Sunday, August 3, 2008

Aksara Yunani-Simbol: Suatu Alternatif

Gambar: http://www.dalcoathletic.com/education/convgreek.htm

Oleh: Yohanes Manhitu

TEMUAN teknologis abad mutakhir telah membuka pintu selebar mungkin bagi upaya-upaya pelestarian aksara berbagai bahasa di planet kita, termasuk yang sudah kuno sekalipun. Ini merupakan suatu kebangkitan yang patut disyukuri oleh umat manusia (jika masih mau dan tahu bersyukur). Huruf-huruf dan simbol-simbol rumit yang dahulu hanya bisa ditulis secara manual dan dengan alat-alat yang sederhana, kini dapat dihasilkan hanya dengan menekan tombol-tombol lembut yang membuat jari-jari tangan makin tergoda karena makin lama semakin asyik. Awas kalau menjadi ketagihan!

Tulisan singkat ini tidak bermaksud untuk membahas sejarah aksara Yunani. Dan saya pun tidak ingin berbicara tentang bahasa Yunani karena saya belum pernah belajar bahasa ini. Tetapi paling kurang saya tahu bahwa kata ekseno berarti orang asing, logos berarti kata, biblio berarti buku, dll. Tentu saja ini hal yang belum bisa dibanggakan. Tentang bahasa Yunani, saya sebaiknya banyak bertanya kepada Om Gus Petruzs, orang Kupang yang pernah merantau dan belajar di kota Athena, kini menetap di AS.

Tidak semua huruf pada aksara Yunani yang dimaksud pada judul di atas pararel dengan huruf-huruf Latin, karena ini semata-mata adalah simbol-simbol yang terdapat pada font komputer Microsoft. Beberapa tahun silam saya mencoba menggunakan simbol-simbol ini untuk menuliskan sesuatu. Berhubung bisa digunakan, maka saya berangan-angan untuk menjadikan aksara ini suatu alternatif bagi keperluan saya sendiri. Tetapi jika pembaca juga tertarik untuk mencobanya, silakan saja. Menurut hemat saya, hal yang saya lakukan ini tidak jauh berbeda dari cara suatu bangsa mengadopsi aksara tertentu untuk kebutuhannya sendiri. Bukti nyatanya adalah pada zaman dahulu orang Melayu mengadopsi aksara Arab gundul (tanpa penanda khusus), dan kini pada gilirannya, kita mengadopsi aksara Latin untuk bahasa Indonesia dan selaksa bahasa daerah di Nusantara. Karena abjad Latin yang umum digunakan hampir di seluruh dunia dewasa ini pada dasarnya berasal dari abjad Yunani yang setiap hurufnya mewakili satu bunyi bahasa, maka tidaklah terlalu sulit untuk menghafalnya.

Cara Menggunakan Huruf-Huruf Yunani-Simbol

Cara menggunakan simbol-simbol Microsoft tersebut untuk menulis dengan komputer sangat gampang. Terdapat dua cara. Cara I: pilihlah font simbol bahasa Yunani dan mulailah menulis sesuatu. Lakukanlah selayaknya Anda menggunakan font normal. Sebaiknya sambil menulis Anda menghafal huruf (yang pasti muncul di layar komputer). Cara II: tulislah sesuatu terlebih dahulu dalam bahasa Indonesia atau Inggris lalu tulisan itu diubah ke bentuk simbol. Untuk mengubahnya, semua tulisan dengan font normal diblok dan font diubah ke bentuk simbol Yunani. Kedua cara di atas masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Dengan cara pertama Anda akan belajar untuk mengenal simbol-simbol itu sehingga akan mulai mahir menggunakannya, bahkan tanpa menyentuh papan tombol. Jadi Anda mulai bisa melek aksara ‘baru’. Sedangkan dengan cara kedua, hanya akan bisa jika berhadapan dengan komputer alias hanya akan menjadi tukang konversi font. Jadi cara kedua cocok untuk pemilih jalur instan.

Huruf-Huruf Yunani-Simbol

Jumlah huruf dalam aksara ini 26 buah, sama dengan jumlah huruf Latin yang umum digunakan. Pasangan huruf-huruf ini dibuat semata-mata berdasarkan metode ‘huruf apa yang muncul’ ketika saya menekan suatu huruf Latin. Jadi, tidak ada manipulasi.

Manfaat dan Kepopulerannya

Sampai saat ini aksara Yunani-Simbol ini sering saya gunakan untuk keperluan saya sendiri, misalnya untuk mencatat sesuatu dalam keadaan santai. Untungnya, walaupun catatan itu dibuat dalam bahasa Indonesia, tak akan cepat dimengeri orang lain. Persis dengan menulis surat dalam bahasa Indonesia tetapi menggunakan aksara Arab atau Jawa. Sebenarnya nama aksara Yunani-Simbol itu sendiri terkesan mubazir karena pada dasarnya setiap aksara adalah kumpulan simbol. Dan nama tersebut saya pilih secara bebas untuk menegaskan bahwa aksara ini hanya sebatas ‘simbol’ (pada komputer). Setiap kali saya menulis dengan aksara ini, saya merasa seolah-olah menggunakan huruf-huruf Latin. Rasanya tidak terlalu berbeda. Mungkin akan ada pembaca yang bertanya, “Kalau sudah ada yang gampang, kenapa cari yang sulit?” Ini bukan soal memilih yang gampang atau sulit. Ini hanya suatu ketertarikan bebas dan lepas dari pragmatisme. Jika mau, anggap saja sebagai senam otak agar prosesor alami Anda tetap aktif dan gesit. Dan soal aksara ini akan populer atau tidak, itu urusan lain. Tetapi aksara Yunani yang baku alias yang bukan sebagai simbol komputer sesungguhnya sudah populer sebelum orang-orang Romawi belajar menulis nama mereka sendiri.

Di sini saya tidak bermaksud untuk mempropagandakan suatu aksara baru, tetapi sekadar berbagi pengalaman tentang suatu cara lain untuk mengabadikan percikan-percikan gagasan yang melintas bebas dalam pikiran anak-anak manusia. Tak akan ada tangan yang kuasa untuk menghalangi Anda yang ingin mencobanya karena peluang itu selalu ada ketika layar komputer telah tergelar dan siap untuk dicorat-coret tanpa beban. Ada hal yang nyaris pasti, bahwa dengan menggunakan huruf-huruf ini, ingatan orang tentang simbol-simbol fisika akan semakin kuat terpatri. Walaupun sama sekali tidak jaminan bahwa dengan cara ini seseorang bisa menjadi juara olimpiade fisika, paling kurang orang bisa lebih melek simbol-simbol yang sudah begitu universal.

Yogyakarta, 1 Agustus 2008

2 comments:

Anonymous said...

Kenapa gak bikin aja aksara untuk Bahasa Indonesia. banyak bahasa yg punya aksaranya sendiri..dripada minjem dari bangsa lain..,

Anonymous said...

Terima kasih atas informasi menarik