Monday, December 31, 2018

Penyair Baldur Ragnarsson Tutup Usia: Nun ripozu en paco, ho granda poeto.


Turut berdukacita atas meninggalnya penyair kenamaan Esperanto dari Islandia, Baldur Ragnarsson (25 Agustus 1930–25 Desember 2018). Nun ripozu en paco, ho granda poeto. Mi kredas, ke via poezio postvivos. ✍️

Penyair yang mulai belajar bahasa Esperanto pada tahun 1949 ini pernah menjadi anggota Akademi Bahasa Esperanto, editor majalah Norda Prismo, dan memegang sejumlah jabatan penting yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Esperanto di samping pekerjaannya sebagai guru. Pada tahun 2007, ia diusulkan oleh Asosiasi Pengarang Berbahasa Esperanto (Esperantlingva Verkista Asocio) untuk mendapatkan Hadiah Nobel Sastra tahun itu setelah meninggalnya William Auld, penyair Esperanto tersohor dari Skolandia, pada tahun 2006. (Menurut https://eo.wikipedia.org/wiki/Baldur_Ragnarsson)

Saya mengenal Baldur Ragnarsson beberapa tahun silam, segera setelah saya bisa "menjangkau" dan menerjemahkan sejumlah puisi William Auld ke bahasa Indonesia. Karya-karya Ragnarsson dan saya terbit bersama dalam edisi 12 (Oktober 2011) Beletra Almanako, majalah terkemuka di dunia sastra berbahasa Esperanto yang terbit di New York, AS.

Foto: Diramu dari potret di https://eo.wikipedia.org/wiki/Baldur_Ragnarsson dan gambar sampul Beletra Almanako (Edisi 12, Oktober 2011).

(Tegalyoso, Yogyakarta, 28 Desember 2018)

No comments: