
Karya: Fernando Pessoa*
Cinta itu seorang teman.
Aku tak lagi bisa meniti jalan sendiri,
Sebab aku sudah tak sanggup berjalan seorang diri.
Sebuah angan nyata membuatku berjalan lebih cepat
Dan sedikit melihat, di saat yang sama kuingin sekali lihat segalanya.
Bahkan ketakhadirannya pun senantiasa menyertaiku.
Dan kuamat suka padanya hingga kutak tahu bagaimana ia kuinginkan.
Bila ia tak kulihat, ia kubayangkan dan aku sekokoh pepohonan menjulang.
Tapi bila ia kujumpai kugentar, kutak tahu apa jadinya perasaanku dalam ketakhadirannya.
Seluruh diriku jadi sosok yang layu tak berdaya.
Segala kenyataan memandangku laksana sekuntum bunga matahari dengan wajahnya di tengah bunga itu.
Diterjemahkan oleh Yohanes Manhitu
Yogyakarta, 12 Januari 2004
O Amor é Uma Companhia
Por: Fernando Pessoa
O amor é uma companhia.
Já não sei andar só pelos caminhos,
Porque já não posso andar só.
Um pensamento visível faz-me andar mais depressa
E ver menos, e ao mesmo tempo gostar bem de ir vendo tudo.
Mesmo a ausência dela é uma coisa que está comigo.
E eu gosto tanto dela que não sei como a desejar.
Se a não vejo, imagino-a e sou forte como as árvores altas.
Mas se a vejo tremo, não sei o que é feito do que sinto na ausência dela.
Todo eu sou qualquer força que me abandona.
Toda a realidade olha para mim como um girassol com a cara dela no meio.
*) Lahir di Lisabon, Portugal, 1888, dengan nama Fernando Antonio Nogueira Pessoa.
Selain sebagai penyair, ia juga penerjemah dan tokoh Modernisme Portugis.
Sebagian besar puisi di masa awal kepenyairannya ditulis dalam bahasa
Inggris, bahasa yang lebih dari sekadar bahasa keduanya.
Ia meninggal dunia di Lisabon pada tahun 1935.
Cinta itu seorang teman.
Aku tak lagi bisa meniti jalan sendiri,
Sebab aku sudah tak sanggup berjalan seorang diri.
Sebuah angan nyata membuatku berjalan lebih cepat
Dan sedikit melihat, di saat yang sama kuingin sekali lihat segalanya.
Bahkan ketakhadirannya pun senantiasa menyertaiku.
Dan kuamat suka padanya hingga kutak tahu bagaimana ia kuinginkan.
Bila ia tak kulihat, ia kubayangkan dan aku sekokoh pepohonan menjulang.
Tapi bila ia kujumpai kugentar, kutak tahu apa jadinya perasaanku dalam ketakhadirannya.
Seluruh diriku jadi sosok yang layu tak berdaya.
Segala kenyataan memandangku laksana sekuntum bunga matahari dengan wajahnya di tengah bunga itu.
Diterjemahkan oleh Yohanes Manhitu
Yogyakarta, 12 Januari 2004
O Amor é Uma Companhia
Por: Fernando Pessoa
O amor é uma companhia.
Já não sei andar só pelos caminhos,
Porque já não posso andar só.
Um pensamento visível faz-me andar mais depressa
E ver menos, e ao mesmo tempo gostar bem de ir vendo tudo.
Mesmo a ausência dela é uma coisa que está comigo.
E eu gosto tanto dela que não sei como a desejar.
Se a não vejo, imagino-a e sou forte como as árvores altas.
Mas se a vejo tremo, não sei o que é feito do que sinto na ausência dela.
Todo eu sou qualquer força que me abandona.
Toda a realidade olha para mim como um girassol com a cara dela no meio.
*) Lahir di Lisabon, Portugal, 1888, dengan nama Fernando Antonio Nogueira Pessoa.
Selain sebagai penyair, ia juga penerjemah dan tokoh Modernisme Portugis.
Sebagian besar puisi di masa awal kepenyairannya ditulis dalam bahasa
Inggris, bahasa yang lebih dari sekadar bahasa keduanya.
Ia meninggal dunia di Lisabon pada tahun 1935.

