Monday, December 31, 2018

Semoga suatu saat nanti, Indonesia punya pemenang Nobel Sastra

Foto: www.google.com
 
Ketika membaca berita berbahasa Prancis tentang meninggalnya Amos Oz, pengarang kenamaan Israel (calon penerima Hadiah Nobel Sastra), kemarin (28 Desember 2018), saya langsung teringat pada Pramoedya Ananta Toer (novelis dari Indonesia) dan William Auld (penyair berbahasa Esperanto dari Skotlandia) yang pernah dinominasikan beberapa kali (berturut-turut) untuk menjadi pemenang Nobel Sastra, tetapi tidak sempat meraih hadiah prestisius tersebut karena meninggal dunia. Semoga suatu saat nanti, Indonesia punya pemenang Nobel Sastra. Itu tak berarti menulis semata-mata untuk meraih hadiah, tetapi penghargaan pun bisa berarti pengakuan. Salam sastra! ✍️

(Tegalyoso, Yogyakarta, 29 Desember 2018)

No comments: