Karya: Yohanes ManhituPanas matahari tak lagi membakar kulit
Seperti pada hari-hari yang baru berlalu
Di langit awan kelabu kini giat berarak
Membuat alam seakan-akan sedih
Mengantar pergi cahaya mentari
Setelah berhari-hari basahi bumi
Air hujan meresap semakin ke dalam
Dan tumbuhkan keyakinan wanita desa
Bahwa kini saat menanam telah tiba
Di pekarangan dan ladang basah sudah
Setelah berhari-hari diguyur air hujan sore
Kaupandang tangan-tangan berayun pasti
Di permukaan tanah liang-liang terbuka
Dan butir demi butir bibit ditelan bumi.
Sambil menanti empat malam berlalu
Kami saksikan laron-laron berpesta
Di sekeliling lampu neon hemat arus
Tinggalkan sayap-sayap yang patah.
Noemuti-TTU, 27 November 2008
Kami saksikan laron-laron berpesta
Di sekeliling lampu neon hemat arus
Tinggalkan sayap-sayap yang patah.
Noemuti-TTU, 27 November 2008
