Wednesday, August 1, 2012

Agar kau dan aku senapas




Oleh: Yohanes Manhitu

Aku bertekad menulis di bubungan awan
agar surga bisa susuri bukit dan ngarai sajakku
dengan sinar mentari pagi sebagai lenteranya.

Di sana, setiap bait sajakku yang menari-nari
dilumuri madu rimba perawan berahmat
dan diperciki wewangian padma eden
yang di matanya asing kelayuan.

Dan kemudian butir-butir kataku
‘kan kurangkai serupa kuntum melati dini
dan kukalungkan di lehermu, wahai kekasih,
yang telah serahim dengan pualam bumiku
agar kau dan aku senapas hirup udara firdaus.

Pugeran Timur-Yogyakarta, 21 Agustus 2004

No comments: