Sunday, February 5, 2017

Telah Terbit Antologi Puisi Multibahasa "Tras La Niebla" di Salamanca, Spanyol

Foto: http://salamancartvaldia.es

Kabar gembira! Telah terbit di Kota Salamanka (Salamanca), Spanyol, antologi puisi multibahasa "Tras La Niebla" (judul puisi Spanyol yang diterjemahkan ke 53 bahasa)---karya penyair Spanyol Alfredo Pérez Alencart---yang mencakup terjemahan-terjemahan saya ke bahasa Indonesia, Dawan (Uab Meto), Tetun Resmi/Nasional, dan Melayu Kupang. Antologi ini diterbitkan oleh penerbit Trilce Ediciones pada akhir bulan lalu (Januari 2017). Terjemahan Indonesia, Dawan, Tetun Resmi/Nasional, dan Melayu Kupang itu masing-masing berjudul "Di Balik Kabut" (hlm. 89), "Neu Nipu Aonbian" (hlm. 113), "Iha Abuabu Kotuk" (hlm. 39)), dan "Di Kabut Pung Balakang" (hlm. 71). Ini untuk pertama kalinya tiga bahasa Austronesia lain---selain bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia---dicantumkan dalam sebuah antologi puisi multibahasa yang terbit di Salamanca, Spanyol, dan diakses luas oleh para penikmat puisi di jagat Hispanofon (dunia penutur bahasa Spanyol). Semoga bahasa dan sastra kita lestari. Salam sastra,
----------------------------------------------------------------

TRAS LA NIEBLA

Por: Alfredo Pérez Alencart*

Oculta tras la niebla
tus palabras
heridas.

Y quita
de su pedestal
esas palabras
que hieren.

Acércate ahora
a la tierra más
iluminada,

al camino
por el que nunca
te has perdido.
---------------

DI BALIK KABUT

Oleh: Alfredo Pérez Alencart

Sembunyikan di balik kabut,
kata-katamu yang
terluka.

Dan singkirkan
dari alas mereka,
kata-kata yang
melukai itu.

Mendekatlah kini
kepada daerah
yang tercerah,

kepada jalan,
di mana kau tak
pernah tersesat.

Traducción al indonesio: Yohanes Manhitu
-------------------------------------------------

NEU NIPU AONBIAN

Atuis: Alfredo Pérez Alencart

Mûkolô neu nipu aonbian,
ho hanfuafin lê
napapan.

Ma mait main
nâko sin sukit,
hanfuafin lê
napapab.

Mhaumák nai
meu bale lê
meûsínleüf,

meu lalan
lê mutuinet
ka msek mít fa.

Traducción al dawan: Yohanes Manhitu
----------------------------------------------

IHA ABUABU KOTUK

Autór: Alfredo Pérez Alencart

Subar took iha abuabu kotuk,
ó-nia liafuan sira be
hetan kanek.

No hasees took
hosi sira-nia hun,
liafuan sira be
hakanek.

Hakbesik ona
ba rai-rohan be
naroman liuhotu,

ba dalan,
tuir ne’ebé
ó nunka lakon.

Traducción al tetun oficial: Yohanes Manhitu
----------------------------------------------------

DI KABUT PUNG BALAKANG

Penulis: Alfredo Pérez Alencart

Sambunyi di kabut pung balakang,
lu-pung kata dong
yang dapa luka tu.

Ais sorong pi jao
dari dong-pung alas,
itu kata dong
yang bekin luka.

Deka su
deng itu tampa
yang paling taráng,

deng itu jalan,
yang iko situ lu
son parná kasasar.

Traducción al malayo de Kupang: Yohanes Manhitu

---------------------------------------------------------
*) Alfredo Pérez Alencart adalah seorang penyair dan penulis esai berbahasa Spanyol kelahiran Peru (1962), kini pengajar pada Universidad de Salamanca. Karya-karyanya yang segudang sudah begitu luas tersebar sebagai karya asli dan terjemahan. Perkenalan kami terjadi pada tahun 2007 ketika saya diundang untuk berpartisipasi dalam antologi "LOS POETAS Y DIOS", setelah beberapa puisi asli saya dalam bahasa Spanyol terbit di sebuah situs puisi yang berbasis di Amerika Latin.

No comments: