Tuesday, June 6, 2017

Penerjemahan Adalah Kerja Peradaban

Gambar: www.google.com

Tabik! Sebenarnya duduk santai dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca saja puisi para penyair asing atau penyair dunia itu adalah sesuatu yang menyenangkan, tetapi itu cukup jarang saya lakukan. Saya justru lebih menikmati pembacaan dan penerjemahan karya-karya itu sekaligus dengan iringan musik klasik dengan instrumen apa saja. Dengan penerjemahan, tidak sebatas pembacaan, kita bisa bertolak lebih dalam ke relung sebuah karya.

Sejauh ini, saya telah menerjemahkan ke bahasa Indonesia (dan ada juga ke bahasa Dawan, Tetun Resmi, dan Malayu Kupang)—sebagian besar langsung dari versi asli—paling sedikit satu karya dari penyair-penyair berikut ini: Alfredo García Valdez (Meksiko), Alfredo Pérez Alencart (Spanyol), Arthur Rimbaud (Prancis), Charles Baudelaire (Prancis), Claudio Rodríguez Fer (Spanyol), Elena Liliana Popescu (Rumania), Emily Dickinson (AS), Fernando Pessoa (Portugal), Fray Luis de León (Spanyol), Gabriela Mistral (Cile), Ingrid Valencia (Meksiko), José Pulido Navas (Spanyol), Juan Cameron (Cile), Karol Józef Wojtyła (Polandia), Luís Vaz de Camões (Portugal), Octavio Paz (Meksiko), Pablo Neruda (Cile), Paul Verlaine (Prancis), Rabindranath Tagore (India), Ramón Hernández-Larrea (Kuba), dan William Auld (Inggris).

Terjemahan Indonesia karya-karya Alfredo Pérez Alencart, Claudio Rodríguez Fer, Elena Liliana Popescu, Fray Luis de León, Ingrid Valencia, José Pulido Navas, Juan Cameron, dan Ramón Hernández-Larrea telah diterbitkan dalam sejumlah antologi puisi multibahasa di mancanegara. Terjemahan lainnya belum diterbitkan, tetapi sebagian besar tersedia di internet (di blog, situs web, dll.).

Semoga daftar di atas terus bertambah. Setiap undangan untuk menerjemahkan dan ikut serta dalam antologi multibahasa di berbagai negara adalah berkat dan kesempatan untuk lebih banyak belajar. Penerjemahan adalah kerja peradaban yang usianya hampir sama dengan usia manusia di bumi. Salam sastra!

Profil dan Daftar Karya Saya di Katalog "Originala Literaturo Esperanta"

Gambar: www.google.com

Syukurlah! Sejak 2011, profil dan karya(-karya) saya dalam bahasa Esperanto bisa diakses dengan mudah di katalog "online" bernama "Originala Literaturo Esperanta" (Karya sastra asli berbahasa Esperanto sejak tahun 1898 hingga kini) di http://esperanto.net/literaturo/autor/manhitu.html yang dirancang oleh Sten Johansson, dengan keterangan berikut dalam bahasa Esperanto: "En la jena ttt-ejo troviĝas listoj de aŭtoroj, originalaj romanoj, noveloj/rakontoj, dramoj kaj poemaroj verkitaj originale en Esperanto kaj aperintaj de 1898 ĝis nun, ligitaj al dokumentoj kun pliaj informoj pri aŭtoroj kaj verkoj, inkluzive kelkajn centojn da recenzoj. La tuto formas ampleksan kaj kreskantan datenaron." Salam mesra,

Sunday, May 7, 2017

Saya tak pernah menyangka

Foto: Herminio M. Lelan

Sekadar kisah. Saya tak pernah menyangka bahwa hingga hari ini, saya tetap akrab dan berurusan aktif dengan bahasa Tetun (dasar bahasa Tetun Resmi), yang pertama kali saya kenal semasa bocah SD di pedalaman Enklave Oekusi-Ambeno (di Timor-Leste) puluhan tahun silam. Inilah bahasa Timor yang saya gunakan secara aktif di samping bahasa Dawan walaupun tinggal di Jawa. Di tempat nostalgis itu, untuk pertama kalinya saya mengenal bahasa Portugis, terutama lewat buku-buku Portugis tebal yang bergambar indah, milik orang tua teman yang sering dibawa ke sekolah, dan juga obrolan kaum terdidik di daerah itu. Terasa asyik dan menyenangkan menyimak omongan mereka walau saya tak mengerti bahasanya. Di kampung itu juga, saya menjadi bocah yang akrab dengan bunyi-bunyi bahasa Dawan, Tetun, Indonesia, dan Portugis; itu jauh sebelum bersentuhan dengan bahasa Inggris. Kata-kata Latin (seperti Gloria in excelsis Deo dll.) hanya terdengar ketika menghadiri misa besar. Salam,

Friday, May 5, 2017

Feliz Dia Internacional da Língua Portuguesa!


Feliz Dia Internacional da Língua Portuguesa!
Selamat Hari Internasional Bahasa Portugis!
Happy International Day of the Portuguese Language!
Bonne journée internationale de la langue portugaise!
¡Feliz Día Internacional de la Lengua Portuguesa!
Feliĉan Internacian Tagon de la Portugala Lingvo!
Loron Internasionál Kmanek Lia-portugés nian!
Tabê neu Uab Portugis In Neno Internasional!

Yogyakarta, Indonésia, 5 de maio de 2017

Imagem: O primeiro Dicionário Português-Indonésio, Indonésio-Português (Jacarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 14 de dezembro de 2015)

Selalu Ada Jalan Keluar

Foto: www.google.com

"Bandel" dan tidak cepat berpatah arang dalam dunia tulis-menulis itu sangat penting. Apabila naskahmu ternyata ditolak oleh penerbit, sebaiknya naskah itu dibaca kembali, buatlah perbaikan (kalau perlu), dan tawarkan lagi ke penerbit lain. Seperti manusia, tidak semua naskah punya nasib yang sama. Ada yang begitu cepat diterima dan diurus hingga terbit, ada pula yang ditolak berulang kali sebelum terbit. Ini soal waktu saja. Selalu ada jalan keluar. Salam mesra,

Wednesday, May 3, 2017

Kutipan dalam Disertasi Melody Ann Ross dari The University of Hawai'i, Amerika Serikat



Baru sempat baca. Ternyata beberapa bagian dari Pendahuluan Kamus Indonesia-Tetun, Tetun-Indonesia (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Edisi I, Juli 2007; Edisi II, April 2015) karya saya dikutip secara lengkap dengan terjemahan Inggris (pada hlm. 74) dalam disertasi Melody Ann Ross dari The University of Hawai'i, Amerika Serikat. Disertasi tersebut berjudul: ATTITUDES TOWARD TETUN DILI, A CREOLE LANGUAGE OF EAST TIMOR (2017). Bisa dibaca di sini. Kiranya kamus tersebut bermanfaat seluas-luasnya. Salam budaya!

Tuesday, May 2, 2017

AKU SEORANG SARJANA: Selamat Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2017)!

Gambar: https://www.pinterest.com

Tabik! Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun ini, saya bagikan puisi saya yang sudah sering saya bacakan sendiri pada syukuran wisuda sarjana (kalau diundang dan sempat datang). Semoga bermanfaat, terutama untuk peringatan historis ini. Selamat Hari Pendidikan Nasional!
-----------------------------------------------------

AKU SEORANG SARJANA

Karya: Yohanes Manhitu

bagi berjuta sarjana di tanah air

Sarjana, sebuah kata yang harus kuakui indah.

Ia pembius seribu jenis kemalasan mematikan
untuk jadikan bantal buku-buku tebal bergengsi.
Ia ukir sejuta kata bahagia di batin ayah bundaku.
Butir bening menetes dari sepasang mata kekasih.

Sarjana, teratai taman realitas yang patut mekar,
bukan daun kering dari rahim kemarau panjang.
Jangan pernah engkau enggan disebut sarjana!
Karena di tanganmu kukuhlah lentera zaman
untuk bawa terang pada dunia yang suram.

Sarjana, bukan visa ‘tuk menghuni firdaus,
bukan gelar bangsawan dari leluhur luhur,
bukan pula bendera pahlawan sok terkenal.
Itu kata indah dari syair kubangan keringat,
itu tetesan madu dari pipa saraf berdenyut.

Kupang, Timor Barat, 23 Januari 2004

Sunday, April 30, 2017

Riwayat Kata "Minggu" dan "minggu"

Foto: https://www.tomswallpapers.com

Kata pun punya riwayat. Kata "Minggu" dan "minggu" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Portugis domingo (dia de domingo) yang "bermetamorfosis" dari nama Latin diēs Dominicus (hari Tuhan). Dalam bahasa Dawan dialek Noemuti (Timor Barat), masih kita temukan kata serapan Portugis rumingku. (Maklum, pada masa silam, Noemuti adalah daerah kantong Portugis, seperti wilayah Oekusi-Ambeno [di Timor-Leste]). Dan dalam bahasa Tetun Nasional, kita kenal nama hari loron-domingu. Selamat hari Minggu dan salam mesra!

Pemimpin Gereja Katolik Ritus Timur dan Bahasa Prancis: Menurut "Pengintipan" Sambil Lalu

Foto Patriark Ibrahim Isaac Sidrak: YouTube

Menurut "pengintipan" sambil lalu saya di YouTube, tampaknya para pemimpin Gereja Katolik Ritus Timur, walaupun bisa berbahasa Inggris dan bahasa asing lain, lebih sering diwawancarai media asing dalam bahasa Prancis. Mereka sangat fasih berbahasa Eropa ini. Dua di antaranya adalah Patriark Bechara Boutros al-Rahi (Pemimpin Gereja Katolik Maronit, di Lebanon) dan Patriark Ibrahim Isaac Sidrak (Pemimpin Gereja Katolik Koptik, di Mesir). Umumnya mereka adalah poliglot yang sukses dan sangat inspiratif. Patut diteladani.

Monday, April 3, 2017

PUJANGGA WADOWICE (untuk 12 tahun wafatnya sastrawan termasyhur Karol Wojtyła)


Foto: s-media-cache-ak0.pinimg.com

Kemarin, tepat 12 tahun wafatnya sastrawan termasyhur Karol Wojtyła (mendiang Sri Paus Yohanes Paulus II, kini bergelar Santo) dari Polandia. Untuk mengenang beliau, saya membagikan---di blog ini dan Facebook---puisi dwibahasa yang saya tulis di Jakarta, beberapa tahun silam, ketika beliau masih hidup. Salam sastra!
--------------------------------------------------

PUJANGGA WADOWICE

Oleh: Yohanes Manhitu

Namanya Karol Józef.
Usianya lewat sewindu.
Asalnya dari Negeri Polska
Alamatnya Bukit Vatikan.
Jabatannya servus servorum.
Ia tulis syair-syair bertuah.

Kemarin sore, ia kulihat,
di layar kaca tanpa iklan.
Kemarin, ia pecah roti tipis
dan tuang anggur Sang Domba.
Sejuta insan rindukan suaranya.
Tak sedikit yang cibir ke arahnya.
Semoga benci itu berbalik cinta.

Suaranya bisa selembut sutra.
Namun bisa pula sekeras baja.
Kakinya menapak lima benua.
Bibirnya ucap tutur berganda.
Takhta rasul tetap ia pelihara,
salib Almasih dipanggulnya.

Pujangga Wadowice itu
obor batin dari kota abadi,
nakhoda bukit pusara suci,
wakil nyata Guru Agung.
Roh Kudus menaunginya,
doaku menyertainya selalu.

Jatiwaringin-Jakarta Timur,
Indonesia, 21 April 2003
---------------------------

POET OF WADOWICE

By: Yohanes Manhitu

His name is Karol Jozef.
He is more than eighty years old.
Polska is his native land.
The Vatican Hill is where he resides.
'Servus servorum' is his office.
He writes verses of honor.

Yesterday afternoon, I saw him,
on the screen without advertisement.
Yesterday, he broke the thin bread
and poured the wine of the Lamb of God.
A million men are longing for his voice.
Many turn up their noses at him.
May hatred turn into love.

His voice can be as soft as silk,
but can also be as hard as steel.
He has trod many continents.
His lips say in many tongues.
The see of the apostles he keeps,
The cross of Christ he carries.

The poet of Wadowice
is a torch of heart from the eternal city,
captain of the hill of holy sepulcher,
visible vicar of the Great Master.
The Holy Spirit is upon him;
my prayers are always with him.

Jakarta - Easter, 2003

Sunday, April 2, 2017

Es la hora

Imagen: https://www.eyeem.com

Por: Yohanes Manhitu

¡Dime si me amas!
Si no, ¡no me ames!
¡Dime si me quieres!
Si no, ¡no me quieras!

Mujer, es la hora.
La luna te espera
Mujer, soy amigo.
¿Por qué tienes miedo?

Si hoy no me dices nada,
mañana estarás abatida.
Porque mañana es otro día,
suplicarte será una ausencia.

Yogyakarta, febrero de 2005

Saturday, April 1, 2017

PODUL AȘTEPTAT, de Yohanes Manhitu

Gambar: Cuplikan dari film "Midnight in Paris".

Asyik! Satu lagi puisi asli Spanyol saya (berjudul: EL PUENTE ESPERADO) diterjemahkan ke bahasa Rumania oleh penyair beken Rumania Elena Liliana Popescu. Sejauh ini, sudah lima puisi Spanyol saya yang diterjemahkannya. Dua di antaranya terbit di edisi Januari-Maret 2016 majalah sastra Rumania Lumină Lină di New York, Amerika Serikat. Terima kasih. Salam sastra!
------------------------------------------

PODUL AȘTEPTAT

de Yohanes Manhitu

Două insule au nevoie de un pod
Care să le lege prin pură prietenie,
Două inimi așteaptă un pod
Care să le ducă la unitatea iubirii.

Acum, podul este un vis grandios
Care vine din două corpuri triste.
Podul va fi un miracol al lui Dumnezeu
Pentru două inimi distanțate.

În seara asta încă scriu poezii
Pentru a duce gândurile mele curate
În realitate, departe de visele mele.
Dar podul așteptat este un vis.

Samosir, Indonesia, mai 2003

Traducere de Elena Popescu
----------------------------------

EL PUENTE ESPERADO*

Por: Yohanes Manhitu

Dos islas necesitan un puente
Que las conecte en pura amistad,
Dos corazones esperan un puente
Que los lleve a la unidad del amor.

Ahora el puente es un gran sueño
Que viene de dos cuerpos tristes.
El puente será un milagro de Dios
Para dos corazones desconectados.

Esta noche todavía escribo poemas
Para llevar mis puros pensamientos
A la realidad, lejos de mis sueños.
Pero el puente esperado es un sueño.

Samosir, Indonesia, mayo de 2003

---------------------------------------
*) Puisi Spanyol ini terbit di antologi bersama LOS POETAS Y DIOS (León, Spanyol: Excma. Diputación Provincial de León, 2007).

Friday, March 31, 2017

CAHAYA YANG LEMBUT*


Gambar: www.google.com

Oleh: Elena Liliana Popescu

Nyalakan lilin di tengah kamar
yang menantikan cahaya tipisnya.
Balut jiwamu dengan busana tersederhana,
untuk dengan pantas menyambut tutur lembutnya.

Dan biarkan sinarnya yang termurni menerobos
ke setiap sudut untuk meneranginya.
Teruslah berjaga agar tiada yang tersembunyi
ketika ia mengenal jiwamu yang asing.

Yogyakarta, 4 September 2015
------------------------------------

Versi asli (berbahasa Rumania):

LUMINĂ LINĂ

de Elena Liliana Popescu

Aprinde candela-n lăuntrica odaie
ce-aşteaptă prefirata ei lumină.
Îmbracă-ţi sufletu-n cele mai simple straie
să-ntâmpini potrivit rostirea-i lină.

Şi lasă raza-i preacurată să pătrundă
în fiece ungher, străluminându-l.
Veghează ne-ntrerupt, nimic s-ascundă,
necunoscutul suflet cunoscându-l.

----------------------------------
*) Puisi ini dan 21 puisi terjemahan Indonesia saya---yang dibuat berdasarkan versi Spanyol, Prancis, Portugis, dan Inggris---terbit dalam "DACĂ AI ȘTI" (Andai Kautahu), antologi puisi multibahasa (29 bahasa dunia) yang diterbikan oleh Editura Pelerin di Bukares, Rumania, pada tahun 2015. Ke-22 puisi dalam 29 bahasa tersebut diterjemahkan dari karya-karya penyair Rumania, Elena Liliana Popescu (http://www.elena-liliana-popescu.ro/en/about.htm).

Ad modum avis volantis

Gambar: www.google.com

Ad modum avis volantis
(Latin, Seperti cara burung terbang).

Mungkin orang tidak selalu terbang.
Tetapi membiarkan imajinasi diam
dan ide-ide tak sempat direkam
membuat hidup tak seimbang.

(Sekadar renungan ringan)