Tuesday, March 31, 2026
Yerusalem, Yerusalem, Lihatlah Rajamu!
Bung Juan dan Buku "Dahaga Pengembara"
Bung Juan Kristoforus Meko, seorang geolog dan pegiat layang-layang internasional dari TTU, Timor Barat, NTT. Keaktifannya di bidang layang-layang telah mengantar dia ke sejumlah negara sebagai peserta festival internasional. Dia adalah teman diskusi bertahun-tahun di Yogyakarta dan seorang kolektor tetap buku-buku saya. Kali ini, dia membeli buku saya yang berjudul Dahaga Pengembara: Sebuah Kumpulan Puisi (Yogyakarta: Diandra Kreatif, Juli 2024). Ini adalah buku saya yang ke-13, kumpulan puisi saya yang ke-6, dan kumpulan puisi perdana saya dalam bahasa Indonesia.
Sunday, March 29, 2026
KAU SEMAKIN DEKAT
I
Lihat, satu lagi kebaikan
ditambahkan pada hari ini
bagi pengakuan/ketidaktahuanmu.
Kau tak tahu, kau tak ingin
bisa tahu
bahwa kau tak tahu apa-apa tentang dirimu.
Ke manakah perginya segala kilau
kesia-siaan yang mempesona?
Di manakah sekarang aroma
ketiadaan yang menggoda?
Kau semakin dekat, Kawan,
kepada pengetahuan
tentang ketidaktahuanmu sendiri!
II
Apakah kau ingat
malam-malammu tanpa tidur
di masa lalu,
ketika fajar mendekat
dan kau takut
bahwa apa yang kaupikirkan itu
adalah ketidaktahuanmu?
Kau semakin dekat
kian dekat dan lebih lagi
ke fajar dari pagi sesungguhnya,
selepas malam tak berujung tanpa tidur
dengan pemandangan yang meresahkan...
Ketidaktahuan terkadang
bisa tampak begitu memukau
untuk menjebakmu dalam jaringnya
selama berabad-abad ketidaktahuan...
Ketidaktahuan
bisa menggoda
sehingga kau gagal melihat
kelemahannya yang tak terbilang jumlahnya
dan menyadari bahwa itu hanyalah hantu...
Dinobatkan sebagai ratu ilusi,
ia kuat
selama
ia kauberi kekuatan itu.
Pernahkah kau bertanya-tanya
siapa gerangannya,
karena ia tahu semua rahasiamu,
semua kekuranganmu,
semua hasrat khayalmu
dan memikatmu
hanya agar kau menjadi hambanya yang rendah hati?
Bila kau tak tahu, ketahuilah bahwa waktunya akan tiba
ketika pertanyaan-pertanyaannya yang memilukan
bakal menjadi pemandangan insomnia
orang-orang yang ingin tahu—
insomnia yang niscaya ‘kan datang—
bagi orang yang mencari
tiada kunjung henti
jalan pulangnya.
IV
Kau semakin dekat, Nak, dengan kesederhanaan
dan, terkadang, pendekatan itu
sangat menyakitkan...
Ia mengungkap semua keraguanmu,
segala penderitaanmu,
dan kegelisahanmu bisa berakibat fatal bagimu.
Jangan takut, ini bukan untukmu,
diri sejatimu, melainkan untuk dia
yang kaubayangkan sebagai dirimu,
dia yang kaupertahankan
ratusan kali sehari,
dia yang kausalahkan ribuan kali,
untuk memaafkannya puluhan ribu kali
di setiap waktu.
V
Oh, betapa kau ingin tahu
apa yang bisa mengantarmu ke sana,
di mana kau tak tahu kau ada!...
Kau pasti ‘kan pergi ke sana,
tapi kau bakal takut bahaya
yang terdiri dari miliaran
bahaya kecil
yang mengintaimu di setiap langkah.
Bukankah lebih baik tahu
bahwa ia selalu menemanimu,
dan menerimanya sebagai
teman seperjalananmu?
VI
Kau takut
bisa kehilangan
hakmu atas ketidaktahuan,
dan nyaris tertarik pada kegilaan
oleh ketiadaan nan tak terlukiskan,
yang mungkin kausebut kekacauan
di saat-saatmu yang lebih baik...
Gejolak keragaman
menarikmu seperti magnet.
Namun, walau begitu,
jauh di dalam dirimu,
ada kedamaian...
Dan kedamaian itu menyelimutimu
dengan simfoni heningnya,
sering kali,
berulang kali,
selamanya...
VII
Kau semakin dekat dengan sungai
“Tahu atau tidak tahu”.
Apakah kau siap menyeberanginya?
Ia menakutkan!...
Ia mengalir di depan matamu
yang terbuka lebar,
tapi belum bisa melihat.
VIII
Kau semakin dekat
dengan pertanyaan besar, Nak!...
Apakah kau siap mengetahui jawabannya?
Yang menghalangimu untuk melihat,
secara paradoksal, mungkin adalah apa
yang bisa membantumu menemukannya...
Apakah kau siap untuk melangkah jauh?
Atau mungkin lebih dekat, siapa tahu?
Apakah kau ambil bagian atau tidak
dalam penghancuran patung-patung
yang memuji kebaikan/keburukanmu?
Mereka akan hancur dengan sendirinya
selagi kau bisa membangun yang lain,
yang sama-sama tidak penting,
seturut kehendak bebasmu.
IX
Kau semakin dekat dengan kesederhanaan,
dan rintangan-rintangan yang menghalangi jalanmu
tak ‘kan ragu-ragu ‘tuk mengambil bentuk-bentuk
yang paling mengancam!
Dan kadang-kadang—
meskipun mungkin saat itu
mereka tampak menawan bagimu—
mereka ‘kan mencoba segalanya
untuk menghentikanmu di jalan...
X
Kau semakin dekat
dengan kesederhanaan hebat, Nak!
Mungkin kau bakal takut kepada jalan,
di mana kau ‘kan semakin sendirian...
XI
Apa yang kaukira bisa menghentikanmu,
yang kelihatan begitu kuat,
sesungguhnya itu cuma ilusi,
tanyakan pada dirimu, “Apa itu?”
Semakin kau dekat,
semakin besar bahayanya
karena daya tarik tak terbatas
dari nuansa ketidaknyataan,
yang bisa menundamu
apabila kau tidak
cukup teguh.
XII
Kau semakin dekat dengan apa yang...
Apakah kau siap?
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Yohanes Manhitu
Wednesday, March 25, 2026
TELAH TIBA BUKU KUMPULAN PUISI MULTIBAHASA "OCEANO DE VORTOJ" DI RAK BUKU SAYA
Syukur, pada tanggal 6 Maret 2026, telah tiba (di alamat saya) buku Oceano de Vortoj (bahasa Esperanto, "Samudra Kata") yang dikirim dari Antwerpen, Belgia, oleh Lode Van de Velde (penulis, penerjemah, insan penerbit dan Esperantis aktif dari Belgia). Dia adalah nakhoda Eldonejo Libera, sebuah penerbit multibahasa di kota tersebut.
Saturday, February 28, 2026
Esperanto: Bahasa Hidup dan Jembatan Sastra Antarbangsa
Buana Nirsempadan: Dunia Tanpa Batas
Friday, January 30, 2026
Thursday, January 1, 2026
MENGAWALI LANGKAH DALAM TAHUN BARU

Foto: https://pixabay.com
Puisi Dwibahasa: Indonesia-Tetun Resmi*
MENGAWALI LANGKAH DALAM TAHUN BARUPenulis & penerjemah: Yohanes Manhitu
Seperti biasa pada tahun-tahun silam,
kita awali langkah dalam tahun baru ini
dengan harapan akan sebuah hidup baru
yang senantiasa penuh kesehatan nan baik.
Kita banyak belajar dari tahun-tahun silam
supaya sanggup hidup baik dalam tahun ini.
Dan kita mesti berhasil menanam benih apik
agar memanen gembira di tahun depan.
Mengawali langkah dalam tahun baru ini,
kita menengadah ke langit dan memohon,
dan lantas menatap ke depan dengan yakin
bahwa impian-impian ‘kan menjadi nyata.
Kefa, Timor, Indonesia, Januari 2010
-------------------------------------
Versi asli (berbahasa Tetun Resmi)
HAHÚ HAKAT IHA TINAN FOUN
Hakerek-na'in: Yohanes Manhitu
Hanesan baibain iha tinan kotuk sira,
ita hahú hakat iha tinan foun ne’e
ho esperansa ba moris foun ida
be nakonu ho saúde-di’ak nafatin.
Ita aprende barak hosi tinan kotuk
atubele moris di’ak iha tinan ohin.
No ita tenke konsege kuda fini di’ak
atubele ku’u ho ksolok iha tinan oin.
Hahú hakat iha tinan foun ida-ne’e,
ita hateke ba lalehan no harohan,
no hafoin hateke ba oin ho fiar
katak mehi sira sei sai realidade.
Kefa, Timór, fulan-Janeiru 2010
---------------------------------
"Selamat Tahun Baru 2026" dalam 16 Bahasa
![]() |
| Sumber foto: https://pixabay.com |
Happy New Year 2026!
Tabê To-Feü 2026!
Bonne Année 2026 !
An Nou Fericit 2026!
Feliz Ano Novo 2026!
Feliĉan Novjaron 2026!
¡Feliz Año Nuevo 2026!
Felice Anno Nuovo 2026!
Frohes Neues Jahr 2026!
Gelukkig Nieuwjaar 2026!
Heri ya Mwaka Mpya 2026!
Sugeng Warsa Enggal 2026!
Annum Novum Faustum 2026!
Tuesday, December 30, 2025
ASYIK! JEPRETAN SENDIRI MENJADI FOTO SAMPUL BUKU LAGI: SAMPUL BUKU "OCEANO DE VORTOJ"
KINI untuk ketujuh kalinya foto jepretan saya sendiri dengan kamera saku (kali ini adalah foto Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Timor Barat, pada tanggal 14 Desember 2017, dalam penjelajahan Timor Barat) digunakan sebagai foto sampul buku saya (buku yang ke-14).
Tak Cukup Secangkir Kopi bagi Penerjemahan Puisi
Penerjemahan adalah karya nyata bagi perabadan insani. Sering kali, saya diundang untuk menerjemahkan puisi berbahasa asing (terutama yang berbahasa Spanyol) ke empat bahasa sekaligus, yaitu bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi/Nasional (Timor-Leste), dan Melayu Kupang. Terjemahan-terjemahan itu kemudian terbit dalam berbagai antologi multibahasa di mancanegara, terutama di Spanyol dan Rumania. Harus diakui bahwa ini tidak selalu mudah. Akan tetapi, walaupun ada kesulitan, selalu ada jalan keluar untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik.




