Konon, semakin lembut (hati) seseorang, semakin ia pintar mengendalikan
"air bah", terutama di dalam dirinya sendiri. Jika Anda yakin bahwa
kekerasan itu kekuatan abadi, sebaiknya Anda berpikir ulang sebelum
"layar terkoyak". (Yohanes Manhitu, Yogyakarta, 17 Maret 2015)

No comments:
Post a Comment