Friday, June 26, 2026

Kabar Gembira Lagi dari Redaktur "LIteratura Vivo", Majalah Sastra Esperanto di Ontario, Kanada



Foto: Literatura Vivo (2026)

Tabik! Sebagai informasi, sebuah puisi Esperanto saya yang diposting di Facebook sebagai ucapan duka atas berpulangnya penyair Valentin Melnikov (sastrawan dan Esperantis aktif dari Rusia; 1957-2026) pada bulan Mei 2026 terbit dalam Literatura Vivo (Edisi Juni-Juli 2026), sebuah majalah sastra Esperanto yang dikelola dua penyair-Esperantis dari Hungaria dan RRT, dan terbit di Ontario, Kanada. Puisi tersebut berjudul "ESPERANTO-POETO" (Kefa, Indonesia, Januari 2010) dan sudah terbit dalam kumpulan puisi perdana saya dalam bahasa Esperanto, Sub la Vasta Ĉielo (Candelo, Australia: Mondeto, 2010).

Dalam edisi yang itu, terbit juga informasi tentang buku saya yang berjudul Oceano de Vortoj (Antwerpen, Belgia: Eldonejo Libera, 22 Desember 2025). Buku tersebut terdiri atas 200 halaman dan memuat 160 puisi. Ini adalah kumpulan 80 puisi terjemahan ke bahasa Esperanto dengan teks aslinya dalam 8 bahasa (10 puisi per bahasa), yaitu bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi (Timor-Leste), Melayu Kupang, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Portugis. Puisi-puisi tersebut diterjemahkan ke bahasa Esperanto oleh penulisnya sendiri dan tercantum paralel.

Terima kasih banyak kepada penyair Erika Godó dan John Huang yang telah menerbitkan puisi dan informasi tersebut. Terima kasih juga atas informasi tentang edisi ini. Semoga "Literatura Vivo" terus maju dan berjaya. Salam bahasa dan sastra kepada setiap pencinta! 💖

Puisi dan informasi itu tersedia secara gratis di https://literaturavivo.com. Tetapi, supaya lebih praktis, saya cantumkan ulang pada halaman ini.

Tuesday, June 9, 2026

DUA PULUH EMPAT TAHUN

Foto: magnific.com

Ini bukan usia hidup manusia;
ini panjangnya masa berpuisi.
Kuindonesiakan karya García
dan awali langkahku beraksi.

Oleh: Yohanes Manhitu
Ungaran, 9 Juni 2026

PINTU GARCÍA VALDEZ*

Foto: https://www.pinterest.com

Buat Alfredo García Valdez

Terima kasih, penyair!
Telah kau bukakan pintu
ke penjuru hamparan luas
padang hijau kata-makna
yang membentang indah
membujur dari keabadian
hingga kekekalan zaman.

Pintumu telah biarkan aku
selami relung lautan hidup,
kagumi pucuk-pucuk bintang,
asyik dalam rongga pepohonan,
membilang tulang-belulangku,
memahat kata di dinding waktu,
melirik pintu di bola mata dewi,
dan mencari kunci gerbang hati.

Pintumu kini telah aku lampaui
dan sandingkan dengan jendela
agar angin surga leluasa bertiup
hingga ke sudut-sudut sesak kata,
meresap ke tembok-tembok masa,
membasuh gelas-gelas ketamakan,
menyegarkan langit-langit benak,
dan membelai jiwa-jiwa merajuk.

Pugeran Timur, Yogyakarta,
31 Agustus 2004
--------------
*) Puisi ini tercantum dalam buku Dahaga Pengembara: Sebuah Kumpulan Puisi (Yogyakarta: Diandra Kreatif, Juli 2024)

Tuesday, June 2, 2026

WARUNG DI PINGGIR JALAN

Foto: Yohanes Manhitu (31 Mei 2026)

Sederet warung di pinggir jalan,
tempat orang mampir minum.
Ibarat sumur di tepi lintasan,
walau ini bukan milik umum.

Penulis: Yohanes Manhitu
Penawangan, 31/05/2026