Saturday, August 19, 2017

Lima puisi Tetun di "Jornál Semanál MATADALAN"(Edisi 171, 26 Juni-4 Juli 2017)

Foto: Cancio Ximenes, di Dili

Sekadar informasi sastra. Telah terbit di "Jornál Semanál MATADALAN" (Edisi 171, 26 Juni-4 Juli 2017) lima puisi Tetun Resmi/Nasional saya yang masing-masing berjudul LORAIK IDA IHA LIFAU (Suatu sore di Lifau), ITA HASORU MALU TAN (Kita berjumpa lagi), DOMIN LOOS (Cinta sejati), Ó IHA-NE’EBÉ? (Di manakah kauberada?), dan HAHÚ HOSI NA’I NIA LORON (Berawal dari hari Tuhan). "Jornál Semanál MATADALAN" adalah mingguan berbahasa Tetun yang terbit di Dili, ibu kota Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL). Karya-karya saya (puisi dan cerpen) terbit secara berkala di mingguan Tetun ini sejak Oktober 2013. Terima kasih banyak atas perhatian dan kerja sama Cancio Ximenes selama ini. Kumprimentus hosi Yogyakarta, Indonézia!

SÂMÂNȚA VIITORULUI, De: Yohanes Manhitu

Image: sg-dae.kxcdn.com

I am glad to know that my English poem "SEED OF THE FUTURE" (Yogyakarta, 3 November 2003) has recently been translated into Romanian by the famous Romanian poet and mathematician Elena Liliana Popescu, who has previously translated some of my Spanish poems into Romanian and published two of them in "Lumină Lină" (No.1, 2016), a Romanian literary magazine in New York, USA. I myself have translated some of her works into Indonesian dan Dawan. It has been a great literary exchange. Mulţumesc, dear poet Elena Popescu​!
----------------------------------------------------------

SÂMÂNȚA VIITORULUI

De Yohanes Manhitu

O sămânță, am plantat-o mână în mână
cu floarea sufletului meu cântător.
Mă rog să crească și să hrănească vieţi
înfometate şi însetate pentru totdeauna.

Sămânța, am plantat-o cu sudoare
și oboseală sub ploaie și soare.
Dispreţul și refuzul, pe care lumea mi le oferă,
dialogurile și zâmbetele sunt armele mele grele.

Acum încep să văd că sămânţa creşte bine
într-un vas de rugăciuni neliniștite și mari eforturi,
udate cu răbdare totală și încredere pură.
Doar visele de-a lungul vieții îi sunt îngrășăminte.

Va veni timpul să recoltați cu bucurie,
boabele grâului de îndelungă răbdare.
Dansurile, poemele și cântecele vor fi amuzante.
Binecuvântările Celui Atotputernic vor veni.

De data aceasta, oboseala nu va mai domni,
plânsul se va transforma în râsul victoriei,
buzunarele vor fi pline cu aur și diamante,
inimile și sufletele vor fi pline de bucurie.

Yogyakarta, 3 noiembrie 2003

Traducere de Elena Liliana Popescu
București, 12 august 2017
--------------------------

SEED OF THE FUTURE

By: Yohanes Manhitu

A seed, I have planted hand in hand
with the flower of my singing soul.
I pray it will grow and feed hungry
and thirsty lives forever and ever.

The seed, I have planted with sweat
and fatigue under the rain and the sun.
Scorn and refusal, the world grants me,
talks and smiles are my heavy weapons.

Now I begin to see the seed growing well
in a pot of restless prayers and hard efforts,
watered with total patience and pure trust.
Lifelong dreams are its only fertilizers.

The time will come to harvest with joy,
the grains of the wheat of long patience.
Dances, poems, and songs will be amusing.
The blessings of the Almighty will come.

This time, fatigue will reign no longer,
weeping will turn into laughter of victory,
pockets will be full of gold and diamonds,
hearts and souls will be full of exultation.

Yogyakarta, 3 November 2003

Monday, July 31, 2017

Eni Winarti dan Kamus Portugis-Indonesia, Indonesia-Portugis di Jakarta

Foto: Dari dinding Facebook Eni Winarti
 
Tabik! Akhirnya Dik Eni Winarti yang pernah menghubungi saya dari Hongkong untuk membeli "Kamus Portugis-Indonesia, Indonesia-Portugis" (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 14 Desember 2015) telah memperoleh kamus itu di sebuah toko buku Gramedia di Jakarta ketika sedang berlibur di Tanah Air. Terima kasih ya, Dik Eni. Semoga kamus tersebut bermanfaat sebesar-besarnya. Selamat belajar dan salam sukses ya!

Mantan Patriark Gereja Katolik Yunani Melkit


Foto: https://unipio.org

Gregorius III Laham (nama kecil: Lutfy Laham; lahir 15 Desember 1933 di Darayya, Suriah), mantan pemimpin (patriark) Gereja Katolik Yunani Melkit (29 November 2000 – 6 Mei 2017). Ia berbicara bahasa Arab, Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Yunani, Italia dan Latin. Informasi selengkapnya terdapat di Wikipedia. ✍️

Biasanya saya menjawab seadanya saja

Foto: Album Facebook Unû Ruben Paineon

"Saya sering mendapat pertanyaan tentang bagaimana harus menulis, memulai dari mana, menulis tentang apa dan sebagainya. Biasanya saya menjawab seadanya saja berdasarkan pengalaman saya. Saya mengatakan ‘menjawab seadanya saja’, karena memang tak mungkin saya harus menjelaskan tentang niat, motivasi, visi dan misi dan sebagainya. Itu sebuah diskusi yang panjang. Saya juga tidak harus menjelaskan tentang hal-hal mendasar lainnya seperti situasi seperti mood-tidak mood; ada rokok-tidak ada rokok; kenyang atau lapar; jatuh cinta atau putus cinta dan lain sebagainya."  ---Ruben Paineon, novelis Indonesia dari Timor Barat, NTT (Kutipan dari blog pribadinya). Karya-karyanya adalah novel "Unu" (2009) dan "Benang Merah" (2015).

Jangan mendahului tikungan tajam

Foto: Yanto Punk; Grup BiinmaffoNews@Yahoo.Com

Perhatikan tulisan di foto ini. Jika kurang cermat, tulisan itu bisa dikira terdiri atas dua kalimat, yaitu "Jangan mendahului tikungan tajam" (Ada orang yang lagi berpacu dengan tikungan tajam) dan "Valentino Rossi pernah jatuh disini".😂 Pengguna bahasa Indonesia yang cermat tahu kesalahan gramatika dan ejaan tulisan di foto ini serta koreksinya. Selamat ngopi!

Belajar hingga dapat menggunakan banyak bahasa itu mungkin ....

Gambar: www.google.com

Tânoinâ talantea hit nabè’i tpaek uabe namfau nane nabè’ kalu tmuî motivasi mâtanê ma tmeup tamép, tpaek lalan atomas. (Uab Metô/Dawan)
---------
Belajar hingga dapat menggunakan banyak bahasa itu mungkin jika kita mempunyai motivasi yang kuat dan berusaha keras dengan menggunakan cara yang tepat. (Bahasa Indonesia)
---------
Aprende to’o ita bele uza lian barak, ne’e bele se ita soi motivasaun be forte no halo esforzu be maka’as, ho uza métodu be loos. (Tetun Nasionál)
---------
To learn until we are capable of using a lot of languages is possible if we have strong motivation and make hard efforts by using appropriate methods. (English)
---------
Apprendre jusqu’on est capable d’utiliser beaucoup de langues est possible si on a de motivation forte, fait beaucoup d’efforts en utilisant des méthodes appropriés. (Français)
---------
Aprender hasta que seamos capaces de usar muchos idiomas es posible si tenemos motivo fuerte y hacemos muchos esfuerzos utilizando métodos apropiados. (Español)
---------
Lerni ĝis ni kapablas uzi multajn lingvojn estas ebla se ni havas fortan motivadon, faras multajn penojn, uzante taŭgajn metodojn. (Esperanto​)

Tanggapan positif dari para pembaca "dunia luar"

Gambar: www.google.com

Senang ketika melihat tanggapan positif dari para pembaca "dunia luar" bagi puisi-puisi yang saya tulis langsung (bukan terjemahan!) dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Portugis, dan Esperanto. Ini adalah bahasa-bahasa asing yang sering saya pakai untuk menulis puisi selain bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi, dan Melayu Kupang. Ya, masih perlu lebih banyak belajar untuk menulis lebih baik. Tulislah (puisi) dalam bahasa apa pun, termasuk bahasa daerah. Yang terpenting adalah pesan yang disampaikan lewat karya yang dihasilkan. Nikmati saja proses berkarya dan berbagi. Salam sastra!

Di mana Anda bisa membeli buku kumpulan puisi Dawan-Esperanto "Feotnai Mapules—Princino Laŭdata" (Belgia: Eldonejo Libera, 2016)


Sekadar informasi. Sudah beberapa kali saya ditanya teman-teman peminat puisi berbahasa Dawan apakah saya punya stok buku kumpulan puisi Dawan-Esperanto "Feotnai Mapules—Princino Laŭdata" (Antwerpen, Belgia: Eldonejo Libera, Desember 2016) untuk dijual di Indonesia. Berhubung saya tidak punya stok, saya selalu menganjurkan agar mereka membelinya dari situs penjualan ini. Terima kasih sebelumnya atas perhatian dan apreasi yang diberikan. Salam sastra!

Friday, June 30, 2017

PENJELASAN ATAS KEKALAHAN

Gambar: www.google.com

Karya: Aníbal Núñez

Ia telah duduk di hadapan garis musuh
di sebuah kursi goyang, dan menghindari
tembakan-tembakan, tersenyum: peluru pertama
membuat perempuan itu terluka parah.
Ia bakal terus bergoyang hingga semuanya kehabisan amunisi. 


Terjemahan Indonesia: Yohanes Manhitu 

Berbah, Yogyakarta, 29 Juni 2017

Tuesday, June 13, 2017

Sebait Sajak Penyambut Malam

Gambar: https://pictures.4ever.eu

Bila kau telah kutetapkan sebagai dermaga,
tak peduli apakah berlapis emas atau tembaga,
asalkan di sana rasa rinduku sirna bagai dahaga.
Pada kuatmu, kusandarkan harapan penghuni raga. 


(Yohanes Manhitu; Berbah, Yogyakarta, 13 Juni 2017)

LORON-TINAN KMANEK ba Jornál Semanál Matadalan ne'ebé ohin halo tinan dahaat!

Imajen: https://thumbs.dreamstime.com

Ho laran-haksolok no laran-moos, ha'u hato'o LORON-TINAN KMANEK ba Jornál Semanál Matadalan ne'ebé ohin halo tinan dahaat! Ha'u rasik espera katak jornál ida-ne'e sei sai matadalan nafatin ba sani-na'in lia-tetun rihun ba rihun iha Timór-Leste no mós fatin seluk. Obrigadu barak tanba hosi tinan 2013, Jornál Matadalan fó fatin luan nafatin ba ha'u-nia knaar literáriu tetun sira. Parabéns no susesu boot ba Matadalan no ninia ekipa tomak! Na'i fó-bensa.

Berita di Rubrik "Cultura" Harian Spanyol "El Norte de Castilla" (Senin, 12 Juni 2017)

Gambar: Cuplikan PDF versi cetak "El Norte de Castilla" (hlm. 37)

Kaget saja. Walaupun terjemahan Indonesia, Tetun Resmi, Dawan dan Melayu Kupang untuk puisi karya Aníbal Núñez belum saya kirim ke Spanyol, telah terbit berita tentang itu di harian Spanyol "El Norte de Castilla", yang didirikan pada tahun 1854. Berita itu muncul di rubrik "Cultura" (Budaya) pada hari Senin, 12 Juni 2017, dengan judul «La poesía de Aníbal Núñez trasciende rencillas localismos». Orang-orang itu sangat serius dengan puisi. ...hahaha
 
Catatan: Aníbal Núñez San Francisco (1944-1987) adalah seorang penyair produktif, pelukis, pengukir, dan penerjemah dari Salamanka, Spanyol.

Tuesday, June 6, 2017

Hari Ulang Tahun Ke-116 Putra Sang Fajar Soekarno (Bung Karno)


Foto: www.google.com
Tabik! Hari ini adalah hari ulang tahun ke-116 Putra Sang Fajar Soekarno (Bung Karno), yang lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Selamat ulang tahun, Bung Karno! Kiranya Bung tetap menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia di hadirat Sang Khalik. Puisi berikut ini untuk mewarnai hari ultah Sang Proklamator.
----------------------------------------------------

SEBUAH PENANTIAN SUCI*

Karya: Yohanes Manhitu

Kini kutahu, kunantikan seorang penyelamat negeri,
yang singkirkan duka dan taburkan benih veritas.
Sesepuh negeri dan sahabat karib sang dunia,
yang selalu ajarkan, cintai dan tulis kebajikan,
yang pelihara persahabatan juga kebijaksanaan,
yang hantarkan negeri kepada hidup penuh madu.

Kulihat seekor garuda datang dari gerbang luas nan baru
bawa malaikat yang ‘kan tebus dunia dengan kebenaran.
Ia yang berucap, “Bila rindu selamat, sucikan jiwamu!”
Kuyakin, kini sang negeri tak lagi cucurkan air mata.
Yang cinta pada negeri, cinta dirinya juga firdaus;
dan yang coreng durja negeri, mengukir maut.

Kupang, Timor Barat, 15 Maret 2003
--------------------------------------
*) Puisi ini hasil "keheningan" saya menjelang pemilu. Sebagai warga negara, saya selalu mengharapkan pemimpin terbaik bagi Bumi Pancasila ini.