KINI untuk ketujuh kalinya foto jepretan saya sendiri dengan kamera saku (kali ini adalah foto Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Timor Barat, pada tanggal 14 Desember 2017, dalam penjelajahan Timor Barat) digunakan sebagai foto sampul buku saya (buku yang ke-14).
Nació la palabra en la sangre, creció en el cuerpo oscuro, palpitando, y voló con los labios y la boca. (The word was born in the blood, grew in the dark body, beating, and flew through the lips and the mouth.) Pablo Neruda, La palabra
Tuesday, December 30, 2025
ASYIK! JEPRETAN SENDIRI MENJADI FOTO SAMPUL BUKU LAGI: SAMPUL BUKU "OCEANO DE VORTOJ"
Tak Cukup Secangkir Kopi bagi Penerjemahan Puisi
Penerjemahan adalah karya nyata bagi perabadan insani. Sering kali, saya diundang untuk menerjemahkan puisi berbahasa asing (terutama yang berbahasa Spanyol) ke empat bahasa sekaligus, yaitu bahasa Indonesia, Dawan, Tetun Resmi/Nasional (Timor-Leste), dan Melayu Kupang. Terjemahan-terjemahan itu kemudian terbit dalam berbagai antologi multibahasa di mancanegara, terutama di Spanyol dan Rumania. Harus diakui bahwa ini tidak selalu mudah. Akan tetapi, walaupun ada kesulitan, selalu ada jalan keluar untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik.
