Thursday, January 31, 2019

Sekilas Pandang tentang Kata Dawan "Namkák"


Tabik! Beberapa hari ini, kata Dawan namkák (tanda pada "a" kedua berarti diberi tekanan) menjadi tenar di media sosial, terutama Facebook, kerena berita di media massa yang berbasis di Kupang, NTT. Silakan cek sendiri mengapa begitu. Di sini, saya, sebagai salah satu pengguna aktif bahasa Dawan, cuma menyoroti arti dan posisi kata kerja itu menurut subjek. Catatan: Kata kerja dan kata sifat bahasa Dawan berubah menurut subjek (au, ho, in, hit, dll.), tetapi tidak berubah menurut waktu dan modus (bandingkan dengan bahasa Latin, Prancis, Spanyol, dll.).

Namkák adalah kata kerja untuk orang ketiga tunggal (ia, dia) dan berarti (ia) membuka mulut, (ia) ternganga, (ia) tercengang, (ia) kagum, (ia) keheranan, (ia) kurang awas/cerdik, atau (ia) berbicara (dengan suara keras). Dan orang yang (sering) namkák disebut amkakat. Untuk benda, terutama pintu dan jendela, namkák berarti terbuka lebar. Dengan demikian, namkák bisa bermakna positif atau negatif. Perhatikan contoh-contoh berikut:

1. In namkák he dokter naloitan in nisin. = Ia membuka mulut supaya dokter memperbaiki giginya. (bermakna positif)
2. Atoni nae namkák tala in bijae* namneuk. = Orang itu kurang awas sehingga sapinya hilang. (bermakna negatif)

* Sebagian varian dialektalnya: bie, bia, bijael, dan birae.

Berikut adalah posisi "namkák" dalam perubahan kata kerja menurut subjek:

Au umkák. = Saya membuka mulut/ternganga.
Ho mumkák. = Engkau/kamu membuka mulut/ternganga.
In namkák. = Dia membuka mulut/ternganga.
Hit tamkák. = Kita/Anda membuka mulut/ternganga.
Hai mimkák. = Kami membuka mulut/ternganga.
Hi/hei mimkák. = Kamu/kalian membuka mulut/ternganga.
Sin namkakan. = Mereka membuka mulut/ternganga.

Semoga penjelasan ini bermanfaat. Salam bahasa dan sastra!

(Tegalyoso, Yogyakarta, 29 Januari 2019)

Gambar: http://manado.tribunnews.com

No comments: