Friday, November 6, 2015

Bila malam lupa waktu



Oleh: Yohanes Manhitu

Aku tak pernah membayangkan bila tiada malam,
aku tak pernah berpikir jika tiada rembulan,
aku tak pernah menantikan bintang tak tampak,
aku tak pernah berharap yang ada hanya hari.

Mengapa siang dekat dengan terang
dan malam tetap merangkul gelap?
Apakah hidup ini hanya terang-gelap?
Tiadakah ruang di antara keduanya?

Bila suatu ketika saja malam lupa waktu
dan siang telah merasa jemu bertandang,
gelap akan memerintah bagai sang raja.
Hanya terang yang akan dicari orang.

Untuk membuat lukisan tampak lebih hidup,
pelukis menggunakan terang dan gelap
dan menyentuhnya dengan tangan yang sama.
Masing-masing ada menurut perintah pelukis.
 

Pugeran Timur, Yogyakarta, Mei 2008

Terjemahan Yohanes Manhitu dari puisi Tetunnya,
Bainhira kalan haluha tempu (Mei 2008)

No comments:

Post a Comment