Sunday, August 23, 2026

BAIT-BAIT DI ANGKRINGAN

Foto: Yohanes Manhitu (2026)

Oleh: Yohanes Manhitu

Senja telah ucap kata pisah
di pinggir sawah kemarau ini.
Di angkringan yang cukup sepi,
asap dari gelas dan jua obrolan
mengisi ruang kehadiran insani.

Di belakangku, Gunung Kalong
dengan wihara nan menjulang.
Di depanku, Gunung Ungaran
bermantelkan kabut malam.
Di sini, angin beralun pelan.

Secangkir cappuccino panas
telah mendermakan rasanya.
Irama gitar klasik dari ponsel
menyatu dengan nada malam,
menemani lahirnya setiap bait.

Di mana pun di kolong langit ini,
tak terkecuali di angkringan kecil
pada hari terakhir bulan ketujuh,
kata-kata masih temukan ruang
'tuk tercatat dan tetap bersemi.

Susukan, Ungaran, 31 Juli 2026

Monday, August 17, 2026

BUKAN BANGSA YANG BARU AKIL BALIG

Foto: Jepretan penulis

Oleh: Yohanes Manhitu

Hari ini, delapan puluh satu tahun sudah
belenggu penjajahan dapat dipatahkan
dengan proklamasi dan berkibar nyata
sang merah putih di langit ibu pertiwi.

Hari ini, delapan puluh satu tahun sudah
perjuangan di seluruh tanah air tercinta
memetik buahnya dengan derai air mata
dan kabar merdeka itu dikumandangkan.

Tak terhitung jumlah mereka yang mati,
tak terbilang jua berapa yang berkorban,
demi satu peristiwa yang dinanti-nanti:
proklamasi sebuah bangsa merdeka.

Kepada mereka yang telah berjuang
dan kini terbaring, dikenal atau tidak,
terima kasih tak terhingga kita ucapkan. 
Kiranya jasa mereka tak ditelan kelupaan.

Bangsa ini telah lama menghirup udara bebas:
udara kemerdekaan sebuah bangsa berdaulat.
Namun, tantangan masih datang silih berganti.
Semoga semangat juangnya tak pernah pudar.

Perlombaan dan upacara bendera itu penting
diadakan saban tahun di seluruh tanah air ini.
Tapi, semangat untuk mengisi kemerdekaan
dengan kerja nyata, itu bukti insan merdeka.

Memang, sekarang kita bukan lagi inlander.
Kita adalah pemilik dan pewaris bangsa ini.
Kiranya rasa cinta tanah air terus bersemi
dan bahu kuat memikul tanggung jawab.

Kita bukan bangsa yang baru akil balig.
Ini sudah sebuah negeri yang matang.
Berjuanglah kita untuk berdiri kokoh
dan terus berdaulat di segala abad.

Ungaran, Senin, 17 Agustus 2026

EMPAT KUATREN UNTUK MENYONGSONG HUT KEMERDEKAAN RI TAHUN INI (Yohanes Manhitu; Perumahan Cemara, Ungaran, 16 Agustus 2026)

Foto: Jepretan penulis

JALAN SEHAT KEMERDEKAAN

Berhimpun warga perumahan
penuh semangat merah putih.
Pagi, berjalan sehat bersama
songsong Hari Kemerdekaan.

Perum Cemara, Susukan,
Ungaran, 16 Agustus 2026
------------------------------

JALAN PANJANG MERAH PUTIH

Di jalan panjang perumahan ini,
merah putih jadi corak utama.
Di wajah-wajah penuh ceria,
terlukis harapan hari esok.

Perum Cemara, Susukan,
Ungaran, 16 Agustus 2026
-----------------------------

JOGET RIA KEBINEKAAN

Di bawah tenda sukacita
selepas jalan sehat pagi,
atraksi joget aneka gaya:
kebinekaan selera insani.

Perum Cemara, Susukan,
Ungaran, 16 Agustus 2026
----------------------------

MALAM PENUH SYUKUR

Warga berlapis usia hadir
dalam suasana kaya rasa
jelang hari terlepasnya
rantai kuasa penjajah.

Perum Cemara, Susukan,
Ungaran, 16-08-2026

Thursday, August 6, 2026

BUKU PERCAKAPAN "MULTLINGVA FRAZLIBRO" DI KOTA GRAZ, AUSTRIA, DALAM RANGKA KONGRES ESPERANTO SEDUNIA (1-8 AGUSTUS 2026)




Kabar gembira! Buku saya yang berjudul Multlingva Frazlibro (reviziita kaj pligrandigita eldono) diikutkan dalam libroservo (pameran dan penjualan buku-buku Esperanto) yang diadakan dalam rangka La 111-a Universala Kongreso de Esperanto (UK 2026) (Kongres Universal Esperanto ke-111, 2026) yang diselenggarakan dari tanggal 1 hingga 8 Agustus 2026 di kota Graz, Austria. Kongres tahunan itu bertemakan Volontulado en la servo al daŭripova evoluigo (Kerelawanan dalam pelayanan bagi pembangunan berkelanjutan).

Sebagai informasi, Multlingva Frazlibro (reviziita kaj pligrandigita eldono adalah buku percakapan tematik dalam 10 bahasa (Esperanto, Indonesia, Dawan, Tetun Resmi, Melayu Kupang, Inggris, Prancis, Spanyol, Portugis, dan Italia). Buku tersebut terbit di Antwerpen, Belgia, pada tanggal 15 Juni 2021 dan adalah edisi revisi dan perluasan dari buku berjudul sama yang diterbitkan Universala Esperanto-Asocio (UEA; Asosiasi Esperanto Sedunia) di Rotterdam, Belanda, pada tahun 2009. Edisi lama mencakup 9 bahasa, kecuali bahasa Italia. Buku baru ini mencakup 38 tema percakapan dalam berbagai situasi.
Terima kasih banyak kepada penulis dan Esperantis Heidi Goes atas informasi dan foto-foto yang dikirim kepada saya dari Graz. Semoga kongres tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. Mi deziras al vi bonan kongreson en Graz! Koran dankon pro via atento kaj helpo!
Foto-foto dari Libroservo di Graz: Heidi Goes (3 Agustus 2026); foto sampul buku: Lode Van de Velde (Juni 2021)

Friday, July 31, 2026

KANVAS LERENG SUMBING

Foto: Yohanes Manhitu (2026)

Oleh: Yohanes Manhitu

Di lereng Gunung Sumbing,
tempat mata melihat lepas,
di mana hati merasa puas,
terhampar kebun sayur.

Orang datang di pagi hari,
tiba lebih awal lebih untung,
sebelum fajar menyingsing
'tuk nikmati timbul mentari.

Di sini, sederet gunung tinggi
tampak menawan di pagi hari.
Puncak-puncak di pucuk kabut
seakan tiada lereng, tiada kaki.

Orang ke sini dari tempat jauh,
dari kota-kota nan tak terbilang.
Lalu, apa guna ke lereng gunung,
apa makna mengagumi puncak?

Jauh sebelum kita huni bumi ini,
lama sebelum kita nikmati hayat,
gunung-gunung ini telah berdiri
dan puncaknya menyapa langit.

Kafe Anak Langit, Silancur Highl., 
Magelang, Jateng, 5 Juli 2026

SEMANGKUK SOTO SILANCUR

Foto: Yohanes Manhitu (2026)

Oleh: Yohanes Manhitu

Di lereng Gunung Sumbing,
semangkuk soto sarapan
dan secangkir teh panas
menghalau dingin pagi.

Silancur, 5 Juli 2026

Friday, June 26, 2026

Kabar Gembira Lagi dari Redaktur "LIteratura Vivo", Majalah Sastra Esperanto di Ontario, Kanada



Foto: Literatura Vivo (2026)

Tabik! Sebagai informasi, sebuah puisi Esperanto saya yang diposting di Facebook sebagai ucapan duka atas berpulangnya penyair Valentin Melnikov (sastrawan dan Esperantis aktif dari Rusia; 1957-2026) pada bulan Mei 2026 terbit dalam Literatura Vivo (Edisi Juni-Juli 2026), sebuah majalah sastra Esperanto yang dikelola dua penyair-Esperantis dari Hungaria dan RRT, dan terbit di Ontario, Kanada. Puisi tersebut berjudul "ESPERANTO-POETO" (Kefa, Indonesia, Januari 2010) dan sudah terbit dalam kumpulan puisi perdana saya dalam bahasa Esperanto, Sub la Vasta Ĉielo (Candelo, Australia: Mondeto, 2010).

Dalam edisi yang itu, terbit juga informasi tentang buku saya yang berjudul Oceano de Vortoj (Antwerpen, Belgia: Eldonejo Libera, 22 Desember 2025). Buku tersebut terdiri atas 200 halaman dan memuat 160 puisi. Ini adalah kumpulan 80 puisi terjemahan ke bahasa Esperanto dengan teks aslinya dalam 8 bahasa (10 puisi per bahasa), yaitu bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi (Timor-Leste), Melayu Kupang, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Portugis. Puisi-puisi tersebut diterjemahkan ke bahasa Esperanto oleh penulisnya sendiri dan tercantum paralel.

Terima kasih banyak kepada penyair Erika Godó dan John Huang yang telah menerbitkan puisi dan informasi tersebut. Terima kasih juga atas informasi tentang edisi ini. Semoga "Literatura Vivo" terus maju dan berjaya. Salam bahasa dan sastra kepada setiap pencinta! 💖

Puisi dan informasi itu tersedia secara gratis di https://literaturavivo.com. Tetapi, supaya lebih praktis, saya cantumkan ulang pada halaman ini.

Tuesday, June 9, 2026

DUA PULUH EMPAT TAHUN

Foto: magnific.com

Ini bukan usia hidup manusia;
ini panjangnya masa berpuisi.
Kuindonesiakan karya García
dan awali langkahku beraksi.

Oleh: Yohanes Manhitu
Ungaran, 9 Juni 2026

PINTU GARCÍA VALDEZ*

Foto: https://www.pinterest.com

Buat Alfredo García Valdez

Terima kasih, penyair!
Telah kau bukakan pintu
ke penjuru hamparan luas
padang hijau kata-makna
yang membentang indah
membujur dari keabadian
hingga kekekalan zaman.

Pintumu telah biarkan aku
selami relung lautan hidup,
kagumi pucuk-pucuk bintang,
asyik dalam rongga pepohonan,
membilang tulang-belulangku,
memahat kata di dinding waktu,
melirik pintu di bola mata dewi,
dan mencari kunci gerbang hati.

Pintumu kini telah aku lampaui
dan sandingkan dengan jendela
agar angin surga leluasa bertiup
hingga ke sudut-sudut sesak kata,
meresap ke tembok-tembok masa,
membasuh gelas-gelas ketamakan,
menyegarkan langit-langit benak,
dan membelai jiwa-jiwa merajuk.

Pugeran Timur, Yogyakarta,
31 Agustus 2004
--------------
*) Puisi ini tercantum dalam buku Dahaga Pengembara: Sebuah Kumpulan Puisi (Yogyakarta: Diandra Kreatif, Juli 2024)

Tuesday, June 2, 2026

WARUNG DI PINGGIR JALAN

Foto: Yohanes Manhitu (31 Mei 2026)

Sederet warung di pinggir jalan,
tempat orang mampir minum.
Ibarat sumur di tepi lintasan,
walau ini bukan milik umum.

Penulis: Yohanes Manhitu
Penawangan, 31/05/2026

Sunday, May 31, 2026

SIANG DI PENAWANGAN

Foto: Yohanes Manhitu (1 Mei 2026)

Di warung kecil tepi jalan ini,
pada hari terakhir bulan Mei,
suasana hutan dan jalan desa
membalut obrolan kaya warna.

Kuatren oleh: Yohanes Manhitu
Desa Penawangan, 31 Mei 2026

Thursday, May 21, 2026

SENJA DI KOTA LAMA SEMARANG

Foto: Yohanes Manhitu (Kamis, 21 Mei 2026)

Oleh: Yohanes Manhitu

Lampu-lampu antik di tepi jalan
di kota peninggalan Belanda ini
bernyala, makin anggun wajah
gedung-gedung saksi zaman.

Di sini, masih kelihatan nyata
sisa ratusan musim kehadiran
bangsa asing di utara pulau ini.
Kota Lama, kota bukti sejarah.

Tempat ini kaya tulisan asing,
tertera di banyak bangunan.
Kata-kata asing masih awet
dan ikut menjadi saksi bisu.

Ratusan pengunjung kota ini
datang sebagai insan merdeka.
Anak negeri bukan lagi inlander
seperti di masa kota ini berjaya.

Dan di bawah pohon besar ini,
di taman di samping gereja tua,
kududuk, tapi angan berkelana.
Kota ini lama, semangatku baru.

Taman Kota Lama, 21 Mei 2026

Sunday, May 10, 2026

SEGELAS KOPI SENJA DI KALISIDI

Foto: Jepretan si penulis

Di sebuah warung pinggir jalan,
segelas kopi panas menemani.
Tampaklah Gunung Ungaran
dihampiri kabut pemberani.

Penulis: Yohanes Manhitu
Desa Kalisidi, 10-05-2026

Saturday, May 9, 2026

Mengenang 10 Tahun Peluncuran "Kamus Portugis-Indonesia, Indonesia-Portugis" di Kampus Universitas Indonesia (2016-2026)





INFO PUSTAKA: Ternyata sudah 10 tahun ya! 😉 Pada tanggal 9 Mei 2016, pukul 10 WIB, bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Bahasa Portugis di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok, Jakarta, kamus saya "Kamus Portugis-Indonesia, Indonesia-Portugis" (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Des. 2015) diluncurkan. Acara budaya ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Portugal di Indonesia dan Universitas Indonesia dan didukung oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Di luar mata acara yang tersusun, tanpa diduga-duga, saya diberi kesempatan untuk berbicara sebagai penulis. Kata sambutan saya dalam bahasa Inggris (dan sedikit "bumbu" bahasa Portugis) di hadapan para duta besar dan atase kebudayaan negara-negara berbahasa Portugis serta civitas akademika Universitas Indonesia ini disampaikan tanpa persiapan alias secara spontan. Tetapi puji Tuhan, bisa berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan baik.

Ketika berada di Jakarta, saya bermalam di penginapan Pusat Studi Jepang, kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Berdasarkan informasi siber, sekarang "Kamus Portugis-Indonesia, Indonesia-Portugis" tersebut terdapat di katalog perpustakaan lembaga-lembaga berikut ini.

1. Badan Bahasa Kemendikbud Republik Indonesia di Jakarta
2. Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta
3. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Jawa Timur
4. Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)
5. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Lebak, Banten
6. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya, Malang
7. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (UI), Jakarta
8. Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang
9. Kementerian Luar Negeri Portugal di Kota Lisabon
10. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia di Jakarta
11. Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta
12. Perpustakaan Badan Informasi Geospasial (BIG), Jakarta
13. Perpustakaan Direktorat Jenderal Cipta Karya di Bandung
14. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) di Jakarta
15. Perpustakaan SMK Negeri 2 Turen Malang, Jawa Timur
16. Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran, Jabar
17. STIESA Subang, Kabupaten Subang, Provinsi Jabar
18. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta
19. Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu di Jateng
20. SMA Negeri Noemuti, Timor Tengah Utara, NTT
21. SMK Negeri 1 Kademangan, Blitar, Jawa Timur
22. Universitas Negeri Solo (UNS) di Jawa Tengah

CATATAN: Kamus dwibahasa pertama (untuk jenisnya) di Indonesia ini tersedia di toko-toko buku Gramedia di seluruh Indonesia. Jika berminat, segera dapatkan. Untuk para peminat di Timor Barat dan Timor-Leste, kamus ini tersedia di toko buku Gramedia Kuanino, Kupang. Para peminat di Flores dan sekitarnya bisa mendapatkannya di toko buku Gramedia Maumere. Harap stoknya masih cukup.

Semoga karya ini semakin bermanfaat bagi para pengguna.

Monday, May 4, 2026

Kuatren Dawan-Indonesia-Esperanto: "Nefo Amanuat abít Tuntang" (Danau yang Luas di Tuntang; Vasta Lago en Tuntang)

Foto: Yohanes Manhitu (Kafe Bistora, Tuntang, 3 Mei 2026)

NEFO AMANUAT ABÍT TUNTANG

Nâko Tuntang tala Bukit Cinta,
nmuî nefo amanuat onlê tasi.
In kanne eslê Rawa Pening.
'Nuüf Telomoyo es matak.

Atuis: Yohanes Manhitu
Tuntang, 3 Funnimâ 2026
--------------------------------

DANAU YANG LUAS DI TUNTANG

Dari Tuntang hingga Bukit Cinta,
terdapat danau luas seperti laut.
Namanya adalah Rawa Pening.
Gunung Telomoyo ada di mata.
---------------------------------------

VASTA LAGO EN TUNTANG

De Tuntang ĝis Bukit Cinta,
troviĝas vasta lago kiel maro.
Ĝia nomo estas Rawa Pening.
Mont’ Telomoyo antaŭ la okuloj.

Versi Indonesia & Esperanto 
Penulis: Yohanes Manhitu
Ungaran, 03-05-2026

Saturday, May 2, 2026

Kuatren Dawan-Indonesia-Esperanto: "Taskól Nane Hit Hak" (Bersekolah Adalah Hak Kita)

Foto: kompasiana.com

TASKÓL NANE HIT HAK

Tuaf es-es a-nmuî hak he naskól
ma nsimo ‘noinâ he nmuî hine.
Hit a-tmuî bukae suk fun taskól,
ma hine musti nanés onlê ane.

Atuis: Yohanes Manhitu
Ungaran, 02 Funnimâ 2026
-------------------------------

BERSEKOLAH ADALAH HAK KITA

Setiap orang punya hak untuk bersekolah
dan menerima pengajaran agar berilmu.
Kita berbekal cukup karena bersekolah,
dan ilmu harus bernas laksana padi.
-------------------------------

LERNADO ESTAS NIA RAJTO

Ĉiu homo rajtas viziti lernejon
kaj ricevi instruadon por akiri scion.
Ni havas sufiĉan provizon pro lernado,
kaj scio devas esti plena kiel spiko de rizo.

Versi Indonesia & Esperanto
Penulis: Yohanes Manhitu
Ungaran, 02-05-2026

Friday, May 1, 2026

Kuatren Dawan-Indonesia-Esperanto: "Neno ‘Naek neu Ameput" (Hari Besar untuk Pekerja)

Foto: www.bola.com

NENO ‘NAEK NEU AMEPUT

Neno i, nbi bale-bale nbi pah-pinan,

hit tamnau neno ‘naek neu ameput.
Henait monit i maüpâ, musti tmeup
ma ta’úp ameput es-es ma in haet.

Atuis: Yohanes Manhitu
Ungaran, 01 Funnimâ 2026
-------------------------------

HARI BESAR UNTUK PEKERJA

Hari ini, di setiap tempat di dunia,
kita peringati hari besar ‘tuk pekerja.
Agar hidup ini bernilai, kita mesti bekerja
dan menghargai setiap pekerja dan jasanya.
-------------------------------

GRANDA TAGO POR LABORISTOJ

Hodiaŭ en ĉiu loko tra la mondo,
ni festas grandan tagon por laboristoj.
Por ke la vivo havu valoron, ni devas labori
kaj aprezi ĉiun laboriston kaj ties servojn.

Versi Indonesia & Esperanto
Penulis: Yohanes Manhitu
Ungaran, 01-05-2026

Thursday, April 30, 2026

Kuatren Tetun Resmi-Indonesia: "Keta Haleur — Jangan Tunda"

Foto: freepik.com

KETA HALEUR

Dala ruma ó bele de'it sente baruk,
no iha laran, sentimentu mamuk.
Keta haleur to'o tempu naruk
se ó lakohi moris sai moruk.

Autór: Yohanes Manhitu
Yogyakarta, 12-11-2016
-------------------------

JANGAN TUNDA

Kadang bisa saja kau merasa malas,
dan di dalam hati, perasaan hampa.
Jangan tunda hingga waktu lama
bila kau tak mau hidup jadi pahit.

Penulis: Yohanes Manhitu
Ungaran, 05-06-2025

Ó HETOK BESIK

 

Autór: Elena Liliana Popescu


I

Haree took, buat-di’ak ida tan
aumenta tiha iha ohin loron ne’e
ba ó-nia rekoñesimentu/matenek-laek.

Ó la hatene, ó lakohi
buka dalan atubele hatene
katak ó la hatene buat ida kona-ba ó-nia an rasik.

Buat-nabilan hotu-hotu hosi vaidade
maksadik ida-ne’e bá ne’ebé ona?
Ohin, morin tentadór sira-ne’ebé
buat-mamuk nian iha-ne’ebé?

Ó hetok besik, Belun,
ba matenek kona-ba
ó-nia matenek-laek rasik!


II

Ó lembra ka lae
ó-nia kalan dukur-laek sira
iha tempu uluk,
bainhira rai-naroma hakbesik
daudaun no ó sente ta’uk
katak saida be ó hanoin ne’e
mak ó-nia matenek-laek?

Ó hetok besik
besik liu no liután
ba rai-naroma dadeer loos nian,
hafoin kalan rohan-laek lahó dukur
ho paizajen be halo laran-taridu...

Matenek-laek dala ruma
bele parese dada fuan tebes
atu kaer no hatama ó ba ninia rede
durante tinan-atus wa’in matenek-laek nian...

Matenek-laek
bele sai tentasaun
nune’e ó la konsege haree
ninia frakeza sira-ne’ebé resikliu
no ó la laran-moris katak ne’e só mate-klamar...


III

Simu tiha koroa liurai-feto iluzaun nian,
nia sai maka’as
enkuantu
ó fó ba nia beran ne’e.

Ó husu tiha ó-nia an ka lae
karik nia ne’e sé loos,
tanba nia hatene ó-nia lia-subar sira hotu,
ó-nia mukit sira hotu,
ó-nia karan imajináriu sira hotu
no nia atrai ó-nia fuan
só atu ó bele sai ninia atan haraik-an?

Se ó la hatene, hatene took katak ninia tempu sei to’o
bainhira ó-nia lia-husu sira-ne’ebé halo fuan kanek
sei sai paizajen dukur-laek
ba ema sira-ne’ebé hakarak hatene—
dukur-laek be sei mai tebes—
ba ema ne’ebé buka
nafatin hela ninia
dalan ba uma.


IV

Ó hetok besik, Oan, ho simplisidade
no, dala ruma, hakbesik ne’e
halo laran-susar tebes...
Nia loke ó-nia dúvida sira hotu,
ó-nia laran-lametin sira hotu,
no ó-nia neon-susar bele sai fatál ba ó.

Keta ta’uk, ne’e la’ós ba ó, ó-nia an loloos,
maibé ne’e ba nia,
ida-ne’ebé ó imajina nu’udar ó-nia an,
nia mak ó defende
dala atus ba atus iha loron ida,
nia mak ó fó-sala dala rihun ba rihun,
atu perdua nia dala rihun sanulu resin
iha kada momentu.


V

O, tebes ó hakarak hatene
saida mak bele lori ó ba ne’ebá,
iha fatin be ó la hatene katak ó iha!...

Ó konserteza sei bá ne’ebá,
maibé ó sei ta’uk perigu
ne’ebé kompostu hosi
perigu ki’ik biliaun ba biliaun
be hafuhu hela ó iha kada hakat.

La di’ak liu ka atu hatene
katak nia sempre hamaluk ó,
no atu simu nia nu’udar
ó-nia maluk iha viajen?


VI

Ó ta’uk tanba
ó sei bele lakon
direitu ba matenek-laek,
no besik atu nakdada ba bulak
tan buat-laiha be la bele dehan sai,
ne’ebé karik ó bolu ho naran kaos
iha ó-nia momentu sira be di’ak liu...

Tarutu buat-oioin nian
dada ó hanesan iman ida.
Maibé, iha ó-nia an kle’an bá,
eziste hakmatek...

No hakmatek ida-ne’e falun ó
ho ninia sinfonia nonook,
dala ruma,
dala barak liu,
sempre...


VII

Ó hetok besik ho mota
“Hatene ka la hatene”.

Ó prontu ka lae atu hakur nia?
Nia halo ta’uk!...

Nia suli iha ó-nia matan
ne'ebé nakloke luan hela,
maibé seidauk bele haree.


VIII

Ó hetok besik
ho pergunta boot, Oan!...
Ó prontu ka lae atu hatene ninia resposta?

Saida ne’ebé satan ó atu la haree,
ho dalan paradoksál, karik mak saida
ne’ebé bele tulun ó atu hetan nia...

Ó prontu ka lae atu la’o ba oin nafatin?
Ka karik besik liu, sé mak hatene?

Ó hola parte ka lae
iha asaun harahun estátua
sira-ne’ebé hahi’i ó-nia di’ak/aat?

Sira sei rahun tuir sira-nia dalan rasik
enkuantu ó bele harii fali seluk,
ne’ebé mós buat folin-laek,
tuir ó-nia hakarak livre.


IX

Ó hetok besik ho simplisidade,
no obstákulu sira be taka ó-nia dalan
sei la duvida atu foti forma sira
be fó-ameasa boot liuhotu!

No dala ruma—
maski iha momentu ne’ebá
karik sira parese maksadik—
sira sei koko buat hotu-hotu
atu hapara ó iha dalan...


X

Ó hetok besik
ho simplisidade boot, Oan!

Karik ó sei ta’uk dalan,
iha-ne’ebé ó sei hetok mesak...


XI

Sá mak ó hanoin ne’e bele hapara ó,
ne’ebé parese maka’as tebes,
maski, tuir loloos, ne’e só iluzaun,
husu took ó-nia an rasik, “Ne’e saida?”

Ó hetok besik,
perigu mós hetok boot
tanba faxíniu baliza-laek
hosi nuansa irrealidade,
ne’ebé bele atraza ó
se ó ladún
metin.


XII

Ó hetok besik ho saida mak...
Ó prontu ka lae?


Official Tetum version: Yohanes Manhitu

Tuesday, March 31, 2026

Yerusalem, Yerusalem, Lihatlah Rajamu!

 

Minggu Palma (Latin: Dominica in Palmis) adalah hari peringatan masuknya Yesus Kristus ke Kota Yerusalem dengan menunggang keledai dan disambut dengan meriah oleh banyak orang. Hari ini menandai awal Pekan Suci (Latin: Hebdomada Sancta; Portugis: Semana Santa), pekan istimewa untuk mengenang kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Umat Katolik di seluruh dunia merayakannya setiap tahun dengan melakukan perarakan daun palma (Portugis: Procissão de Ramos) sebagai simbol kemenangan dan damai.