Tuesday, June 9, 2026

DUA PULUH EMPAT TAHUN

Foto: magnific.com

Ini bukan usia hidup manusia;
ini panjangnya masa berpuisi.
Kuindonesiakan karya García
dan awali langkahku beraksi.

Oleh: Yohanes Manhitu
Ungaran, 9 Juni 2026

PINTU GARCÍA VALDEZ*

Foto: https://www.pinterest.com

Buat Alfredo García Valdez

Terima kasih, penyair!
Telah kau bukakan pintu
ke penjuru hamparan luas
padang hijau kata-makna
yang membentang indah
membujur dari keabadian
hingga kekekalan zaman.

Pintumu telah biarkan aku
selami relung lautan hidup,
kagumi pucuk-pucuk bintang,
asyik dalam rongga pepohonan,
membilang tulang-belulangku,
memahat kata di dinding waktu,
melirik pintu di bola mata dewi,
dan mencari kunci gerbang hati.

Pintumu kini telah aku lampaui
dan sandingkan dengan jendela
agar angin surga leluasa bertiup
hingga ke sudut-sudut sesak kata,
meresap ke tembok-tembok masa,
membasuh gelas-gelas ketamakan,
menyegarkan langit-langit benak,
dan membelai jiwa-jiwa merajuk.

Pugeran Timur, Yogyakarta,
31 Agustus 2004
--------------
*) Puisi ini tercantum dalam buku Dahaga Pengembara: Sebuah Kumpulan Puisi (Yogyakarta: Diandra Kreatif, Juli 2024)

Tuesday, June 2, 2026

WARUNG DI PINGGIR JALAN

Foto: Yohanes Manhitu (31 Mei 2026)

Sederet warung di pinggir jalan,
tempat orang mampir minum.
Ibarat sumur di tepi lintasan,
walau ini bukan milik umum.

Penulis: Yohanes Manhitu
Penawangan, 31/05/2026