyol "El Norte de Castilla", yang didirikan pada tahun 1854. Berita itu muncul di rubrik "Cultura" (Budaya) pada hari Senin, 12 Juni 2017, dengan judul «La poesía de Aníbal Núñez trasciende rencillas localismos». Orang-orang itu sangat serius dengan puisi. ...hahaha
 
Catatan: Aníbal Núñez San Francisco (1944-1987) adalah seorang penyair produktif, pelukis, pengukir, dan penerjemah dari Salamanka, Spanyol.

Tuesday, June 6, 2017

Hari Ulang Tahun Ke-116 Putra Sang Fajar Soekarno (Bung Karno)


Foto: www.google.com
Tabik! Hari ini adalah hari ulang tahun ke-116 Putra Sang Fajar Soekarno (Bung Karno), yang lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Selamat ulang tahun, Bung Karno! Kiranya Bung tetap menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia di hadirat Sang Khalik. Puisi berikut ini untuk mewarnai hari ultah Sang Proklamator.
----------------------------------------------------

SEBUAH PENANTIAN SUCI*

Karya: Yohanes Manhitu

Kini kutahu, kunantikan seorang penyelamat negeri,
yang singkirkan duka dan taburkan benih veritas.
Sesepuh negeri dan sahabat karib sang dunia,
yang selalu ajarkan, cintai dan tulis kebajikan,
yang pelihara persahabatan juga kebijaksanaan,
yang hantarkan negeri kepada hidup penuh madu.

Kulihat seekor garuda datang dari gerbang luas nan baru
bawa malaikat yang ‘kan tebus dunia dengan kebenaran.
Ia yang berucap, “Bila rindu selamat, sucikan jiwamu!”
Kuyakin, kini sang negeri tak lagi cucurkan air mata.
Yang cinta pada negeri, cinta dirinya juga firdaus;
dan yang coreng durja negeri, mengukir maut.

Kupang, Timor Barat, 15 Maret 2003
--------------------------------------
*) Puisi ini hasil "keheningan" saya menjelang pemilu. Sebagai warga negara, saya selalu mengharapkan pemimpin terbaik bagi Bumi Pancasila ini.

Penerjemahan Adalah Kerja Peradaban

Gambar: www.google.com

Tabik! Sebenarnya duduk santai dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca saja puisi para penyair asing atau penyair dunia itu adalah sesuatu yang menyenangkan, tetapi itu cukup jarang saya lakukan. Saya justru lebih menikmati pembacaan dan penerjemahan karya-karya itu sekaligus dengan iringan musik klasik dengan instrumen apa saja. Dengan penerjemahan, tidak sebatas pembacaan, kita bisa bertolak lebih dalam ke relung sebuah karya.

Sejauh ini, saya telah menerjemahkan ke bahasa Indonesia (dan ada juga ke bahasa Dawan, Tetun Resmi, dan Malayu Kupang)—sebagian besar langsung dari versi asli—paling sedikit satu karya dari penyair-penyair berikut ini: Alfredo García Valdez (Meksiko), Alfredo Pérez Alencart (Spanyol), Arthur Rimbaud (Prancis), Charles Baudelaire (Prancis), Claudio Rodríguez Fer (Spanyol), Elena Liliana Popescu (Rumania), Emily Dickinson (AS), Fernando Pessoa (Portugal), Fray Luis de León (Spanyol), Gabriela Mistral (Cile), Ingrid Valencia (Meksiko), José Pulido Navas (Spanyol), Juan Cameron (Cile), Karol Józef Wojtyła (Polandia), Luís Vaz de Camões (Portugal), Octavio Paz (Meksiko), Pablo Neruda (Cile), Paul Verlaine (Prancis), Rabindranath Tagore (India), Ramón Hernández-Larrea (Kuba), dan William Auld (Inggris).

Terjemahan Indonesia karya-karya Alfredo Pérez Alencart, Claudio Rodríguez Fer, Elena Liliana Popescu, Fray Luis de León, Ingrid Valencia, José Pulido Navas, Juan Cameron, dan Ramón Hernández-Larrea telah diterbitkan dalam sejumlah antologi puisi multibahasa di mancanegara. Terjemahan lainnya belum diterbitkan, tetapi sebagian besar tersedia di internet (di blog, situs web, dll.).

Semoga daftar di atas terus bertambah. Setiap undangan untuk menerjemahkan dan ikut serta dalam antologi multibahasa di berbagai negara adalah berkat dan kesempatan untuk lebih banyak belajar. Penerjemahan adalah kerja peradaban yang usianya hampir sama dengan usia manusia di bumi. Salam sastra!

Profil dan Daftar Karya Saya di Katalog "Originala Literaturo Esperanta"

Gambar: www.google.com

Syukurlah! Sejak 2011, profil dan karya(-karya) saya dalam bahasa Esperanto bisa diakses dengan mudah di katalog "online" bernama "Originala Literaturo Esperanta" (Karya sastra asli berbahasa Esperanto sejak tahun 1898 hingga kini) di http://esperanto.net/literaturo/autor/manhitu.html yang dirancang oleh Sten Johansson, dengan keterangan berikut dalam bahasa Esperanto: "En la jena ttt-ejo troviĝas listoj de aŭtoroj, originalaj romanoj, noveloj/rakontoj, dramoj kaj poemaroj verkitaj originale en Esperanto kaj aperintaj de 1898 ĝis nun, ligitaj al dokumentoj kun pliaj informoj pri aŭtoroj kaj verkoj, inkluzive kelkajn centojn da recenzoj. La tuto formas ampleksan kaj kreskantan datenaron." Salam mesra,

Sunday, May 7, 2017

Saya tak pernah menyangka

Foto: Herminio M. Lelan

Sekadar kisah. Saya tak pernah menyangka bahwa hingga hari ini, saya tetap akrab dan berurusan aktif dengan bahasa Tetun (dasar bahasa Tetun Resmi), yang pertama kali saya kenal semasa bocah SD di pedalaman Enklave Oekusi-Ambeno (di Timor-Leste) puluhan tahun silam. Inilah bahasa Timor yang saya gunakan secara aktif di samping bahasa Dawan walaupun tinggal di Jawa. Di tempat nostalgis itu, untuk pertama kalinya saya mengenal bahasa Portugis, terutama lewat buku-buku Portugis tebal yang bergambar indah, milik orang tua teman yang sering dibawa ke sekolah, dan juga obrolan kaum terdidik di daerah itu. Terasa asyik dan menyenangkan menyimak omongan mereka walau saya tak mengerti bahasanya. Di kampung itu juga, saya menjadi bocah yang akrab dengan bunyi-bunyi bahasa Dawan, Tetun, Indonesia, dan Portugis; itu jauh sebelum bersentuhan dengan bahasa Inggris. Kata-kata Latin (seperti Gloria in excelsis Deo dll.) hanya terdengar ketika menghadiri misa besar. Salam,

Friday, May 5, 2017

Feliz Dia Internacional da Língua Portuguesa!


Feliz Dia Internacional da Língua Portuguesa!
Selamat Hari Internasional Bahasa Portugis!
Happy International Day of the Portuguese Language!
Bonne journée internationale de la langue portugaise!
¡Feliz Día Internacional de la Lengua Portuguesa!
Feliĉan Internacian Tagon de la Portugala Lingvo!
Loron Internasionál Kmanek Lia-portugés nian!
Tabê neu Uab Portugis In Neno Internasional!

Yogyakarta, Indonésia, 5 de maio de 2017

Imagem: O primeiro Dicionário Português-Indonésio, Indonésio-Português (Jacarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 14 de dezembro de 2015)

Selalu Ada Jalan Keluar

Foto: www.google.com

"Bandel" dan tidak cepat berpatah arang dalam dunia tulis-menulis itu sangat penting. Apabila naskahmu ternyata ditolak oleh penerbit, sebaiknya naskah itu dibaca kembali, buatlah perbaikan (kalau perlu), dan tawarkan lagi ke penerbit lain. Seperti manusia, tidak semua naskah punya nasib yang sama. Ada yang begitu cepat diterima dan diurus hingga terbit, ada pula yang ditolak berulang kali sebelum terbit. Ini soal waktu saja. Selalu ada jalan keluar. Salam mesra,

Wednesday, May 3, 2017

Kutipan dalam Disertasi Melody Ann Ross dari The University of Hawai'i, Amerika Serikat



Baru sempat baca. Ternyata beberapa bagian dari Pendahuluan Kamus Indonesia-Tetun, Tetun-Indonesia (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Edisi I, Juli 2007; Edisi II, April 2015) karya saya dikutip secara lengkap dengan terjemahan Inggris (pada hlm. 74) dalam disertasi Melody Ann Ross dari The University of Hawai'i, Amerika Serikat. Disertasi tersebut berjudul: ATTITUDES TOWARD TETUN DILI, A CREOLE LANGUAGE OF EAST TIMOR (2017). Bisa dibaca di sini. Kiranya kamus tersebut bermanfaat seluas-luasnya. Salam budaya!

Tuesday, May 2, 2017

AKU SEORANG SARJANA: Selamat Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2017)!

Gambar: https://www.pinterest.com

Tabik! Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun ini, saya bagikan puisi saya yang sudah sering saya bacakan sendiri pada syukuran wisuda sarjana (kalau diundang dan sempat datang). Semoga bermanfaat, terutama untuk peringatan historis ini. Selamat Hari Pendidikan Nasional!
-----------------------------------------------------

AKU SEORANG SARJANA

Karya: Yohanes Manhitu

bagi berjuta sarjana di tanah air

Sarjana, sebuah kata yang harus kuakui indah.

Ia pembius seribu jenis kemalasan mematikan
untuk jadikan bantal buku-buku tebal bergengsi.
Ia ukir sejuta kata bahagia di batin ayah bundaku.
Butir bening menetes dari sepasang mata kekasih.

Sarjana, teratai taman realitas yang patut mekar,
bukan daun kering dari rahim kemarau panjang.
Jangan pernah engkau enggan disebut sarjana!
Karena di tanganmu kukuhlah lentera zaman
untuk bawa terang pada dunia yang suram.

Sarjana, bukan visa ‘tuk menghuni firdaus,
bukan gelar bangsawan dari leluhur luhur,
bukan pula bendera pahlawan sok terkenal.
Itu kata indah dari syair kubangan keringat,
itu tetesan madu dari pipa saraf berdenyut.

Kupang, Timor Barat, 23 Januari 2004

Sunday, April 30, 2017

Riwayat Kata "Minggu" dan "minggu"

Foto: www.google.com

Kata pun punya riwayat. Kata "Minggu" dan "minggu" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Portugis "domingo" (dia de domingo) yang bermetamorfosis dari nama Latin "diēs Dominicus" (hari Tuhan). Dalam bahasa Dawan dialek Noemuti (Timor Barat), masih kita temukan kata serapan Portugis "rumingku". (Maklum, pada masa silam, Noemuti adalah daerah kantong Portugis, seperti wilayah Oekusi-Ambeno [di Timor-Leste]). Dan dalam bahasa Tetun Nasional, kita kenal nama hari "loron-domingu". Selamat hari Minggu dan salam mesra!

Pemimpin Gereja Katolik Ritus Timur dan Bahasa Prancis: Menurut "Pengintipan" Sambil Lalu

Foto Patriark Ibrahim Isaac Sidrak: YouTube
Menurut "pengintipan" sambil lalu saya di YouTube, tampaknya para pemimpin Gereja Katolik Ritus Timur, walaupun bisa berbahasa Inggris dan bahasa asing lain, lebih sering diwawancarai media asing dalam bahasa Prancis. Mereka sangat fasih berbahasa Eropa ini. Dua di antaranya adalah Patriark Bechara Boutros al-Rahi (Pemimpin Gereja Katolik Maronit, di Lebanon) dan Patriark Ibrahim Isaac Sidrak (Pemimpin Gereja Katolik Koptik, di Mesir). Umumnya mereka adalah poliglot yang sukses dan sangat inspiratif. Patut diteladani.

Monday, April 3, 2017

PUJANGGA WADOWICE (untuk 12 tahun wafatnya sastrawan termasyhur Karol Wojtyła)


Foto: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

Kemarin, tepat 12 tahun wafatnya sastrawan termasyhur Karol Wojtyła (mendiang Sri Paus Yohanes Paulus II, kini bergelar Santo) dari Polandia. Untuk mengenang beliau, saya membagikan---di blog ini dan Facebook---puisi dwibahasa yang saya tulis di Jakarta, beberapa tahun silam, ketika beliau masih hidup. Salam sastra!
--------------------------------------------------

PUJANGGA WADOWICE

Oleh: Yohanes Manhitu

Namanya Karol Jozef.
Usianya lewat sewindu.
Asalnya dari negeri Polska.
Alamatnya Bukit Vatikan.
Jabatannya "servus servorum".
Ia tulis syair-syair bertuah.

Kemarin sore, ia kulihat,
di layar kaca tanpa iklan.
Kemarin, ia pecah roti tipis
dan tuang anggur Sang Domba.
Sejuta insan rindukan suaranya.
Tak sedikit yang cibir ke arahnya.
Semoga benci berbalik cinta.

Suaranya bisa selembut sutra,
namun bisa pula sekeras baja.
Kakinya tapak lima benua.
Bibirnya ucap berganda tutur.
Takhta rasul tetap ia pelihara.
Salib Almasih ia panggul.

Pujangga Wadowice itu
obor batin dari kota abadi,
nahkoda bukit pusara suci,
wakil nyata Sang Guru Agung.
Roh Kudus menaunginya;
doaku menyertainya selalu.

Jatiwaringin-Jakarta Timur
21 April 2003
----------------------------

POET OF WADOWICE

By: Yohanes Manhitu

His name is Karol Jozef.
He is more than eighty years old.
Polska is his native land.
The Vatican Hill is where he resides.
'Servus servorum' is his office.
He writes verses of honor.

Yesterday afternoon, I saw him,
on the screen without advertisement.
Yesterday, he broke the thin bread
and poured the wine of the Lamb of God.
A million men are longing for his voice.
Many turn up their noses at him.
May hatred turn into love.

His voice can be as soft as silk,
but can also be as hard as steel.
He has trod many continents.
His lips say in many tongues.
The see of the apostles he keeps,
The cross of Christ he carries.

The poet of Wadowice
is a torch of heart from the eternal city,
captain of the hill of holy sepulcher,
visible vicar of the Great Master.
The Holy Spirit is upon him;
my prayers are always with him.

Jakarta - Easter, 2003

Sunday, April 2, 2017

ES LA HORA


Imagen: www.google.com

Por: Yohanes Manhitu

¡Dime si me amas!
Si no, ¡no me ames!
¡Dime si me quieres!
Si no, ¡no me quieras!

Mujer, es la hora.
La luna te espera
Mujer, soy amigo.
¿Por qué tienes miedo?

Si hoy no me dices nada,
mañana estarás abatida.
Porque mañana es otro día,
suplicarte será una ausencia.

Yogyakarta, febrero de 2005

Saturday, April 1, 2017

PODUL AȘTEPTAT, de Yohanes Manhitu

Gambar: Cuplikan dari film "Midnight in Paris".

Asyik! Satu lagi puisi asli Spanyol saya (berjudul: EL PUENTE ESPERADO) diterjemahkan ke bahasa Rumania oleh penyair beken Rumania Elena Liliana Popescu. Sejauh ini, sudah lima puisi Spanyol saya yang diterjemahkannya. Dua di antaranya terbit di edisi Januari-Maret 2016 majalah sastra Rumania Lumină Lină di New York, Amerika Serikat. Terima kasih. Salam sastra!
------------------------------------------

PODUL AȘTEPTAT

de Yohanes Manhitu

Două insule au nevoie de un pod
Care să le lege prin pură prietenie,
Două inimi așteaptă un pod
Care să le ducă la unitatea iubirii.

Acum, podul este un vis grandios
Care vine din două corpuri triste.
Podul va fi un miracol al lui Dumnezeu
Pentru două inimi distanțate.

În seara asta încă scriu poezii
Pentru a duce gândurile mele curate
În realitate, departe de visele mele.
Dar podul așteptat este un vis.

Samosir, Indonesia, mai 2003

Traducere de Elena Popescu
----------------------------------

EL PUENTE ESPERADO*

Por: Yohanes Manhitu

Dos islas necesitan un puente
Que las conecte en pura amistad,
Dos corazones esperan un puente
Que los lleve a la unidad del amor.

Ahora el puente es un gran sueño
Que viene de dos cuerpos tristes.
El puente será un milagro de Dios
Para dos corazones desconectados.

Esta noche todavía escribo poemas
Para llevar mis puros pensamientos
A la realidad, lejos de mis sueños.
Pero el puente esperado es un sueño.

Samosir, Indonesia, mayo de 2003

---------------------------------------
*) Puisi Spanyol ini terbit di antologi bersama LOS POETAS Y DIOS (León, Spanyol: Excma. Diputación Provincial de León, 2007).

Friday, March 31, 2017

CAHAYA YANG LEMBUT*


Gambar: www.google.com

Oleh: Elena Liliana Popescu

Nyalakan lilin di tengah kamar
yang menantikan cahaya tipisnya.
Balut jiwamu dengan busana tersederhana,
untuk dengan pantas menyambut tutur lembutnya.

Dan biarkan sinarnya yang termurni menerobos
ke setiap sudut untuk meneranginya.
Teruslah berjaga agar tiada yang tersembunyi
ketika ia mengenal jiwamu yang asing.

Yogyakarta, 4 September 2015
------------------------------------

Versi asli (berbahasa Rumania):

LUMINĂ LINĂ

de Elena Liliana Popescu

Aprinde candela-n lăuntrica odaie
ce-aşteaptă prefirata ei lumină.
Îmbracă-ţi sufletu-n cele mai simple straie
să-ntâmpini potrivit rostirea-i lină.

Şi lasă raza-i preacurată să pătrundă
în fiece ungher, străluminându-l.
Veghează ne-ntrerupt, nimic s-ascundă,
necunoscutul suflet cunoscându-l.

----------------------------------
*) Puisi ini dan 21 puisi terjemahan Indonesia saya---yang dibuat berdasarkan versi Spanyol, Prancis, Portugis, dan Inggris---terbit dalam "DACĂ AI ȘTI" (Andai Kautahu), antologi puisi multibahasa (29 bahasa dunia) yang diterbikan oleh Editura Pelerin di Bukares, Rumania, pada tahun 2015. Ke-22 puisi dalam 29 bahasa tersebut diterjemahkan dari karya-karya penyair Rumania, Elena Liliana Popescu (http://www.elena-liliana-popescu.ro/en/about.htm).