Friday, November 30, 2007

Mengejar Impian di Ibu kota


Untuk yang kecewa di metropolis

Ibu kota tak selamanya sinetron
dengan mimpi yang muluk-muluk.
Dan tiap panggilan metropolitan
perlu tafsiran seribu bentuk.

Sepucuk surat indah dari ibu kota
bangkitkan angan yang terkubur.
Dan oleh karena daya kata-kata
kaucoba gapai mimpi yang kabur.

Namun kautelah jadi Monas baru
yang tetap tegak diterpa badai.
Kemarin kauditatap dengan haru,
kini pengalaman membuatmu pandai.


Yogyakarta, 14 November 2007
Karya: Yohanes Manhitu

1 comment:

cia said...

heheheh..
jakarta itu lucu kan?
katanya si pembangunan,tapi banyak kemunduran,hmmm