![]() |
| Foto: Aadjiesayang (di Instagram) |
Sudah lewat musim bunga trembesi.
Apa yang salah dengan "Biinmaffo"?
Kok diganti dengan "Sonaf Besi"?
Penulis: Yohanes Manhitu
Ungaran, 20-08-2025
Nació la palabra en la sangre, creció en el cuerpo oscuro, palpitando, y voló con los labios y la boca. (The word was born in the blood, grew in the dark body, beating, and flew through the lips and the mouth.) Pablo Neruda, La palabra
![]() |
| Foto: Aadjiesayang (di Instagram) |
| Foto: Yohanes Manhitu (27 Juli 2025) |
Oleh: Yohanes Manhitu
Hamparan buih di siniTabik! Puisi dwibahasa saya (dalam bahasa Esperanto dan Melayu Kupang) telah terbit dalam Literatura Vivo** (Edisi Juli-Agustus 2025), sebuah majalah sastra Esperanto yang dikelola dua penyair-Esperantis dari Hungaria dan RRT. Puisi dwibahasa tersebut berjudul "NI IRU" dan "MARI KATÓNG PI" (MARI KITA PERGI). Versi Esperanto diterjemahkan di Ungaran, Jawa Tengah, pada tanggal 11 Januari 2023, sedangkan versi aslinya ditulis di Yogyakarta pada tanggal 9 Oktober 2004. Ini adalah salah satu puisi pertama saya dalam bahasa (Melayu) Kupang.
![]() |
| Foto: eturbonews.com |
![]() |
| Ilustrasi: www.istockphoto.com |
OH, JANTUNGKU
Oleh: L.L. Zamenhof*Literatura Vivo: Nova revuo en Esperanto
![]() |
| Foto: Cuplikan dari majalah tersebut |
Ternyata terjemahan Esperanto (berjudul "KIU ESTAS MI?") yang saya buat dari puisi "SIAPAKAH AKU?" (karya Yoseph Nai Helly) telah terbit dalam PENSEO (No. 395), sebuah majalah sastra bulanan Esperanto yang didirikan di Republik Rakyat Cina (RRC) pada tahun 1990. Silakan lihat di http://esperanto-indre.com/IMG/pdf/penseo395.pdf. Di sini, saya cantumkan terjemahan Esperanto tersebut dan versi aslinya. Selamat membaca dan salam sastra ke seluruh penjuru jagat!
![]() |
| Foto: istockphoto.com |
![]() |
| Foto: eastleighvoice.co.ke |
Ngugi Wa Thiong’o (5 Januari 1938–28 Mei 2025) adalah singa sastra Afrika, seorang sastrawan (novelis) besar dari Kenya dan calon penerima Nobel Sastra (yang sudah dicalonkan beberapa kali). Saya senang membaca tentang dia dan juga perjuangannya, terutama tentang kesungguhannya untuk melestarikan bahasa-bahasa asli Afrika. Asyik sekali bisa membaca wawancaranya dalam bahasa Spanyol, berjudul "Ngugi Wa Thiong’o: “Yo quiero competir con Cervantes”". 🌺
Catatan: Tulisan singkat ini telah diposting di dinding Facebook saya pada tanggal 30 Mei 2025 sebagai belasungkawa atas meninggalnya sastrawan hebat ini.![]() |
| Foto: www.youtube.com |
Cipt. N.N.**
![]() |
| Foto: www.huffingtonpost.it |