Monday, November 24, 2008

Narasi Malam

 
Karya: Yohanes Manhitu

Tabir malam selimuti bumi
dengan kesunyian tanpa definisi.
Lorong-lorong planet tampak gelap
terlantar, tanpa belaian cahaya.


Manusia tak kuasa pasung waktu
dengan kekerdilan takdir tersurat.
Ia hanya terpaku, kaku dalam beku
saksikan waktu bergulir, menggelinding.

Lampu-lampu jalan kota tunaikan tugas
agar iuran penerang jalan punya wujud.
Berpasang kekasih temukan ruang asmara,
beratapkan mendung yang janjikan hujan.

Pugeran Timur-Yogyakarta, 2 Oktober 2004

No comments: