Monday, November 17, 2014

Di Balik Nama Polano Safarie Nagari, M.A., M.Pd.


Tersebutlah Polan, seorang perantau di luar negeri. Setelah sekian lama tinggal di sana, ia pun kembali ke tanah air. Dahulu, ketika berangkat, namanya Polan Safari dan cuma tamat SMP. Tetapi begitu kembali dari luar negeri, namanya cukup berubah dan ada embel-embel di belakang namanya itu, sehingga terbaca: Polano Safarie Nagari, M.A., M.Pd. 

Yang menjadi isu bin gosip di seantero desa dan bahkan hingga desa tetangga adalah ketika berada di luar negeri, si Polan melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi dan berhasil menyandang dua gelar magister sekaligus. Sungguh membanggakan! Warga dan aparat desa semakin penasaran tentang hal ini, apalagi setelah si Polan menuliskan namanya secara lengkap pada papan nama yang ditempelkan di bagian atas pintu rumah besar peninggalan orang tuanya. Hal ini cukup membingungkan petugas sensus kependudukan. Nah, pada suatu pertemuan bulanan di desa, kepala desa, atas nama warga desa, menanyakan hal itu secara langsung kepada si Polan. Setelah berbasa-basi, ia pun menjelaskan dengan santai bahwa ketika merantau di mancanegara, ia pernah ikut wajib militer dan juga bakti mengajar di sebuah daerah pelosok negeri itu. Karena telah berhenti, dia menganggap dirinya pensiunan. Dan untuk mengenang semua pengalaman berharga itu, status mantan peserta wamil disingkatnya menjadi M.A. (Mantan Angkatan [Perang]) dan status mantan pengajar sukarela disingkatnya menjadi M.Pd. (Mantan Pendidik). Lalu ada seorang sesepuh yang bertanya tentang perubahan namanya itu (dari Polan Safari ke Polano Safarie Nagari), ia menjawab secara singkat juga bahwa nama barunya itu menujukkan jiwa petualang tinggi serta lebih layak jual di era persaingan global ini. 

Akhirnya, misteri nama Polano Safarie Nagari, M.A., M.Pd. terjawab sudah.

Catatan: Kisah ini semata-mata karangan Yohanes Manhitu di Yogyakarta pada tanggal 13 November 2014...hahaha

No comments: