belenggu penjajahan dapat dipatahkan
dengan proklamasi dan berkibar nyata
sang merah putih di langit ibu pertiwi.
Hari ini, delapan puluh satu tahun sudah
perjuangan di seluruh tanah air tercinta
memetik buahnya dengan derai air mata
dan kabar merdeka itu dikumandangkan.
Tak terhitung jumlah mereka yang mati,
tak terbilang jua berapa yang berkorban,
demi satu peristiwa yang dinanti-nanti:
proklamasi sebuah bangsa merdeka.
Kepada mereka yang telah berjuang
dan kini terbaring, dikenal atau tidak,
terima kasih tak terhingga kita ucapkan.
udara kemerdekaan sebuah bangsa berdaulat.
Namun, tantangan masih datang silih berganti.
Semoga semangat juangnya tak pernah pudar.
Perlombaan dan upacara bendera itu penting
diadakan saban tahun di seluruh tanah air ini.
Tapi, semangat untuk mengisi kemerdekaan
dengan kerja nyata, itu bukti insan merdeka.
Memang, sekarang kita bukan lagi inlander.
Kita adalah pemilik dan pewaris bangsa ini.
Kiranya rasa cinta tanah air terus bersemi
dan bahu kuat memikul tanggung jawab.
Kita bukan bangsa yang baru akil balig.
Ini sudah sebuah negeri yang matang.
Berjuanglah kita untuk berdiri kokoh
dan terus berdaulat di segala abad.
Ungaran, Senin, 17 Agustus 2026




















