| Foto: Yohanes Manhitu (2026) |
Oleh: Yohanes Manhitu
Senja telah ucap kata pisahdi pinggir sawah kemarau ini.
Di angkringan yang cukup sepi,
asap dari gelas dan jua obrolan
mengisi ruang kehadiran insani.
Di belakangku, Gunung Kalong
dengan wihara nan menjulang.
Di depanku, Gunung Ungaran
bermantelkan kabut malam.
Di sini, angin beralun pelan.
Secangkir cappuccino panas
telah mendermakan rasanya.
Irama gitar klasik dari ponsel
menyatu dengan nada malam,
menemani lahirnya setiap bait.
Di mana pun di kolong langit ini,
tak terkecuali di angkringan kecil
pada hari terakhir bulan ketujuh,
kata-kata masih temukan ruang
'tuk tercatat dan tetap bersemi.
Susukan, Ungaran, 31 Juli 2026



















