Wednesday, March 28, 2007

Menilik Bahasa Spanyol di Tanah Air

Oleh: YOHANES MANHITU*

Indonesia tak hanya kaya akan beratus-ratus bahasa nusantara, tetapi juga menjadi ladang subur bagi penyebaran berbagai bahasa asing, yang kehadirannya didorong oleh berbagai macam motivasi, misalnya motivasi ekonomi, budaya, teknologi, politik, dll. Pada sebuah acara pembacaan puisi internasional di Centre Culturel Français (CCF) – Pusat Kebudayaan Prancis (LIP) – Yogyakarta, pada bulan Maret 2005 dalam rangka Le Printemps des Poètes (Musim Semi Para Penyair), jelas terlihat betapa banyaknya bahasa asing yang hadir di tanah air. Ada bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Portugis, Italia, Jerman, Belanda, Rusia, Korea, Tetun, Turki, Jepang, dan Mandarin. Dari beberapa sumber siber tampak bahwa bahasa Esperanto pun mulai dikenal di negara kita.

Di antara bahasa-bahasa yang disebutkan di atas, penulis ingin mengajak pembaca untuk secara sepintas mencoba menilik kehadiran bahasa Spanyol di tanah air. Bahasa Spanyol, secara geografis, memiliki sangat banyak penutur di dunia, dan merupakan salah satu bahasa resmi di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, Uni Afrika, serta badan olahraga internasional seperti WBA (World Boxing Association). Menurut ensiklopedia Wikipedia (yang terdapat di internet), bahasa Spanyol merupakan bahasa ketiga atau keempat yang memiliki penutur terbanyak di dunia dan digunakan oleh 352 juta orang, atau 147 juta orang termasuk yang bukan penutur asli (menurut perkiraan tahun 1999). Masih menurut sumber yang sama, sebagian besar penutur bahasa ini berdiam di Spanyol, Amerika Latin, Amerika Serikat, dan Filipina.

Di masa lampau, bangsa Indonesia hampir tidak pernah memiliki kontak budaya dengan Spanyol, kecuali kehadiran Fransiskus Xaverius, seorang pastor Yesuit berkebangsaan Spanyol yang pernah melakukan pengabaran Injil (evangelisasi) di Kepulauan Maluku dan beberapa wilayah di Asia dari tahun 1546-1552. Hal ini dapat dibuktikan dengan minimnya kata-kata pungutan dari bahasa Spanyol dalam bahasa nasional kita. Kalaupun ada – misalnya kata Don Juan, sombrero (topi lebar yang biasa dipakai pria Meksiko), dan mestizo – hampir dapat dipastikan bahwa kata-kata ini baru muncul di kemudian hari, di alam kemerdekaan. Kemungkinan besar kata-kata ini masuk ke perbendaharaan kata bahasa Indonesia melalui bahasa Inggris. Namun dewasa ini, kehadiran salah satu bahasa “Latin modern” ini semakin terasa di bumi Indonesia. Ia ada bukan berkat jasa para awak kapal Victoria dalam armada Fernando de Magallanes (Portugis, Fernão de Magelhães), melainkan oleh usaha para penutur bahasa Spanyol modern yang secara giat memperkenalkan bahasa ini kepada penduduk Indonesia, lewat berbagai upaya. Saat ini, secara institusional, bahasa Spanyol diajarkan di Pusat Bahasa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadja Mada, Universitas Indonesia dan Universitas Trisakti. Di Jakarta, telah hadir pula Instituto Cervantes (Aula de Yakarta), yang dua kali setiap tahun menyelenggarakan ujian internasional bahasa Spanyol (kurang-lebih mirip dengan TOEFL), yaitu DELE (Diploma de Español como Lengua Extranjera). Upaya-upaya pengenalan bahasa Spanyol di Indonesia juga didukung dengan berbagai kegiatan budaya, misalnya konser gitar klasik Spanyol di beberapa kota besar di Indonesia (yang sering menampilkan gitaris Rahmat Raharjo, dkk.), pameran fotografi tentang Negara Spanyol, pertunjukan wayang (marioneta) Bambalina Titelles dari Valencia, dan pemutaran film Spanyol. Disadari atau tidak, ternyata media audio dan audio-visual, seperti film-film berbahasa Spanyol, lagu-lagu Julio Iglesias, Enrique Iglesias, dan Ricky Martin serta berbagai tayangan telenovela di layar televisi-televisi Indonesia – misalnya seri Betty La Fea yang sebelumnya cukup populer di Indonesia –turut memotivasi orang untuk belajar bahasa Spanyol dan mengenal kebudayaan negara-negara penuturnya. Menurut pandangan penulis, seri-seri telenovela akan memiliki lebih banyak nilai tambah bagi mereka yang sedang belajar bahasa Spanyol apabila ditayangkan dalam bahasa aslinya dan diberi teks bahasa Indonesia. Namun demikian, kebijakan sulih suara (dubbing) adalah langkah yang patut dihargai.

Faktor pendukung lain bagi kehadiran bahasa Spanyol di tanah air adalah ketersediaan terjemahan karya-karya para pengarang berbahasa Spanyol. Di antaranya adalah “Seratus Tahun Kesunyian” (Cien años de soledad) dan “Sang Jenderal dalam Labirinnya” (El general en su laberinto) karya novelis Kolombia pemenang Hadiah Nobel Sastra 1982, Gabriel García Márquez, dan beberapa kumpulan puisi masing-masing adalah karya Pablo Neruda (penyair asal Chile, pemenang Hadiah Nobel Sastra 1971) dan Octavio Paz (penyair Meksiko, pemenang Hadiah Nobel Sastra 1990). Baru-baru ini di Jogja telah terbit buku terjemahan puisi yang berjudul Luka Tunggal Sang Pencinta, yang adalah kumpulan puisi Alejandara Pizarnik, seorang panyair kelahiran Buenos Aires, Argentina. Terjemahan-terjemahan itu sendiri tentu saja tidak dapat secara langsung membantu proses belajar bahasa Spanyol, kecuali memperkenalkan khazanah budaya negara-negara berbahasa Spanyol kepada para pembaca Indonesia. Namun demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa suatu ketika pembaca akan tergoda untuk melirik bacaannya dalam bahasa aslinya, bahasa yang digunakan sang pengarang untuk menulis karyanya. Dan untuk itu, mau tidak mau ia harus belajar bahasa Spanyol.

Walaupun di Indonesia penyebaran bahasa Spanyol belum seluas dan selancar beberapa bahasa asing yang lain, mempelajarinya akan memberikan nilai plus, karena peluang Anda untuk berinteraksi dengan jutaan orang dan menambah wawasan terbentang luas di depan mata. Apalagi di zaman siber ini. Tentu saja Anda dapat juga menggunakannya untuk membina dan/atau menunjang karier di beberapa bidang, seperti pariwisata, perhotelan, perusahaan asing, diplomasi, dll. Dan secara linguistik, dengan kemampuan bahasa Spanyol yang memadai, akan mudah bagi Anda untuk mempelajari bahasa-bahasa yang serumpun, misalnya bahasa Portugis, Italia, Prancis, Rumania, dll.

Bahasa Spanyol, sebagai salah satu bahasa internasional, telah hadir di tengah-tengah kita. Kita dapat menanggapinya sebagai penonton, alias secara pasif, atau perlahan namun pasti mulai berusaha mengenalnya lebih jauh, sesuai dengan tujuan belajar setiap orang. Bagi mereka yang berminat untuk mempelajari bahasa Spanyol, memiliki buku pelajaran dan kamus-kamus buah karya Milagros Guindel barangkali menjadi pilihan yang cukup tepat, mengingat sedikitnya literatur dan buku-buku pendukung di tanah air. Menurut hemat dan pengalaman penulis, orang-orang yang telah memiliki pengetahuan yang memadai akan salah bahasa rumpun Romawi – misalnya bahasa Portugis, Prancis, atau Italia – akan menemukan kemudahan dalam mempelajari bahasa Spanyol. Karena pada dasarnya bahasa-bahasa ini memiliki karakteristik bahasa yang sangat mirip. Dan kita tinggal menghubungkan “benang merah” kebahasaan di antara mereka.

Cara belajar bahasa Spanyol pada dasarnya sama dengan cara belajar bahasa-bahasa asing lainnya. Seluruh proses pembelajaran difokuskan pada keempat keahlian (skill) utama, yaitu membaca (comprensión de lectura), menyimak (comprensión auditiva), berbicara (expresión oral), dan menulis (expresión escrita), yang sudah tidak asing bagi kita. Dan di luar kelas, misalnya, setiap orang dapat menunjang belajar dengan cara: (1) rajin membaca buku atau teks berbahasa Spanyol (dapat diperoleh di Internet) dengan bantuan glosarium atau kamus; (2) suka menyimak kaset dan radio. Arsip audio banyak tersedia di radio-radio online di Internet. Menonton film Spanyol akan membantu meningkatkan kemampuan audio-visual; (3) rajin mempraktekkan bahasa secara lisan adalah kebiasaan yang sangat baik. Hal ini penting untuk membangun rasa percaya diri dan berlatih menggunakan bahasa secara natural; (4) selalu membiasakan diri untuk menulis email pendek kepada seorang sahabat (penutur bahasa Spanyol) adalah kebiasaan yang mengasyikkan dan penuh dengan tantangan, karena untuk memahami tulisan orang dan membalasnya adalah sebuah proses belajar yang tidak kalah serunya dengan menghadiri sebuah kursus; (5) berusaha mencari dan menemukan komunitas penutur Spanyol yang tepat. Hal ini penting agar hubungan komunikasi dalam bahasa Spanyol tetap terjaga dan semangat belajar selalu terpelihara. Untuk para wanita yang tinggal di Jakarta dan tertarik untuk berinteraksi dengan penutur bahasa Spanyol, salah satu komunitas yang cocok untuk maksud ini adalah Club de Señoras de Habla Hispana (Perhimpunan Wanita Penutur Bahasa Spanyol) yang berpusat di Jakarta. Namun bila mengalami kesulitan untuk melakukan tatap muka dengan penutur bahasa Spanyol, usahakan untuk menemukan komunitas di Internet. Cobalah bergabung di sebuah mailing list. Bagi pemula, disarankan untuk memilih mailing list dwibahasa (bilingual). Tambahan pula, bagi mereka yang sedang atau telah mempelajari lebih dari satu bahasa asing, sikap diskriminatif terhadap sebuah bahasa yang dipelajari adalah awal dari kelunturan semangat untuk mencapai penguasaan yang proporsional akan bahasa itu.

Setiap bahasa – termasuk yang digunakan oleh suku-suku yang amat tradisional dan sangat terisolasi – memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Dan dipelajari sesuai dengan kebutuhan setiap pribadi. Ada pribadi yang hanya ingin mengenalnya secara sepintas, ada yang ingin sekadar bisa bercakap-cakap, dan ada pula yang secara serius dan total menggelutinya. Setiap orang bebas membuat pilihannya. Bahasa Spanyol dapat diumpamakan sebagai sekuntum bunga asing di taman tropis, tempat bunga-bunga asing tumbuh berdampingan dengan yang pribumi. Masing-masing mengeluarkan aroma yang semerbak dan dapat dipetik untuk seribu satu maksud. Selamat membuat pilihan!
.
.
* Penulis adalah peminat bahasa dan sastra, penyusun Kamus Indonesia-Tetun, Tetun-Indonesia, dan turut menyusun TruAlfa Indonesian-English Dictionary, tinggal di Yogyakarta.

37 comments:

Martha said...

Hmm.. artikel Anda sangat menarik, dan kebetulan saya memang sedang tertarik untuk blajar bahasa Spanyol krn berencana utk menetap beberapa saat di Dominika, bulan depan. Sy tinggal di Jakarta, dan sangat kesulitan menemukan buku yg tepat utk belajar Spanyol. Sy menemukan bbrp buku di Kinokuniya book store, namun tidak menemukan satu buku yg lengkap mencakup grammar, kamus, bahasa sehari2, dan kata2 dasar dll. Apa Anda bisa memberi referensi?
Terima kasih. Sukses selalu

Yohanes Manhitu said...

Hi, Sdri Marta. Terima kasih atas kunjungan Anda ke blog saya dan pujian Anda bagi artikel ini. Memang cukup sulit untuk mencari buku-buku bahasa Spanyol yang lengkap di Indonesia. Saya sarankan agar Anda mencari buku tata bahasa - yang berjudul Colorín Colorado - dan kamus-kamus karangan Milagos Guindel. Semoga informasi ini membantu Anda. Sukses selalu. Adios.

Unknown Author said...

Saya setuju dgn Martha. Article anda sungguh menarik. bebrapa thaun lalu sy mempelajari bahsa perancis etah kenapa si semester 2 sy benci sekali dengan guru yg mengajar sehingga menyebabkan sy meninggalkan bangku kursus. Rencana sy mau meneruskan bahasa perancis lagi tetapi sy juga tertarik dgn bahsa spanyol. Sy punya seorang teman dari mexico, saat saya mencoba melafalkan kata2 dlm bhs spanyol...sy terdengar spt bicara dg gaya perancis contohnya como...otomatis sy membaca menjadi (komong) atau por favor terdengar seperti pour dlsbnya...jadi sy suka tertawa geli sendiri. diarticle anda menyebutkan rumpun bhs romawi adlh italy, perancis. jika fasih perancis - sy bisa dengan mudah mempelajari spanyol jadi menurut anda, apakah sy sebaiknya melanjutkan kursus bhs perancis saya terlebih dahulu?

Yohanes Manhitu said...

UNKNOWN AUTHOR yang baik, terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda. Profil guru memang penting bagi pembelajaran bahasa asing. Kadangkala menyukai guru bisa berarti menyukai materi yang diajarkan. Soal bahasa Prancis mempengaruhi pengucapan bahasa Spanyol Anda, saya pikir, cara yang tepat adalah berusaha untuk disiplin dalam pengucapan. Ini penting! Ucapakanlah kata-kata setiap bahasa menurut aturannya, walaupun hal ini perlu usaha yang cukup serius. Saya yakin, Anda bisa belajar bahasa Spanyol dan Prancis secara bersamaan. Tidak soal. Semuanya tergantung pada usaha Anda. "Querer es poder", "Vouloir, c'est pouvoir", "Di mana ada kemauan, di situ ada jalan". Apakah Anda pernah belajar bahasa Esperanto? Selamat mencoba dan semoga sukses. Wasalam!

Tyo said...

Hola Sr. Yohanes!
Primero, Gusto en Conocerte..
Soy Tyo. Tu hablas Espanol muy bien, quiero a preguntarte donde comprendio el espanol?
estaba un estudiante del intercambio a Estados Unidos y estudiaba el espanol porque casi todos en california, como mi familia y mis amigos hablan en espanol, y puedo hablar en espanol un poquito..
Pero ahora, desde volve aqui en jakarta,
no puedo hablar en espanol mas y mi espanol es muy mal..
Espero que tu puedo a ayudarme, porque quiero a practicar en espanol mas y yo no se donde puedo hablar en espanol.
Sabes donde un instituo de espanol o algunas lugares que puedo a practicar en espanol.
Pienso que voy a sacar un curso de espanol pero pienso que va ser no barato.
Y pienso que voy a comprender la franses tambien.
Que te parece?
I'm sorry if my spanish is very bad, i haven't spoken it since 2 years ago.
And i want to ask you, is learning languages will be very beneficial for us, although we don't know where we're gonna use it and that we'll be useless?
Saya sekarang kuliah di STAN, dan saya pikir bidang saya tak terlalu ada kaitannya dengan bahasa asing selain bahasa inggris, would it be useless?
Namun, saya sebenarnya masih ingin belajar bahasa spanyol, karena ketertarikan saya yg tinggi tapi saya lebih kepingin masuk ke komunitas berbahasa spanyol, ketimbang ikut kursus, karena saya pernah ikut kursus kedutaan venezuela, tp levelnya terlalu rendah jadi malah saya ikut ngajarin mereka juga..
Dan kalau yang di aula cervantes bukannya mahal ya?
Saya juga kepingin sih belajar bahasa prancis, atau apakah menurut Pak Yohanes lebih baik saya mendalami bhs spanyol terlebih dahulu?
Tolong berikan saran dan masukan bagi saya..
Muchas Gracias!

Yohanes Manhitu said...

Saudara Tyo,

Menurut hemat saya semua bahasa menarik. Tetapi sebaiknya Saudara membuat prioritas. Apabila, menurut Saudara, belajar bahasa Inggris lebih urgen karena dibutuhkan untuk tujuan kuliah, belajarlah bahasa Inggris dengan baik agar bisa mencapai kemampuan yang maksimal. Saya pikir kemampuan bahasa Inggris Saudara akan banyak menolong dalam belajar bahasa asing lain.

Saya percaya, Saudara sudah mempunyai kemampuan dasar bahasa Spanyol, jadi mencari komunitas penutur bahasa itu akan banyak membantu. Menurut informasi yang saya peroleh, Aula Cervantes memiliki mutu pengajaran yang bagus.

Sejauh pengetahuan saya, bahasa Prancis lebih sulit daripada bahasa Spanyol. Akan terasa lebih mudah bila belajar bahasa Prancis dipelajari lebih dahulu. Saya pernah belajar kedua-duanya pada waktu yang bersamaan. Cukup sulit, namun sangat menantang. Silakan mencoba. Semoga sukses! Wasalam

Yohanes Manhitu said...

Querido amigo Tyo,

En mi opinión, todos los idiomas tienen su propia belleza y propia importancia. Lo que hay que hacer es eligir lo que se necesita. A decir verdad, no hay un idioma que es mejor que el otro debajo del cielo. Pero nosotros, los seres humanos, tantas veces, por nuestra propia voluntad, hacemos comparación y competición para ellos, que no saben actuar. Casí siempre un idioma se considera mejor o más fuerte que el otro porque sus hablantes son economica y tecnologicamente más fuertes que los del otro. Un cordial saludo.

Anonymous said...

hm..saya ingin bertanya..apakah anda tahu tempat kursus bahasa spanyol yang bagus di jakarta? saya sangat ingin belajar bahasa spanyol.
Terima kasih sebelumnya :)

Yohanes Manhitu said...

Saya kira tempat/lembaga berikut ini adalah yang terbaik di Jakarta.

Aula Cervantes, Yakarta
Universitas Trisakti / Kampus G / Jl. Kyai Tapa, 100 / Grogol Jakarta Barat 11440 Tel.: +62 21 2556 9002
Sr. D. Rafael Martín García Fax: +62 21 2556 9002
http://www.trisakti.ac.id aula.yakarta@cervantes.es

dadan said...

mucho gusto,finalmente encuentro otro lo quien aprender este idioma.
me llamo dadan, estudio español hace desde dos años pero no es facil encontrar alguien para ser compañero en hablar español en mi ciudad de Bandung.
Me gusta este idioma por que es idioma muy bonita y su pronunciación es muy clara.
Si intereses, podrías escibirme a mi e-mail dadan_cool@yahoo.com
Gracias.

Ghia said...

Menarik sekali artikel nya. Saat ini saya sedang merencanakan utk sekolah bahasa dan selanjutnya utk mengambil kuliah S2 ke Madrid, apakah Anda tahu dimana tempat agen pendidikan ke Spanyol? Karena bbrp kampus yang saya tuju sampai sekarang belum memberi balasan email dan saya memang belum bisa sama sekali berbahasa Spanyol. Terimakasih. Tuhan memberkati..

Anonymous said...

Hi..saya ingin bertanya..apa bahasa spanyol dari kata "best"..thx sebelumnya

Anonymous said...

holla,anonymous. best in spanish is " el mejor"

pouk said...

holla,anonymous. best in spanish is " el mejor"

Yohanes Manhitu said...

Maaf ya, saya baru sempat membalas sekarang. Jawaban yang lebih lengkap adalah el mejor, atau la mejor, bergantung pada jenis kelamin kata benda yang digunakan. Contoh: (1) La mejor ciudad del mundo (Kota terbaik di dunia); (2) El mejor producto de SONY (Produk terbaik SONY); (3) Ella es la mejor (Dialah [perempuan] yang terbaik); (4) Él es el mejor (Dialah [laki-laki] yang terbaik). Untuk mengetahui lebih jauh tentang bentuk "superlativo", silakan membaca buku atau sumber lain. ¡Que tengas suerte!

johan said...

mas, mas kalau mau mendapat mater-materi pembelajaran bahas spanyol lewat internet ada nggak ya? kalau ada alamat webnya apa? terus tau nggak tem,pat untuk mendownload lagu-lagu spanyol mp3 (gratis tentunya, hehehe)

Anonymous said...

Hola Yohanes....
Buenos noches,Como estas?
Nice article..:)
Dimana belajar spanish?
Mau tahu donk informasi atau intitusi tentang kuliah or belajar bahasa spanyol di Madrid?
Udah 2 kalik e Madrid..and I really love it and I reallywant to learn spanish.

Di tunggu yah informasinya.

Gracias muchos.

Adios

Anonymous said...

halo pak yohanes, saya ayu.saya ingin bertanya kepada anda seputar bahasa spanyol.Begini saya merupakan salah satu mahasiswi di salah satu PTN,di PTN saya tersedia semacam program studi "bahasa minor" untuk bahasa portugal, spanyol dan italia...Saya berniat mengambil mata kuliah dari salah satu program studi bahasa minor tersebut.Yang ingin saya tanyakan sebaiknya saya mengambil bahasa yang mana diantara ketiga bahasa tersebut.Memang saya juga mendengar kalau ketiga bahasa tersebut plus bahasa perancis satu rumpun.sehingga kalau kita menguasai salah satu bahasa tersebut akan lebih mudah mempelajarinya.Dan di antara 4 bahasa tersebut saya pernah mendengar dari cerita orang kalau sebaiknya kita terlebih dahulu menguasai bahasa perancis.karena ke tiga bahasa yang lainnya merupakan bahasa "turunan" dari B.Perancis,sehingga jika kita sudah menguasai bahasa perancis kita dapat dengan mudah menguasai bahasa "turunannya".Yang kedua apakah sebaiknya saya mengambil bahasa italia saja,karena beberapa senior saya mengatakan kalau bahasa italia"lebih mudah" dari 3 bahasa yang lain, bahkan senior saya dapat memperoleh pekerjaan karena kemampuan bahasa italia yang dia miliki bukan karena program studi yang dahulu dia pelajari.Tetapi dari dalam lubuk hati yang paling dalam saya ingin sekali mempelajari bahasa spanyol walaupun senior saya ada yang merasa kapok karena telah mengambil mata kuliah tersebut.Karena di ujian tengah semester dia hanya memperoleh nilai 1.Mendengar hal itu saya jd sedikit ragu dan takut.Sedangkan bila saya mendengar cerita dari senior saya yang mengambil mata kuliah b.portugal mereka mengatakan bahwa dosen b.portugal sangat baik,mudah dimengerti dalam mengajarnya,dlll.Jd apa yang harus saya lakukan pak,karena setelah mendengar banyak cerita2 dari senior saya,saya menjadi lebih banyak menimbang2 agar tidak salah pilih.oleh karena itu saya menanyakan hal ini kepada bapak yohanes.yang mempunyai kemampuan dalam bidang ini..Terima Kasih

Yohanes Manhitu said...

Sdri. Ayu, semua bahasa yang Anda sebutkan itu sama-sama baik dan menarik. Namun, saya perlu koreksi, bahasa Portugis, Italia, dan Spanyol bukan turunan dari bahasa Prancis. Yang benar, bersama-sama dengan bahasa Prancis (dan sejumlah bahasa ‘kecil’ lainnya), mereka adalah turunan langsung dari bahasa Latin populer, yang pada masa silam digunakan di daerah-daerah jajahan kekaisaran Romawi (Imperium Romanum). Karena berasal dari sumber yang sama, bahasa-bahasa ini mirip tetapi tak sama sehingga tidak ada jaminan bahwa dengan kemampuan berbahasa Prancis lantas seseorang bisa secara otomatis berbahasa Portugis dengan fasih. Memahami bahasa Malaysia yang masih “saudara dekat” bahasa Indonesia saja kita kadang bingung….hehehe. Soal bahasa mana yang harus dipilih, menurut hemat saya, perlu disesuaikan dengan minat dan kebutuhan pribadi (terutama untuk masa depan). Misalnya, seseorang belajar bahasa Prancis karena tertarik pada kekayaan ilmu sosial di Prancis; belajar bahasa Spanyol karena tertarik pada kebudayaannya, atau bahasa Italia karena kekayaan seninya. Saya pikir, tidak ada hal yang terlalu sulit untuk dipelajari bila kita sungguh-sungguh berkemauan keras (Vouloir, c’est pouvoir). Bahkan untuk mempelajari suatu bahasa - bila yakin bisa mandiri - tidak perlu melalui lembaga bahasa; dengan cara otodidak saja asal bisa disiplin dan terus-menerus meningkatkan kemampuan. Tentu saja tidak ada yang bersifat instan, seperti makanan cepat saji. Ada orang bijak yang berkata, "Jika Anda ingin menikmati indahnya kupu-kupu, Anda harus tahan berlama-lama menatap kepompong." Faktor pengajar juga penting, tapi itu bersifat eksternal saja. Yang lebih penting adalah dorongan internal. Selamat menentukan pilihan dengan mantap tanpa terpengaruh oleh pengalaman orang lain, karena daya serap ilmu yang dimiliki setiap orang tentu berbeda. Yakinlah bahwa Anda pasti bisa. Semoga sukses.

Farrah said...

Hi, Pak Yohanes.Saya ingin sekali bisa menguasai bahasa spanyol,tetapi bingung mulainya darimana. Dapat diketahui sebelumnya saya belum pernah belajar sama sekali bahasa Spanyol alias "buta".Langkah pertama apa yang harus saya lakukan? Buku seperti kamus saku Spanyol-Indonesia karangan Milagos Guindel telah saya miliki, dan buku tata bahasa yang berjudul Colorin Colorado yang Bapak saranin buat sdri Martha itu, saya juga akan membelinya nanti.
Saya juga berharap dapat belajar dari audio cara pengucapan dan penglafalan sebuah kata maupun kalimat dalam bahasa Spanyol yang tepat, karena belajar dari buku tanpa audio itu kita tidak akan mengerti bagaimana bunyi pengucapannya yang tepat dan benar. Apakah Bapak bisa memberi referensi mengenai audio atau dvd film atau sejenisnya dan langkah apa buat orang awam seperti saya yang baru pertama kali mau mempelajari bahasa Spanyol?adakah guru private yang datang ke rumah, bisa memberi sedikit informasi atau no telf yang bisa saya hubungi nanti? Selain buku-buku di atas, masih ada referensi buku yang lain untuk saya?
Terima kasih. God Bless You.

nory said...

hola..

soy nori

saya ingin sekali bisa belajar bhasa spanyol .. bulan depan saya juga akan mengikuti lomba duta remaja tingkat prov-nasional..dan untuk prepare saya disarankan untuk menguasai b.asing.. akhirnya saya memilih spanish.. tapi karena jarang ada tmpt les b.spanyol.. saya sempat linglung juga.. saya mempunyai 1 kamus spanyol tp masih agak sulit saya mempelajarinya terutama tentang gramatikanya.. apalagi waktu saya tinggal 1 bulan belajar b.spanyol untuk pemilihan nanti.

menerut anda ada tidak cara yang simple dalam mempelajari bhasa tersebut.. saya juga termasuk sangat pemula...

Yohanes Manhitu said...

Untuk Sdri. Farrah: Maaf ya, baru bisa balas sekarang. Belajar bahasa Spanyol, seperti bahasa lain, bisa dimulai kapan saja segera setelah ada buku-buku atau saran penunjang lainnya. Cara belajar setiap orang tidak sama; ada yang mulai dengan mempelajari gramatika, membaca, mendengarkan, dan berbicara. Ada orang lain yang lebih cocok dengan cara menghafalkan contoh-contoh dalam buku percakapan. Cobalah mulai dengan cara yang dianggap paling mudah dan menyenangkan, misalnya belajar cara memberi salam dalam bahasa Spanyol, dilanjutkan dengan angka dan lain-lain. Jangan mulai dari yang sulit karena akan membosankan dan membuat putus asa. Semoga membantu ya. Salam. ¡Que tengas suerte!

Yohanes Manhitu said...

Untuk Sdr/i Nori: Setahu saya, tidak ada cara yang (paling) mudah untuk menguasai sebuah bahasa dalam waktu yang terlalu singkat. Hukum belajar bahasa adalah berbuat banyak, mendapat banyak. Dan belajar sebuah bahasa adalah belajar cara berpikir yang baru. Tetapi, jangan khawatir, kalau untuk sekadar tahu, bisa mulai dengan menguasai kata-kata kunci dan frase-frase penting dalam bahasa itu. Ini sudah termasuk langkah awal yang bagus. Semoga kamu terbantu ya. Gracias

Anonymous said...

Kepada pak Yohanes,
saya membaca artikel Anda, kebetulan saya tahu sedikit ttg bahasa spanyol, berhubung sudah lama tidak menerapkannya lg, banyak sekali yg telah saya lupakan, saya ingin menyegarkan kembali dan memperdalam bahasa spanyol saya, ada saran untuk saya pak?
saya tiggal di surabaya, ada info tempat atau orng yg bisa membantu saya tidak ya pak?
terima kasih sebelumnya
email : crakata@yahoo.com

Anonymous said...

Curso de Español (Intensivo)
Jalan Pemuda 66
Gdg. Grapari Telkomsel
(021) 4786 7640

Anonymous said...

saya sangat tertarik dengan bahasa spanyol kira2...ada gak ya kursusnya di bandung....thx b4

bani said...

holla.. como estas..

pak Yohanes...

saya mau tanya,, kalau mau belajar bahasa spanyol dimana yang sekaligus ada program home stay kayak EF gitu pak....

pak, beneran nih saya musti bisa bahasa spanyol bagaimanapun caranya.. hehe.. udah belajar sendiri sih.. tapi kan enakan belajar sama orang juga, jadi lebih membuka wawasan. dan lebih termotivasi..
rencana nya saya mau belajar intensif beberapa bulan, lalu untuk dilanjutin home stay 1-3 bln untuk practice langsung nya..

saya bener2 niat nih pak.. tolong di bantu ya.. minta info nya,,

gracias...

Toni said...

Pak Yohanes,

saya toni berada di surabaya.
saya ingin belajar bahasa spanyol, tapi tidak tahu tempat untuk kursus. Apakah Pak Yohanes memiliki informasi kursus spanyol di surabaya?

Terima kasih

Aleena Marshall said...

Kepada Yth Bapak Yohanes

Saya tertarik untuk belajar bahasa Spanyol, khususnya karena sekarang saya punya teman dari Mexico, dan saya ingin sekali bisa berkomunikasi dengan dia dalam bahasa Spanyol.
Saya sempat membaca comment bapak tentang lembaga yang paling bagus menurut bapak untuk belajar bahasa Spanyol, yaitu di Univ. Trisakti. Saya mendapat informasi dari teman tentang tempat untuk belajar bahasa Spanyol, yaitu di Language Corner, Radio Dalam. Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah tempat tersebut juga bagus untuk belajar bahasa Spanyol menurut bapak? Karena Univ. Trisakti lokasinya terlalu jauh dari rumah saya.
Saya butuh saran dari bapak.
Terima kasih banyak

tariz said...

hallo slmt sore,, saya senang sekali membaca artikel anda,
saya tariz dari jakarta..
yang pertama saya tertarik dgn bahasa spanyol aksen yang di ucapkan sama seperti bahasa indonesia,,
saya suka lagu2 bhs spanyol wlaupun saya tdk tau artinya,,selain kursus bahasa spanyol dijakarta,,Adakah kumpulan komunitas bahasa spanyol di jakarta,,? dimanakah itu,,boleh dong saya ikut gabung,,thank's

Se7en Sunday .inc said...

disculpe..!!estudiar espana es interesante,,hermano.!!
kebetulan saya juga lg bljar bhs spanyol,,tp susah juga yah,,cari pusat kebudayaan spanyol di daerah saya bandung,,,klo tau kasih tau dong..gracias,,

Anonymous said...

Hai pak Yohanes,
saya inging bertanya, apakah ada tem[pat les bahasa Spanyol di Jakarta yang merupakan kursus langsung dari pusat budaya dan bahasa kedutaan spanyol??( maksud saya seperti CCF untuk bahasa Perancis)

terima kasih

Yohanes Manhitu said...

Hai, Anonim!

Cobalah cek dua lembaga ini (yang pertama ini seperti CCF):

Aula Cervantes, Yakarta
Universitas Trisakti / Kampus G / Jl. Kyai Tapa, 100 / Grogol Jakarta Barat 11440 Tel.: +62 21 2556 9002
Sr. D. Rafael Martín García Fax: +62 21 2556 9002
http://www.trisakti.ac.id aula.yakarta@cervantes.es

--------------------------

Curso de Español (Intensivo)
Jalan Pemuda 66
Gdg. Grapari Telkomsel
(021) 4786 7640

Shirley said...

artikel Anda sangat menarik dan saya memang sangat menyukai dan ingin sekali belajar bahasa Spanyol. Tapi saya tinggal di Surabaya dan saya belum menemukan tempat kursus bahasa Spanyol. Apa Anda tau tempat kursus bahasa Spanyol di Surabaya yang cukup relevan? terima kasih

Wahyu Adi Putra Ginting said...

Saya tidak menyukai sulihsuara diterapkan pada film-film asing yang disiarkan di Indonesia karena sulihsuara meniadakan makna kata 'asing' yang justru terdapat pada bahasanya yang asing itu.

Saya ingin menonton telenovela dengan bunyi Spanyolnya. :))

Tabik!

Wahyu Ginting

idzni.santana said...

¡Hola Pak Yohanes!

Saya pernah belajar 1 level bahasa Spanyol waktu kuliah di luar dan fell in love instantly with the language. Kebetulan ada waktu free 1 bulan dan interested untuk belajar Spanyol secara intensif di Jakarta.

Apa Pak Yohanes ada info tempat kursusnya? Sejauh ini yg saya temukan hanya offer kelas 4 jam seminggu (1-2 hari seminggu). Mumpung lagi ada waktu mau digenjot belajar Spanyol ceritanya.

Mohon infonya Pak, terima kasih :)

Reza bagus said...

Buenas noches a todos. Principalmente a Sr. Yohanes. Encantado. Soy Reza. Realmente soy todavía principiante. Tambien me gusta leer su articuló mucho. Además a su palabra "querer es poder" que me encanta mucho. Y me hace surorendido que mucha gente le gusta aprender este idioma aqui. Que tengas un buen dia y que tengas viene suerte.

Hasta pronto.

De checo,